Key Strategy: Menteri UMKM Sebut Pendapatan Ojol Tak Menurun usai Kebijakan Potongan Aplikator 8 Persen
Key Strategy: Pendapatan Ojol Stabil Usai Kebijakan Potongan 8 Persen
Key Strategy - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa pendapatan para pengemudi ojol tidak mengalami penurunan sejak implementasi kebijakan baru. Sebagai Key Strategy utama pemerintah, kebijakan komisi sebesar 92 persen untuk mitra pengemudi telah diterapkan sejak bulan Juli 2026. Pernyataan resmi ini disampaikan untuk meluruskan persepsi publik yang keliru mengaitkan penurunan pendapatan dengan perubahan skema pembagian komisi.
Menurut penjelasan Maman, sebagian pengemudi yang merasakan penurunan penghasilan dalam beberapa waktu terakhir sebenarnya disebabkan oleh faktor musiman. Kondisi seperti libur sekolah dan libur perkuliahan berdampak signifikan pada berkurangnya permintaan layanan transportasi. Key Strategy ini menunjukkan bahwa penurunan tersebut bukan murni akibat perubahan skema pembagian komisi yang baru diterapkan.
Implementasi Perpres Nomor 27 Tahun 2026
Kebijakan pembagian komisi dengan porsi 8 persen untuk aplikator merupakan wujud nyata implementasi Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026. Regulasi ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan para mitra ojol secara menyeluruh. Pemerintah telah melakukan pendekatan komprehensif dengan meminta masukan dari 19 komunitas dan asosiasi ojol yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Berdasarkan hasil dialog yang intensif tersebut, mayoritas mitra pengemudi menyatakan tidak mengalami penurunan pendapatan akibat kebijakan yang mulai berlaku efektif pada tanggal 1 Juli 2026. Pendekatan konsultatif ini menunjukkan bahwa pemerintah mendengarkan langsung suara para pelaku di lapangan sebelum mengambil keputusan final. Key Strategy ini menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan antara pemerintah dan mitra ojol.
Saya kan menanyakan bahwa ada isu kok katanya dengan komisi mereka ditambahin 92 persen justru pendapatan malah makin kecil. Kita tanyakan sama mereka, enggak juga, ujar Maman usai audiensi di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persepsi negatif yang beredar tidak sesuai dengan realita yang dihadapi para pengemudi. Maman menjelaskan lebih lanjut bahwa meskipun sebagian pengemudi mengaku pendapatannya menurun, kondisi tersebut perlu dilihat dalam konteks waktu liburan sekolah. Bukan semata-mata karena masalah pembagian komisi, melainkan faktor eksternal yang bersifat sementara. Key Strategy ini membantu masyarakat memahami dinamika pendapatan ojol secara lebih komprehensif.
Dampak Positif bagi Mitra Pengemudi
Sebagai informasi, mulai awal Juli 2026 pengemudi ojol menerima minimal 92 persen dari nilai perjalanan. Hal ini terjadi setelah Gojek dan Grab menyepakati penurunan potongan layanan menjadi maksimal 8 persen. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang telah disahkan. Key Strategy ini memberikan kepastian hukum bagi para mitra ojol.
Kami sangat mengapresiasi kepedulian pemerintah terhadap mitra ojol, karena manfaat dari kebijakan 8 persen ini sudah benar-benar kami rasakan dengan naiknya pendapatan kami, ujar Reza, salah satu mitra pengemudi.
Reza, yang merupakan salah seorang mitra pengemudi, menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah yang dinilai sangat memperhatikan kesejahteraan para mitra. Ia merasakan dampak positif secara langsung terhadap penghasilannya setelah kebijakan tersebut diterapkan. Selain itu, Reza juga berharap status ojol sebagai UMKM dapat diikuti dengan program-program nyata.
Program-program tersebut meliputi stimulus, pemberdayaan, maupun kemudahan akses terhadap berbagai program pemerintah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan mitra secara berkelanjutan dan memberikan dukungan yang lebih komprehensif bagi para pengemudi ojol. Key Strategy ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberdayakan UMKM transportasi online.
Pendapat Mitra Pengemudi Lainnya
Senada dengan Reza, mitra pengemudi lainnya bernama Panglima menilai bahwa masukan dari pengemudi yang aktif bekerja di lapangan perlu menjadi pertimbangan utama. Menurutnya, para mitra lebih memahami kondisi riil terkait jumlah order, besaran potongan, biaya operasional, hingga dampak kebijakan terhadap pendapatan sehari-hari.
Status sebagai UMKM atau pengusaha mikro transportasi online ini formula yang paling pas. Kami kerja mandiri dan jadi rekan usaha aplikator. Ini bukti pemerintah hadir dan memperhatikan kesejahteraan mitra, katanya.
Panglima juga mendukung penetapan status ojol sebagai UMKM atau pengusaha mikro transportasi online. Menurutnya, skema tersebut lebih sesuai dengan pola kerja pengemudi yang bermitra dengan perusahaan aplikasi, bukan sebagai pekerja formal. Pendekatan ini memberikan pengakuan resmi terhadap peran strategis para pengemudi dalam ekosistem transportasi digital Indonesia. Key Strategy ini menjadi langkah penting dalam transformasi sektor transportasi online di Indonesia.
Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan para mitra ojol dapat merasakan manfaat yang lebih besar secara ekonomi. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau implementasi Key Strategy ini dan melakukan evaluasi berkala. Melalui pendekatan yang inklusif dan berbasis data, pemerintah yakin bahwa kesejahteraan mitra ojol akan terus meningkat seiring waktu.