PondokKebaikan
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sentil Gaji Direksi – Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset

Published Juni 29, 2026 · Updated Juni 29, 2026 · By Dewi Hidayat

Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset

Sentil Gaji Direksi - Presiden Prabowo Subianto menunjukkan dukungan terhadap inisiatif yang menyerukan agar perusahaan-perusahaan milik negara (BUMN) menggunakan sebagian keuntungan mereka untuk mendorong kemajuan riset dan inovasi nasional. Ia menilai hal ini penting dalam memastikan sektor strategis negara dapat berkembang secara berkelanjutan dan berkontribusi pada pembangunan.

Dalam konteks ini, Prabowo mengungkapkan bahwa penyederhanaan jumlah BUMN menjadi 250 perusahaan menjadi langkah krusial untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban biaya yang tidak produktif. Upaya ini bertujuan agar BUMN bisa fokus pada bidang-bidang utama yang memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Prabowo juga menekankan bahwa proses penyesuaian struktur BUMN diharapkan selesai dalam dua tahun. Dengan demikian, perusahaan negara akan bekerja lebih transparan serta profesional. "Sudah ada usulan bahwa setiap BUMN harus mengalokasikan sebagian laba mereka untuk kegiatan riset dan inovasi," jelasnya, Minggu (28/6/2026), dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta International Convention Center (JICC).

Peran BUMN dalam Kemajuan Nasional

Di kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan bahwa BUMN harus menjadi instrumen utama dalam membangun sektor ekonomi dan teknologi Indonesia. Ia menegaskan bahwa keuntungan perusahaan-perusahaan milik negara harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan inovasi, terutama dalam bidang penelitian yang dianggap sangat kritis.

“Tadi juga ada usul bahwa biaya riset diusulkan agar tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset. Dan untuk riset, inovasi, ini bagus, usul,” kata Prabowo, diakui sebagai langkah strategis dalam menjaga konsistensi pengembangan sumber daya lokal.

Presiden menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi dengan berbagai institusi, baik dalam maupun luar negeri, untuk memperkuat ekosistem riset nasional. "Usulan lain tentang kerja sama dengan institusi luar negeri yang melibatkan kampus-kampus universitas di berbagai bidang dan daerah, saya kira ini benar. Nanti kita akan ke arah situ semua," tambahnya.

Optimasi Biaya dan Kinerja BUMN

Menurut Prabowo, penyederhanaan jumlah BUMN bukan hanya tentang mengurangi jumlah perusahaan, tetapi juga memastikan bahwa struktur organisasi tidak terlalu kompleks. "Dari seribu lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300 lah. Bagaimana Pak Dony, ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250," ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa dengan pengurangan jumlah BUMN, biaya operasional bisa dihemat, sehingga anggaran negara lebih efektif digunakan untuk kepentingan masyarakat. "Bayangkan, lebih dari 750 perusahaan BUMN ditutup. Jumlah direksi dan komisaris juga akan dikurangi secara signifikan. Jumlah mereka sekarang sekitar 750, nanti dikurangi hingga 4 atau 5 kali lipat. Ini berdampak pada pengeluaran biaya overhead dan gaji, yang seharusnya dialihkan ke sektor yang lebih produktif," tambah Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa BUMN harus dipastikan bisa beroperasi secara efektif. "Kita mau sekarang rasional, efisien. Dan ini kita buktikan, ini kita lakukan. Saya minta dalam tahun ini harus selesai. Jadi dalam dua tahun, kita akan membuat BUMN-BUMN lebih transparan dan profesional," katanya.

Penyesuaian Struktur untuk Kemajuan Jangka Panjang

Usulan alokasi laba BUMN untuk riset dan inovasi dianggap Prabowo sebagai bagian dari upaya untuk menjadikan perusahaan negara sebagai pelaku pembangunan yang lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat. "Laba-laba yang diperoleh BUMN tidak boleh hanya digunakan untuk beroperasi, tetapi juga untuk menggerakkan proyek-proyek yang memberikan dampak jangka panjang," katanya.

Prabowo juga menyoroti pentingnya perbaikan kinerja BUMN. Meskipun beberapa perusahaan mulai menunjukkan hasil positif, ia menekankan bahwa perlu dilakukan penyesuaian lebih lanjut agar BUMN dapat beroperasi secara lebih optimal. "Satu tahun ini sudah mulai ada laba, tetapi ini masih awal. Kita harus terus memperbaiki struktur agar BUMN benar-benar bisa menjadi pilar utama dalam keberlanjutan pembangunan nasional," tuturnya.

Menurut Prabowo, efisiensi BUMN tidak hanya meningkatkan kinerja, tetapi juga mengurangi beban keuangan yang tidak perlu. "BUMN harus memiliki struktur yang rasional, sehingga tidak terbebani oleh biaya overhead yang besar. Ini adalah uang rakyat semua, dan perusahaan tidak untung hanya bayar overhead," jelasnya.

Peran Kampus dalam Inovasi Nasional

Di sisi lain, Prabowo mengapresiasi peran perguruan tinggi dalam menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan bangsa. "Kampus adalah tempat di mana ide-ide baru muncul, bukan tempat pertentangan. Kita perlu memastikan bahwa kampus bisa menjadi wadah pengembangan riset yang diproduktifkan oleh BUMN," katanya.

Usulan kemitraan antara lembaga pendidikan tinggi dengan BUMN dianggap sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan penelitian akademik dengan kebutuhan industri. "Kerja sama ini bisa menghasilkan solusi-solusi inovatif yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, terutama di bidang teknologi dan ekonomi," tambah Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa penyesuaian struktur BUMN harus didukung oleh perencanaan yang matang. "Dengan mengurangi jumlah BUMN, kita bisa memastikan sumber daya manusia dan finansial terfokus pada bidang-bidang yang paling mendesak. Ini bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga tentang efektivitas dalam membangun ekonomi dan kemajuan teknologi Indonesia," pungkasnya.