PondokKebaikan
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Main Agenda: Prabowo Sempat Panggil Jaksa Agung Bahas Kasus Febrie Adriansyah, Begini Penjelasan Istana

Published Juli 15, 2026 · Updated Juli 15, 2026 · By Indah Wibowo

Presiden Prabowo Mengundang Jaksa Agung ke Istana, Bahas Kasus Febrie Adriansyah

Main Agenda - Pada malam hari tanggal 11 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto secara resmi memanggil Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk hadir di Istana Negara. Pertemuan penting ini diselenggarakan dengan tujuan utama membahas perkembangan terbaru dari kasus korupsi yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah. Langkah ini menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap dinamika penegakan hukum yang sedang berlangsung.

Konteks Pemanggilan dan Ketegangan Antarinstansi

Pemanggilan tersebut dilakukan sebagai respons langsung terhadap penetapan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dalam sejumlah perkara korupsi. Penetapan ini tidak hanya menjadi berita besar, tetapi juga memicu munculnya isu ketegangan antara dua institusi penegak hukum utama, yaitu Kejaksaan Agung dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Situasi ini menjadi perhatian khusus bagi Presiden karena dapat memengaruhi citra pemerintahan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa pemanggilan memang telah dilakukan. Ia menjelaskan bahwa Presiden menginginkan laporan langsung mengenai pengungkapan kasus korupsi yang saat ini menjadi sorotan publik. Menurut Prasetyo, adanya kejadian penting tentu membuat Presiden ingin mendapatkan informasi secara langsung dari pihak yang berwenang.

"Ya kan karena ada sebuah kejadian ya tentu beliau ingin mendapatkan laporan," ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Fokus pada Stabilitas Nasional

Pemanggilan ini terjadi tak lama setelah Febrie Adriansyah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang ditangani oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri. Meskipun situasi sempat memanas, Prasetyo tidak memberikan jawaban tegas apakah Presiden secara eksplisit memerintahkan penghentian kegaduhan antara kedua institusi tersebut.

Namun, ia menekankan bahwa Presiden Prabowo sangat fokus pada stabilitas nasional sebagai kunci utama pembangunan ekonomi. Prasetyo menambahkan bahwa Presiden berulang kali mengingatkan jajarannya untuk meminimalkan segala bentuk kegaduhan yang dapat mengganggu jalannya pemerintahan. Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas menjadi prioritas utama dalam agenda pemerintahan saat ini.

"Kalau bicaranya pertanyaannya masalah kegaduhan, kan sebenarnya tidak hanya berkenaan dengan masalah ini. Berkali-kali juga beliau sampaikan kami mewakili presiden, pemerintah syarat untuk yang tadi kami sampaikan, membangun ekonomi itu salah satunya stabilitas. Nah syarat stabilitas ya tentunya kita berharap mengurangi meminimalisir kegaduhan-kegaduhan. Jadi semangatnya itu," pungkasnya.

Misteri Pengganti Febrie Adriansyah Terungkap

Selain membahas kasus korupsi, perkembangan terbaru juga menyangkut penggantian posisi Febrie Adriansyah. Mensesneg Prasetyo Hadi menyebutkan nama Kuntadi sebagai calon pengganti yang akan mengambil alih tugas-tugas penting di Kejaksaan Agung. Langkah ini diharapkan dapat membantu meredakan ketegangan yang ada dan memastikan kelancaran kerja institusi penegak hukum.

Presiden Prabowo Subianto secara khusus memanggil Jaksa Agung ST Burhanuddin ke Istana pada Sabtu (11/7/2026) malam. Pertemuan tersebut dilakukan guna membahas perkembangan kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Kehadiran kedua pimpinan institusi ini menunjukkan pentingnya koordinasi dalam menangani isu-isu strategis nasional.

Dengan langkah-langkah yang diambil, pemerintah berharap dapat menciptakan kondisi yang kondusif bagi pembangunan ekonomi. Stabilitas nasional menjadi fondasi utama untuk memastikan bahwa berbagai program pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan berarti. Presiden terus menekankan pentingnya minimalkan kegaduhan agar fokus pada tujuan besar negara dapat tercapai.