PondokKebaikan
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Main Agenda: Mantan Bupati Hingga Kader PDIP di Lampung Login ke PSI

Published Juni 28, 2026 · Updated Juni 28, 2026 · By Indah Wibowo

Pelantikan Kader PSI di Lampung Menjadi Titik Tumpu Perkembangan Politik Baru

Main Agenda - Pada hari Sabtu, 27 Juni 2026, Ketua Umum Partai Sahabat Persatuan Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menghadiri acara pelantikan kader partai tersebut di Kota Bandar Lampung. Upacara ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat keberadaan PSI di daerah yang menjadi salah satu pusat politik provinsi Sumatra Selatan. Kaesang, yang dianggap sebagai wajah baru partai, turut memimpin prosesi pemasangan jaket kepada lima tokoh yang secara resmi bergabung ke PSI. Hadirnya mereka diharapkan mampu meningkatkan kekuatan suara partai di wilayah tersebut.

Kader Lama Berpindah ke PSI: Pertanda Perubahan Dinamika Politik

Acara pelantikan ini menarik perhatian karena melibatkan sejumlah nama politik yang sebelumnya tergabung dalam partai berbeda. Dari kelima tokoh yang dilantik, dua di antaranya adalah mantan kepala daerah. Pertama, Agung Ilmu Mangkunegara, mantan Bupati Lampung Utara periode 2014–2019, yang kini menjadi Bupati terpilih untuk periode 2019–2024. Kedua, mantan anggota dewan dari partai lain yang juga disebut sebagai tokoh yang "login" ke PSI. Tidak hanya mantan kepala daerah, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga ikut bergabung, menunjukkan adanya pergeseran loyalitas di kalangan partai besar.

Dalam prosesi tersebut, Kaesang tidak hanya melantik kader baru, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para anggota DPD, DPC, dan DPRT. Ia didampingi oleh Ketua DPW PSI Lampung, Achmad Ridho Julian, serta Bendahara Umum DPP PSI, Fenty Noverita. Kehadiran mereka menegaskan komitmen partai untuk membangun jaringan politik yang solid di Lampung. Selain itu, Kaesang juga melakukan penjaketan kepada lima tokoh yang memiliki pengaruh signifikan di daerah tersebut.

Surat Tugas dan Nama-Nama yang Berpindah

Kelima individu yang masuk ke PSI terdiri dari berbagai latar belakang. Di antaranya adalah Suprianto, yang pernah menjabat sebagai Ketua DPW Provinsi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ada pula Anggi Romando, ketua DPD Lampung Barat PPP, serta tiga mantan anggota dewan dari fraksi berbeda. Gus Mansur, misalnya, merupakan anggota DPRD periode 2019–2024 dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sedangkan Sahlan Sukur berasal dari Fraksi PDI di DPRD Lampung.

Menurut Achmad Ridho Julian, kehadiran para tokoh dari partai lain ke PSI menjadi berkah bagi partai tersebut. "Dengan penjaketan enam mantan kepala daerah dan anggota dewan, saya yakin basis PSI semakin mantap," ujar Achmad Ridho dalam wawancara usai acara. Ia menekankan bahwa langkah ini bukan hanya memperkuat jumlah kader, tetapi juga menambah pengaruh politik partai di tingkat provinsi. "Acara alhamdulillah berjalan sukses, insyaallah semakin menambahkan kekuatan kita di Kota Bandar Lampung khususnya dan di Provinsi Lampung umumnya," tambahnya.

"Dengan penjaketan enam mantan kepala daerah dan mantan anggota dewan, saya yakin basis PSI semakin mantap," kata Achmad Ridho Julian, Sabtu (27/06/2026). "Acara alhamdulillah berjalan sukses, insyaallah semakin menambahkan kekuatan kita di Kota Bandar Lampung khususnya dan di Provinsi Lampung umumnya," ujarnya.

Jokowi Turut Hadir: Strategi Politik di Daerah Kunci

Acara pelantikan tidak hanya dihadiri oleh Kaesang Pangarep, tetapi juga diikuti oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Kehadiran Jokowi menjadi sorotan karena ini adalah pertama kalinya ia membesuk Lampung sebagai bagian dari safari politiknya bersama pengurus dan anggota PSI. Dalam sesi pertemuan, Jokowi menyampaikan bahwa ia hadir untuk memberi motivasi kepada para kader, terutama dalam memperkuat kehadiran partai di daerah yang dianggap sebagai "Gerbang Pulau Sumatra".

Jokowi menyatakan bahwa Lampung memiliki peran strategis dalam membangun basis dukungan politik. "Saya datang ke sini untuk mendukung pengembangan PSI di wilayah ini," ujarnya. Keberadaan Jokowi di acara tersebut dianggap sebagai tanda bahwa partai kecil tersebut mendapat perhatian serius dari pemimpin tertinggi. Sebagai mantan bupati, Jokowi juga dikenal sebagai tokoh yang kerap memimpin perubahan di berbagai daerah, termasuk Lampung. Namun, kehadirannya kali ini dianggap lebih dari sekadar dukungan, tetapi juga sebagai pengakuan terhadap potensi PSI.

Respons PAN: Tidak Terancam, Tunggu PSI Masuk Senayan

Pelantikan kader PSI di Bandar Lampung juga menarik perhatian Partai Amanat Nasional (PAN), yang menyatakan bahwa keberadaan PSI tidak akan mengancam kekuatan mereka. Seorang perwakilan PAN mengungkapkan, "Kami tetap yakin PSI bisa lolos ke Senayan, tapi tidak akan menggoyahkan kita. Kami menunggu proses pendaftaran mereka di tingkat nasional," kata sumber yang enggan disebutkan. Hal ini menunjukkan bahwa PAN memandang keberhasilan PSI di Lampung sebagai peluang, bukan ancaman, terutama karena partai tersebut baru saja mengalami perubahan struktur kepengurusan.

Analisis Kehadiran PSI di Lampung: Tantangan dan Peluang

Kehadiran lima tokoh politik di Bandar Lampung dianggap sebagai langkah krusial bagi PSI dalam meraih suara lebih banyak di wilayah ini. Lampung, yang memiliki populasi sekitar 3,5 juta penduduk, merupakan pasar politik yang strategis karena keragaman suku dan budaya. Keberhasilan pelantikan ini diharapkan menjadi pondasi untuk menggarap pemilihan legislatif atau pilkada yang akan datang. Achmad Ridho Julian menegaskan bahwa partai tersebut ingin menjangkau lebih banyak pemilih dengan memberikan ruang bagi tokoh lokal yang memiliki pengalaman administratif.

Menurut seorang analis politik, kepindahan mantan kepala daerah dan kader PDIP ke PSI menunjukkan keinginan untuk mengubah arah politik di Lampung. "PSI sedang mencoba membangun kekuatan baru dengan menggandeng tokoh yang sebelumnya dikenal sebagai 'pemimpin' di daerah," jelasnya. Ini berpotensi memperkuat keterwakilan partai di kawasan Sumatra Selatan, yang sebelumnya dominan dihuni oleh PDIP dan PPP. Dengan adanya kader baru, PSI diharapkan bisa merangkul pemilih yang tidak puas dengan partai lama, termasuk mereka yang tergolong nasionalis atau anti korupsi.

Peran Kaesang dan Komitmen Partai untuk Masa Depan

Kaesang Pangarep, sebagai Ketua Umum PSI, berperan penting dalam memperkuat kemitraan dengan kader daerah. Ia tidak hanya menghadiri pelantikan, tetapi juga berusaha membangun hubungan yang