Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower – Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula
Penyidik Polri Terus Perluas Pencarian Bukti Korupsi di Proyek Pabrik Gula Situbondo
Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA - Kegiatan penyidikan yang dilakukan oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Korps Kortastipidkor) Polri terus berjalan intensif. Selama ini, penyidik telah melakukan penggeledahan di kantor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, yang berlokasi di WIKA Tower 2, Jakarta. Tindakan ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan dalam menuntut pelaku dugaan korupsi terkait proyek pengembangan dan modernisasi Pabrik Gula Assembagoes di Situbondo, Jawa Timur.
Kasus ini berkaitan dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI, yang mengelola proyek selama periode 2016 hingga 2022. Berdasarkan hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, diperkirakan kerugian negara mencapai lebih dari Rp645 miliar akibat tindakan korupsi yang diduga terjadi. Penyidik menyita berbagai dokumen fisik dan digital sebagai alat bukti utama, termasuk hard copy, soft copy, serta data elektronik yang tersimpan dalam surat elektronik dan email.
Kegiatan Penggeledahan Diupayakan Transparan dan Profesional
Kombes Pol Gunawan, Ketua Tim Penyidik Kortastipidkor Polri, menjelaskan bahwa penggeledahan dilakukan secara terstruktur. "Kita melakukan penyidikan untuk mengumpulkan alat bukti tambahan, yang nantinya akan dianalisis dan didalami agar proses hukum berjalan cepat dan pasti," ujar Gunawan kepada media pada Selasa (9/6/2026). Ia menekankan bahwa seluruh proses penyidikan dilakukan dengan profesional, transparan, serta akuntabel untuk memastikan keadilan.
"Dalam dugaan tindak pidana korupsi ini, telah terjadi kerugian keuangan negara sekitar Rp645 miliar lebih, berdasarkan laporan audit BPK RI," kata Gunawan. Ia menambahkan bahwa penyidikan berlangsung untuk memperkuat pembuktian terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Dalam penyitaan tersebut, penyidik mengakses sejumlah ruangan di lantai 3 dan lantai 12 WIKA Tower 2. "Di lantai tersebut, kita menemukan beberapa dokumen yang diduga relevan dengan kasus yang sedang ditangani," jelas Gunawan. Kebutuhan untuk mengungkap peristiwa korupsi ini didorong oleh fakta bahwa proyek pengembangan pabrik gula tersebut dianggap memiliki potensi besar dalam memperbaiki sektor pertanian, namun kini menjadi sumber kerugian.
KSO Berperan dalam Proyek yang Diduga Melibatkan Tiga Perusahaan
Kasus korupsi Situbondo diduga melibatkan kerja sama operasi (KSO) yang meliputi tiga perusahaan, yaitu PT WIKA, PT Barata Indonesia, dan PT Multinas Sejahtera Indonesia. Gunawan menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan sumber daya manusia, tetapi juga menyentuh aspek manajemen keuangan dan kontrak kerja. "KSO tersebut menjadi titik fokus dalam penyidikan, karena diperkirakan berperan langsung dalam pengelolaan dana proyek," tambahnya.
Penyidik menyatakan bahwa bukti fisik dan digital yang diperoleh dari kantor WIKA di Jakarta akan menjadi dasar untuk menetapkan pihak yang bertanggung jawab. "Dokumen-dokumen yang kita sita dianggap memiliki kekuatan hukum dan bisa membantu menunjukkan titik temu antara kontrak dan pelaksanaan proyek," ujar Gunawan. Selain itu, pencarian bukti juga diperluas ke sejumlah lokasi lain di Jawa Timur, yang diduga berkaitan dengan dua perusahaan mitra.
"Kita juga melakukan penggeledahan di lokasi terkait PT Barata Indonesia dan PT Multinas Sejahtera Indonesia. Hal ini untuk memastikan tidak ada bukti yang terlewat, khususnya yang bisa mengungkap keseluruhan jaringan korupsi," lanjut Gunawan. Ia menekankan bahwa kegiatan penyidikan tidak hanya bersifat investigatif, tetapi juga bertujuan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.
Kebutuhan untuk menyelidiki seluruh aspek proyek ini semakin mendesak karena dampaknya terhadap kinerja perusahaan dan kepercayaan publik. Gunawan mengungkapkan bahwa pihak-pihak yang terlibat diperkirakan telah memanfaatkan kesempatan dalam pengelolaan dana untuk mengeksploitasi celah administratif. "Kerugian negara mencapai angka besar, sehingga penting untuk mempercepat penyidikan agar keadilan tidak terhambat," jelasnya.
Korupsi Proyek Pabrik Gula: Dampak Terhadap Ekonomi dan Kepatuhan
Kasus ini menggambarkan bagaimana korupsi bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap proyek-proyek pemerintah. Menurut Gunawan, penggeledahan di lantai 12 WIKA Tower 2 menjadi bagian dari upaya untuk mengungkap peran perusahaan dalam penyaluran dana. "Dokumen-dokumen yang kita sita dianggap kritis dalam memperjelas bagaimana proyek tersebut berjalan, baik secara finansial maupun operasional," imbuhnya.
Kegiatan penyidikan yang dilakukan Polri juga menjadi contoh bagaimana institusi hukum berupaya memastikan transparansi dalam proyek besar. Gunawan menjelaskan bahwa selain bukti fisik, penyidik juga mengumpulkan data elektronik untuk memperkuat penelusuran. "Proses ini membutuhkan kehati-hatian, karena setiap dokumen bisa menjadi kunci untuk menyelidiki pelaku," katanya.
"Kita harap dengan mengungkap seluruh rangkaian korupsi ini, bisa memperbaiki sistem pengelolaan dana di sektor pertanian," ujar Gunawan. Ia menambahkan bahwa proses hukum yang sedang berlangsung diharapkan dapat selesai dalam waktu dekat, sehingga masyarakat bisa melihat hasil yang jelas.
Dengan adanya penyitaan di kantor WIKA, Polri menegaskan komitmennya untuk menuntut para pelaku korupsi secara tegas. Gunawan menyatakan bahwa setiap langkah penyidikan dilakukan untuk menjamin keadilan, baik bagi pihak yang diduga bersalah maupun bagi masyarakat yang merasa dirugikan. "Kita akan menetapkan pelaku pidana berdasarkan bukti yang kuat, dan prosesnya tidak akan berhenti sampai tuntas," tegasnya.
Kasus ini juga memperlihatkan betapa pentingnya auditor internal dan eksternal dalam mengawasi penggunaan dana publik. Dengan menggandeng BPK RI, penyidik mencoba memastikan bahwa kerugian yang terjadi benar-benar tercatat dan bisa menjadi dasar untuk tuntutan hukum. Selain itu, penyidik berharap hasil investigasi ini dapat memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang terlibat.
Kebijakan anti-korupsi yang diterapkan Polri diharapkan bisa menjadi contoh untuk perusahaan-perusahaan lainnya. Gunawan menekankan bahwa penyidikan ini bukan hanya tentang mengungkap kejahatan, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih sehat. "Dengan memperkuat proses penyidikan, kita bisa mencegah penyalahgunaan dana di masa depan," tutupnya.
Harapan untuk Keadilan dan Perbaikan Sistem
Pencarian bukti yang dilakukan di Jakarta dan Jawa Timur merupakan bagian dari langkah strategis Polri untuk men