PondokKebaikan
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

Published Juni 8, 2026 · Updated Juni 8, 2026 · By Indah Wibowo

Kunjungan Prabowo ke Sekolah Rakyat: Percepatan Pendidikan untuk Masyarakat Kurang Mampu

Special Plan - Pada 7 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi ke Sekolah Rakyat di Tabanan, Bali, untuk menilai kemajuan program pendidikan yang bertujuan memberikan akses ke layanan pendidikan kepada keluarga miskin. Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan bahwa pengelolaan anggaran dan kekayaan negara harus dijaga secara ketat agar bisa memperluas kesempatan pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

Prioritas Pemerintah dalam Pendidikan Inklusif

Prabowo mengatakan, pemerintah memandang pendidikan sebagai salah satu pilar utama dalam membangun kesejahteraan rakyat. Ia menyoroti bahwa efisiensi penggunaan dana negara sangat penting, terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih tertinggal. Program Sekolah Rakyat, menurutnya, tidak hanya menjadi solusi pendidikan formal tetapi juga pilar pengembangan sumber daya manusia secara holistik.

Menurut Presiden, pengembangan Sekolah Rakyat tidak bisa terlepas dari upaya peningkatan kapasitas pemerintah daerah. Ia menilai, sekolah ini perlu dipercepat pembangunannya untuk menjangkau lebih banyak kalangan. “Negara kita sebetulnya sangat kaya, sumber alamnya melimpah, tinggal bagaimana kita bisa mengelola dengan cerdas dan hemat,” ujar Prabowo saat menyampaikan pesan tersebut.

Peran Pemimpin dalam Pengelolaan Anggaran

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa pemimpin dan institusi pemerintah harus bertindak dengan tanggung jawab. “Kita harus bekerja keras, menghemat uang, serta memastikan setiap dana yang dikeluarkan memberikan dampak maksimal,” katanya. Ia berharap program ini bisa menjadi wadah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih peluang pendidikan yang lebih baik.

Prabowo juga menyebutkan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kemampuan negara dalam mengelola sumber daya secara optimal. “Dengan pendidikan yang baik, rakyat bisa sejahtera di semua bidang, termasuk pertanian, keperawatan, dan sektor-sektor lain,” tegasnya.

Kemajuan dan Tantangan Program Sekolah Rakyat

Dalam kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Prabowo mengungkapkan rasa senangnya terhadap perkembangan yang telah tercapai. Namun, ia juga menyadari bahwa kebutuhan masyarakat terhadap program ini jauh lebih besar dibandingkan kapasitas yang saat ini tersedia. “Saya gembira melihat kemajuan Sekolah Rakyat, tapi masih ada tantangan besar untuk memenuhi harapan masyarakat,” imbuhnya.

Prabowo menegaskan bahwa pendidikan formal tidak cukup menjadi satu-satunya jalan. Ia mendorong pelatihan di berbagai bidang, seperti pertanian, keperawatan, dan sektor lainnya, sebagai komponen penting dalam pembangunan SDM. “Pendidikan dan pelatihan harus ditingkatkan secara terpadu agar bisa menciptakan kesejahteraan yang merata,” ujarnya.

Dukungan Kementerian dan Pemerintah Daerah

Presiden meminta kementerian terkait serta pemerintah daerah mencari solusi kreatif untuk mempercepat pelaksanaan Sekolah Rakyat. Ia berharap program ini bisa menjadi titik balik dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Setiap rupiah yang dikeluarkan harus memberi hasil yang signifikan,” tambahnya.

Menurut Prabowo, peningkatan kualitas pendidikan memerlukan komitmen pemerintah yang kuat. Ia mencontohkan bahwa sumber daya alam Indonesia bisa menjadi modal besar jika dikelola dengan baik. “Negara kita memiliki potensi luar biasa, tetapi kita harus pandai menjaga kekayaan tersebut,” katanya.

Penambahan Infrastruktur di Bali

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memberikan informasi bahwa pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat akan dilakukan di Kabupaten Karangasem. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di daerah tersebut.

Pada tahun ajaran 2026/2027, pemerintah telah menyiapkan kuota sebanyak 270 siswa untuk Sekolah Rakyat di Bali. Namun, jumlah calon peserta didik yang terdaftar mencapai 406 orang, menunjukkan minat masyarakat yang tinggi terhadap program ini. Angka tersebut memperkuat kebutuhan akan peningkatan kapasitas Sekolah Rakyat.

Menurut Mensos, peningkatan jumlah siswa ini menjadi tantangan baru bagi pemerintah. “Pembangunan sekolah harus berjalan seiring dengan permintaan yang meningkat,” katanya. Dalam konteks ini, Prabowo menilai bahwa pemerintah perlu mempercepat pengadaan sumber daya dan memastikan program ini bisa berjalan secara terstruktur.

Kebutuhan Transformasi Pendidikan

Prabowo mengingatkan bahwa kualitas pendidikan memerlukan biaya besar. Karena itu, ia menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran. “Setiap dana yang dikeluarkan harus memberikan manfaat maksimal, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya sekadar pendidikan, tetapi juga wadah untuk melatih keterampilan dan meningkatkan kualitas SDM secara keseluruhan. “Dengan pendidikan yang berkualitas, kita bisa menciptakan generasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial,” kata Prabowo.

Program Sekolah Rakyat, menurutnya, juga memberikan peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk tidak ketinggalan dalam perjalanan pembangunan. “Dengan fasilitas yang memadai dan pengelolaan yang baik, masyarakat bisa meraih pendidikan yang layak,” ujarnya.

Pengelolaan Sumber Daya sebagai Kunci Sukses

Pada akhir kunjungannya, Prabowo kembali mengingatkan bahwa negara harus memperkuat kemampuan mengelola sumber daya. “Kita harus terus berupaya mengoptimalkan penggunaan dana negara, agar hasilnya bisa diberikan kepada rakyat,” katanya.

Ia berharap pemerintah bisa menjadi pelaku yang konsisten dalam menjaga kekayaan negara. Dengan cara ini, pendidikan dan pelatihan bisa menjadi pondasi utama untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dan berkualitas. “Kita harus memastikan bahwa semua potensi yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal,” tegas Prabowo.

Harapan Masyarakat untuk Program Pendidikan

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo juga mengakui bahwa masyarakat memiliki harapan besar terhadap program Sekolah Rakyat. Ia menilai, program ini perlu dilanjutkan dengan komitmen yang kuat. “Perkembangan Sekolah Rakyat sudah baik, tetapi kita harus terus memperbaikinya agar bisa menjangkau lebih banyak orang,” ujarnya.

Menurut Prabowo, percepatan pembangunan Sekolah Rakyat akan memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. “Dengan akses pendidikan yang lebih luas, kita bisa menciptakan tenaga kerja yang lebih berkualitas,” katanya. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi paling berharga untuk masa depan bangsa.

Peran Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Program

Prabowo meminta pemerintah daerah berperan aktif dalam mempercepat pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Ia menyatakan bahwa kerja sama antara pusat dan daerah akan menjadi kunci keberhasilan. “Kementerian harus memberikan dukungan, sementara pemerintah daerah perlu menggali potensi lokal untuk mempercepat progres,” ujarnya.

Dengan adanya Sekolah Rakyat, Prabowo berharap masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan pelatihan dan pendidikan sesuai kebutuhan mereka. “Program ini memberikan ruang bagi setiap individ