Topics Covered: Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
Topics Covered - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah terus meningkatkan sinergi dalam upaya mempercepat pemulihan pasca-bencana serta pengembangan Sekolah Rakyat di wilayah tersebut. Kolaborasi ini bertujuan memastikan alokasi dana dan sumber daya yang optimal untuk membangun fasilitas pendidikan, yang menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat yang terdampak bencana alam. Penyaluran bantuan jadup senilai Rp3,07 miliar diharapkan bisa meringankan beban korban dan mendukung proses rehabilitasi yang lebih cepat.
Pertemuan Strategis antara Kemensos dan Pemda Bener Meriah
Pertemuan penting antara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Bupati Bener Meriah Armia berlangsung di Jakarta Pusat pada Senin (22/6/2026). Diskusi tersebut melibatkan para pejabat seperti Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Masryani Mansyur, Kepala Pusat Data dan Informasi Kemensos Joko Widiarto, serta perwakilan Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat Jauhari. Dalam kesempatan ini, Armia mengungkapkan bahwa Pemda Bener Meriah telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare di pusat kota sebagai lokasi awal Sekolah Rakyat, tetapi belum memenuhi standar minimal 6,8 hektare yang diperlukan untuk fasilitas pendidikan berkualitas.
“Kita memiliki beberapa alternatif lahannya, Pak. Jadi intinya, kalau masalah tanah, saya kira tidak ada persoalan. Yang menjadi hambatan adalah listrik dan air. Kami sudah mengajukan hibah lahan dari Kementerian Pertanian,” ujar Bupati Armia.
Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa Kemensos akan terus mempercepat proses verifikasi dan penyaluran bantuan untuk memastikan proyek Sekolah Rakyat tidak tertinggal dari rencana tahap tiga. Ia mengingatkan bahwa saat ini usulan tersebut belum diteken Menteri Sosial, sehingga perlu koordinasi lebih lanjut untuk mempercepat pencairan dana. Dengan adanya bantuan jadup, diharapkan masyarakat Bener Meriah dapat segera menikmati hasil pemulihan yang berkelanjutan.
Peran Sekolah Rakyat dalam Pemulihan Pasca-Bencana
Menurut Jauhari, perwakilan Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat, luas lahan yang memadai sangat berpengaruh terhadap kualitas infrastruktur pendidikan yang dibangun. “Kalau bagusnya memang, Pak, 7 sampai 8 hektare supaya dapat prasarana yang optimal. Dan kalau bisa lahannya yang rata,” ujarnya. Kemensos menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat pemulihan sosial yang bisa menjadi penyangga bagi masyarakat yang kehilangan akses ke fasilitas pendidikan.
Disaster recovery yang cepat memerlukan peran aktif Kemensos dalam memastikan program pendidikan tidak tertunda. Banyak korban bencana alam mengalami gangguan dalam proses belajar-mengajar, sehingga Sekolah Rakyat diharapkan bisa menjadi solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak. Dengan bantuan jadup yang disalurkan, Kemensos akan fokus pada pembangunan fasilitas fisik, pengadaan alat pendidikan, dan pelatihan bagi guru dan pengelola sekolah.
“Yang penting cepat supaya bisa ikut. Mumpung usulan-usulan tahap tiga ini belum diteken Menteri Sosial untuk disampaikan ke Presiden, kita nggak bisa ikuti yang tahap tahun ini, Pak,” kata Agus Jabo. Ia menambahkan bahwa Kemensos akan terus mengawal progres proyek ini guna memastikan keberlanjutan program pendidikan di Bener Meriah.
Dalam upaya menjaga koordinasi, Pemda Bener Meriah juga berkomitmen untuk memenuhi persyaratan teknis dan mengoptimalkan penggunaan lahan. Armia menyampaikan bahwa mereka telah melibatkan tim ahli dalam mengevaluasi kebutuhan dan kemungkinan alternatif lahan. “Kami sudah menyusun rencana pemetaan lahan yang lebih luas, Pak, agar bisa memenuhi standar Sekolah Rakyat,” jelasnya. Kemensos menilai hal ini penting untuk memastikan hasil pemulihan bencana yang berkelanjutan.
Menurut Masryani Mansyur, Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana, bantuan jadup tersebut merupakan bagian dari upaya mengembangkan program pendidikan nasional di daerah rawan bencana. “Kemensos menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai salah satu prioritas untuk mendorong akses pendidikan yang merata,” katanya. Di samping itu, bantuan juga akan digunakan untuk menangani kebutuhan dasar korban banjir, seperti pangan, papan, dan perlengkapan sekolah.
“Kemensos akan terus mengawal progres proyek ini, Pak, karena pendidikan adalah salah satu prioritas dalam pemulihan. Kami bersama Pemda Bener Meriah akan memastikan bantuan jadup dikelola secara transparan dan berkelanjutan,” tutur Masryani. Ia menambahkan bahwa proses penyaluran dana juga akan didampingi oleh tim evaluasi untuk menghindari kesalahan dalam alokasi.