PondokKebaikan
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Visit Agenda: Tri Tito Karnavian Berharap Produk Kerajinan Indonesia Tembus Pasar Global di HUT ke-46 Dekranas

Published Juli 3, 2026 · Updated Juli 3, 2026 · By Indah Wibowo

Tri Tito Karnavian Optimistis Kerajinan Indonesia Menembus Pasar Global di HUT ke-46 Dekranas

Visit Agenda - Pada acara Konferensi Pers dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Tri Tito Karnavian, Ketua Harian Dekranas, menyampaikan harapan bahwa produk kerajinan Indonesia mampu menembus pasar internasional. Acara ini dihadiri di Kantor Pusat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi), Jakarta, pada Kamis (2/7/2026). Menurutnya, perayaan tahunan ini menjadi momentum untuk menampilkan potensi industri kreatif nasional secara lebih luas.

Acara puncak peringatan HUT ke-46 Dekranas akan digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Tri menyatakan persiapan kegiatan tersebut telah mencapai sekitar 90 persen. Makassar dipilih sebagai lokasi utama karena sejak awal menunjukkan komitmen untuk berpartisipasi serta mendukung pelaksanaan acara. "Makassar menjadi tuan rumah karena telah menunjukkan kesiapan kerja sama yang konsisten," tuturnya.

"Pemilihan Makassar juga bertujuan untuk memperluas cakupan geografis, karena wilayah barat dan tengah Indonesia sebelumnya sudah menjadi tempat penyelenggaraan acara serupa. Dengan demikian, Makassar mewakili wilayah timur yang memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kreatif," jelas Tri.

Dalam rangka meningkatkan daya saing, Dekranas berupaya mengajak produsen kerajinan untuk lebih sadar akan keberlanjutan lingkungan. "Karena bahan baku utama kerajinan berasal dari alam, seperti serat, tanah liat, mineral, dan bahan-bahan organik lainnya, maka keberlanjutan produk sangat berkaitan erat dengan kelestarian lingkungan," ujarnya.

Tema "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia" Diusung untuk Meningkatkan Globalisasi

Tema yang diusung dalam HUT ke-46 Dekranas tahun ini adalah "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia." Tri menjelaskan bahwa tema ini bertujuan untuk mendorong perajin Indonesia agar lebih kreatif dan berorientasi pada keberlanjutan. "Kerajinan yang ramah lingkungan akan menjadi daya tarik utama bagi pasar global, terutama karena konsumen internasional semakin peduli pada isu ekologis," katanya.

"Kita perlu mengubah pola produksi agar lebih efisien, mengurangi limbah, dan mempertahankan kualitas. Dengan cara ini, produk kerajinan Indonesia tidak hanya bisa bersaing di tingkat lokal, tetapi juga diterima oleh masyarakat internasional," ujarnya.

Dekranas juga menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai kementerian, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Komdigi, untuk memastikan kegiatan berjalan optimal. "Kolaborasi ini membantu menyelaraskan strategi promosi serta memperkuat jaringan distribusi produk ke pasar internasional," tambahnya.

Pameran UMKM akan menjadi bagian utama dari perayaan HUT Dekranas. Tri menyebutkan acara ini berlangsung pada 9–11 Juli 2026, di mana peserta dari seluruh Indonesia akan menampilkan produk unggulan masing-masing. "Pameran ini tidak hanya sebatas penjualan, tetapi juga sebagai wadah untuk saling belajar dan menginspirasi antar daerah," terangnya.

Pertumbuhan Industri Kreatif Berdampak pada Ekspor Nasional

Dalam wawancara terpisah, Tri menyoroti bahwa saat ini produk luar negeri semakin dominan di pasar dalam negeri, bahkan sering kali meniru produk lokal dengan harga lebih terjangkau. "Kita perlu membangkitkan kesadaran masyarakat untuk lebih mencintai produk Indonesia, agar tidak hanya tergantung pada imitasi dari luar," katanya.

"Dengan menampilkan keunggulan lokal secara langsung, para perajin bisa membangun brand image yang kuat. Selain itu, ini juga menjadi ajang untuk menilai kinerja perajin dari daerah lain, sehingga mereka bisa terinspirasi dan bergerak lebih maju," tambahnya.

Dekranas berharap acara HUT ke-46 ini menjadi pengingat bagi seluruh perajin Indonesia untuk tetap inovatif. "Kerajinan yang berkelanjutan tidak hanya baik untuk lingkungan, tetapi juga meningkatkan nilai ekspor produk," jelas Tri. Ia menambahkan bahwa dengan berkembangnya ekspor, industri kreatif akan berkontribusi lebih besar dalam perekonomian nasional.

Purbaya Usulkan RUU PFII untuk Mendukung Keuangan Internasional

Di luar rangkaian kegiatan HUT ke-46 Dekranas, Tri juga menyebutkan kerja sama dengan pihak lain untuk mendorong perekonomian Indonesia. Ia menerangkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan beberapa lembaga untuk menyusun Rancangan Undang-Undang Pusat Keuangan Indonesia (RUU PFII), yang bertujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan internasional.

"RUU PFII ini akan memberikan kemudahan bagi industri kreatif dan UMKM untuk memasuki pasar global. Dengan adanya regulasi yang mendukung, ekspor kerajinan akan lebih cepat tumbuh dan bersaing di tingkat internasional," kata Tri.

Tri menegaskan bahwa peningkatan ekspor bukan hanya berdampak pada perekonomian, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan perajin. "Kita harus memastikan bahwa produk kerajinan Indonesia tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mendapat pengakuan di luar negeri. Ini akan memperkuat identitas nasional serta menambah kepercayaan masyarakat global terhadap kualitas produk lokal," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan puncak HUT ke-46 Dekranas akan menjadi momentum untuk memperlihatkan perubahan positif dalam industri kerajinan. "Kita mengharapkan para perajin dapat belajar dari pengalaman daerah lain, sehingga masing-masing bisa memperbaiki kualitas dan daya saing produknya," pungkasnya. Kegiatan ini juga diharapkan mendorong kolaborasi antar daerah dalam pengembangan industri kreatif nasional.

Dengan tema yang ditekankan pada keberlanjutan, Tri yakin bahwa kerajinan Indonesia akan semakin menarik perhatian dunia. "Indonesia memiliki kekayaan bahan baku alam yang luar biasa, jadi kita harus memanfaatkan ini secara optimal. Dengan ekspor yang meningkat, kita bisa menjadikan kerajinan sebagai bagian dari ekonomi global," katanya.

Menjelang acara, Dekranas terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah. "Kami berharap masyarakat bisa turut serta mendukung perajin, karena keberhasilan industri kreatif tidak hanya bergantung pada pihak produsen, tetapi juga konsumen," tuturnya. Tri menegaskan bahwa upaya ini adalah langkah strategis untuk menghadirkan nilai tambah pada industri lokal.

Dengan pameran UMKM yang melibatkan seluruh provinsi dan kabupaten, Tri yakin bahwa kerajinan Indonesia akan semakin terkenal. "K