Latest Program: Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut
Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut
Latest Program - Di tengah suasana konvensi sains, teknologi, dan industri yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan pesan penting mengenai keharmonisan dalam masyarakat. Acara yang berlangsung Jumat (26/6/2026) menarik perhatian sekitar 2.600 peserta, terdiri dari para rektor, dekan, dan dosen dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Dalam sambutannya, Prabowo mengingatkan bahwa bangsa harus mengutamakan persatuan meski terjadi perbedaan pendapat dalam konteks politik.
KSTI 2026: Sarasehan Kebangsaan yang Membangun
Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 menjadi panggung bagi Prabowo untuk menyampaikan refleksi politik. Acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan akademisi itu dimulai dengan penyanyian lagu Indonesia Raya, lalu dilanjutkan dengan pembacaan doa. Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, memberikan laporan singkat mengenai perkembangan sektor sains dan teknologi di Indonesia.
Prabowo memulai pidatonya dengan menceritakan pengalaman pribadinya sebagai pemimpin politik. Ia mengungkapkan bahwa meskipun telah mengalami kekalahan empat kali dalam pemilihan umum, dirinya selalu menjaga sikap dewasa dan tidak pernah memicu perdebatan yang memanas. "Saya maju lima kali untuk memperoleh mandat dari rakyat. Empat kali saya tidak mendapat dukungan, tapi setiap kali saya kalah, saya tidak pernah meributkan hasil pemilu," jelas Prabowo, yang ditemani oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat tiba di JICC.
"Kita harus paham bahwa demokrasi adalah bentuk dari kedaulatan rakyat. Jika setiap kali pemilu berakhir dengan gaduh dan ribut, maka apa gunanya kita mengikuti proses demokratis ini? Apakah kita ingin negara kita terus menerus bermasalah, atau justru menuju kesejahteraan yang optimal untuk seluruh rakyat?"
Dalam konteks tersebut, Prabowo menyoroti kecenderungan masyarakat yang sering kali melupakan tujuan utama pemilu, yaitu mencapai kesejahteraan bersama. Ia menekankan bahwa kegaduhan politik setelah pemilu hanya akan menghambat kemajuan bangsa, terutama dalam bidang sains dan teknologi yang menjadi fokus KSTI 2026. "Kita mungkin merasa kecewa saat tidak mendapatkan hasil yang diharapkan, tapi alternatifnya apa? Apakah kita harus terus berpolemik dan melupakan agenda utama?" tanya Prabowo.
Prabowo juga menyoroti bagaimana kekalahan bisa memicu emosi, namun sebagai warga negara, prioritas utama adalah menjaga stabilitas dan keharmonisan. "Saya selalu berusaha dengan cara persuasif. Jika ada pihak yang merasa tidak puas, silakan menyampaikan pendapat. Tapi jangan sampai kegaduhan menggerogoti persatuan bangsa kita," imbuhnya.
Pemilu Sebagai Proses, Bukan Akhir
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa pemilu adalah bagian dari proses demokrasi, bukan akhir dari semuanya. "Kita harus bisa menerima bahwa setiap pemimpin terpilih memiliki hak untuk memimpin selama masa jabatannya. Sementara itu, siapa pun yang tidak terpilih juga punya tanggung jawab untuk mendukung kebijakan pemerintahan," ujarnya. Pidato tersebut menggarisbawahi sikap profesional dan dewasa yang selama ini dikenal oleh Prabowo.
"Saya tidak pernah mengganggu pemimpin yang mendapat mandat dari rakyat. Apa pun hasilnya, saya selalu menjaga suasana yang tenang. Jika ada yang merasa terluka, itu wajar, tapi jangan sampai kita menghancurkan persatuan yang sudah tercapai," kata Prabowo.
Prabowo mengungkapkan bahwa dalam empat kali kekalahan pemilu, dirinya selalu fokus pada tujuan bersama. "Kesempatan berikutnya bukan akhir dari perjalanan, tapi awal untuk memperbaiki diri dan kembali memberikan kontribusi untuk rakyat," tambahnya. Ia menegaskan bahwa setiap kegagalan adalah pelajaran berharga, dan keberhasilan adalah hasil dari usaha yang konsisten.
Saat tiba di JICC, Prabowo diiringi oleh lagu Maju Tak Gentar, yang menjadi simbol semangat perjuangan para tokoh nasional. Sebelum acara dimulai, ia menyapa sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang hadir. Pidato dan kesempatannya untuk berdiskusi dengan para akademisi menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga koordinasi antara lembaga pemerintah dan dunia akademisi.
Prabowo juga menyampaikan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi. "Jika ada pihak yang memilih jalan gaduh, silakan. Tapi kita harus bisa melihat hasilnya. Negara lain mungkin menuju kemakmuran dengan cara yang tenang, sementara kita masih terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif," lanjutnya.
"Setiap kali pemilihan berlangsung, yang kalah sering kali menjadi sasaran kritik. Tapi apakah kita pernah berpikir bahwa kegaduhan itu justru menghambat kemajuan bangsa? Kita harus berpikir lebih jauh, karena rakyat membutuhkan stabilitas untuk berkembang," ujar Prabowo.
Acara KSTI 2026 yang berlangsung di JICC diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan. Dalam tema "Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia", Prabowo menegaskan bahwa kuncinya adalah mengubah persaingan politik menjadi kerja sama untuk kepentingan rakyat. "Sebagai anak bangsa, kewajiban kita adalah mengabdikan diri kepada rakyat, terutama mereka yang paling lemah dan membutuhkan perlindungan," tambahnya.
Sebagai mantan calon presiden, Prabowo mengingatkan bahwa kekalahan bukanlah akhir dari semuanya. "Saya selalu berusaha menyampaikan pesan yang sama: persatuan adalah prioritas. Jika kita terus berpolemik, maka pembangunan akan terhambat," kata Prabowo, yang dikenal sebagai tokoh yang mengutamakan kebersamaan.
Dalam kesempatan ini, Prabowo juga mengapresiasi peran dunia akademisi dalam membentuk pola pikir masyarakat. "Akademisi adalah pelaku yang paling kritis dan mampu memberikan solusi untuk permasalahan bangsa. Saya yakin, dengan kolaborasi yang baik, kita bisa menciptakan keadaan yang lebih baik," tutur Prabowo. Pidatonya menutup acara dengan harapan para peserta KSTI 2026 bisa menjadikan konvensi ini sebagai langkah awal untuk membangun Indonesia yang lebih maju.
Konvensi sebagai Platform Kolaborasi
KSTI 2026, yang berlangsung selama tiga hari, menjadi ajang dialog antara pemerintah dan akademisi untuk membahas isu-isu strategis. Prabowo menyatakan bahwa konvensi tersebut bertujuan untuk mempercepat proses pembangunan melalui inovasi teknologi dan kebijakan yang terencana. "Dunia akademisi harus menjadi mitra yang andal dalam mencapai kesejahteraan rakyat. Kita tidak boleh lupa bahwa tujuan utama dari semua kegiatan politik adalah membangun bangsa," ujarnya.
Prabowo menekankan bahwa kegaduhan politik setelah pemilu hanya akan menghambat kemajuan. "Masyarakat harus bisa menyadari bahwa perbedaan pendapat bisa menjadi bahan diskusi, bukan alasan untuk saling menyalahkan. Jika kita terus mempermasalahkan hasil pemilu, maka kita akan kehilangan momentum pembangunan," imbuhnya. Pidato ini menunjukkan sikap Prabowo yang terus menerus berusaha menjaga kesatuan, meski dalam konteks politik ia sendiri pernah mengalami kekalahan empat kali.
Selain