Topics Covered: Siasat Licik Andrew Mulyono Dekati Lodewyk Pusung Demi Kuasai Proyek Motor BGN Rp1 Triliun!
Andrew Mulyono Dekati Lodewyk Pusung untuk Kuasai Proyek Motor BGN Rp1 Triliun – Topics Covered
Andrew Mulyono Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Pengadaan Motor Listrik
Topics Covered: Komisaris Utama PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andrew Mulyono, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sepeda motor listrik senilai Rp1 triliun di Badan Gizi Nasional (BGN). Tersangka diduga melakukan manipulasi dokumen, inflasi harga, dan menyukseskan proyek meskipun perusahaan belum memenuhi syarat sebagai vendor resmi. Proyek ini menjadi sorotan karena nilai kontrak besar dan risiko kecurangan dalam tata kelola.
"Tim penyidik menetapkan Saudara AM selaku Komisaris PT YAT sebagai tersangka dalam perkara penyidikan dugaan tindak pidana korupsi tata kelola MBG pada BGN tahun 2025-2026," ujar Syarief Sulaeman Nahdi, Direktur Penyidikan Jampidsus, saat memberikan pernyataan di Kejaksaan Agung, Jumat (12/6/2026).
Penyidik menyebut bahwa Andrew aktif mengatur proyek pengadaan sepeda motor listrik, meski PT YAT belum memiliki dealer atau bengkel aktif. Tersangka diduga memperoleh pembayaran penuh berdasarkan dokumen serah terima yang dimanipulasi, sehingga proyek terlihat selesai dan sesuai spesifikasi, padahal kondisi sebenarnya tidak memenuhi standar.
Pertemuan Awal Tahun 2025 Jadi Titik Awal Kecurigaan
Kasus korupsi ini bermula pada awal tahun 2025 saat Andrew bertemu dengan Lodewyk Pusung, yang saat itu menjabat Wakil Kepala BGN. Dalam pertemuan tersebut, Andrew memperkenalkan profil PT YAT untuk menguasai proyek senilai Rp1 triliun. Topics Covered menunjukkan bahwa pertemuan ini memicu kecurigaan mengenai upaya memanipulasi proses seleksi vendor.
Pertemuan itu menjadi titik awal kejanggalan dalam pengadaan motor listrik. Meski proyek belum dimulai dan PT YAT belum memenuhi syarat sebagai penyedia barang, Andrew tetap berkomunikasi intens dengan pejabat pembuat keputusan untuk mendorong proyek tersebut. Tindakan ini diduga bertujuan mempercepat pencairan dana meski ada indikasi tidak siap teknis.
Penyidik juga menyebut bahwa Andrew bekerja sama dengan pihak tertentu melalui akuisisi PT ASE untuk memastikan kemampuan perusahaan mencapai standar teknis. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk memperoleh keuntungan finansial, meski proyek masih dianggap bermasalah.
Dugaan Manipulasi Harga dan Dokumen Keuangan
Kasus korupsi menyebut adanya dugaan penggelembungan harga atau mark-up dalam pengadaan motor listrik. Tindakan ini dilakukan untuk mendekati pagu anggaran yang telah ditetapkan. Topics Covered menegaskan bahwa Andrew secara melawan hukum mengubah nilai kontrak agar proyek terlihat lebih menguntungkan.
"Bahwa Saudara AM secara melawan hukum melakukan penggelembungan harga atau mark-up untuk setiap unit sepeda motor listrik dengan tujuan mendekati pagu yang tersedia dalam pengadaan tersebut," tambah Syarief.
Tersangka diduga memanipulasi dokumen keuangan dan teknis untuk menyembunyikan fakta bahwa proyek tidak sesuai standar. Penyidik juga menyebut ada kesepakatan diam-diam antara Andrew dan pihak penerima proyek, yang memperkuat dugaan penggelapan dana negara.
Kurangnya Persyaratan Teknis dan Administratif
Organisasi MBG Watch mengungkap kecurigaan bahwa narasi tentang penyelamatan aset BGN hanya menutupi kelemahan dalam pengadaan motor listrik. Topics Covered menunjukkan bahwa PT YAT belum memenuhi syarat sebagai vendor, terutama dalam hal dealer dan bengkel aktif, yang menjadi alasan Andrew melakukan langkah ekstra untuk memenangkan proyek.
Dalam penjelasan penyidik, PT YAT dianggap kurang siap secara teknis dan administratif. Namun, keikutsertaan PT ASE memberikan kesan bahwa perusahaan mampu memenuhi persyaratan, sehingga mungkin mempercepat proses pencairan dana.
Penyidikan ini menggarisbawahi kecurangan dalam tata kelola pengadaan barang dan jasa. Dengan dana proyek mencapai Rp1 triliun, risiko penggelapan bisa sangat signifikan, terutama jika ada permainan dalam seleksi vendor. Topics Covered menjadi fokus utama dalam mengungkap skema ini.
Penahanan Andrew Mulyono untuk Proses Penyidikan
Andrew Mulyono resmi ditahan selama 20 hari di Rutan Salemba sebagai bagian dari proses penyidikan. Penahanan ini mempercepat upaya Kejagung untuk mengungkap lebih lanjut kejanggalan dalam proyek motor listrik BGN. Topics Covered menyebut bahwa dugaan manipulasi dokumen dan harga menjadi kunci dalam penyelidikan ini.
Dengan dana proyek yang besar, kecurangan bisa berdampak signifikan. Penyidik menegaskan bahwa langkah-langkah Andrew dalam mengakuisisi PT ASE dan memanipulasi dokumen keuangan menjadi bukti kuat dalam Topics Covered kasus korupsi yang sedang ditelusuri. Penyelidikan lanjutan diharapkan mampu mengungkap seluruh skema pengadaan motor BGN yang dianggap bermasalah.