Key Strategy: Andrew Mulyono Bos Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Kelima Korupsi MBG, Ini Perannya
Andrew Mulyono, Bos Vendor Motor Listrik, Jadi Tersangka Korupsi MBG
Key Strategy - Kejaksaan Agung resmi menetapkan Andrew Mulyono sebagai tersangka kelima dalam kasus korupsi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tersangka ini adalah direktur PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), yang diduga terlibat dalam penggelembungan harga sepeda motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan nilai kontrak Rp1,035 triliun. Penetapan status tersangka dilakukan pada hari Jumat, 12 Juni 2026, setelah penyidik memastikan adanya cukup bukti untuk menunjukkan peran Andrew dalam penyalahgunaan dana MBG.
Peran Andrew dalam Skema Korupsi
Andrew Mulyono, sebagai komisaris PT YAT, diduga berperan aktif dalam pengaturan kontrak pengadaan motor listrik. Penyidik Jampidsus menyatakan bahwa perusahaan tersebut tidak memenuhi kriteria resmi sebagai vendor layak, sehingga mengakibatkan pengadaan yang tidak efisien. Dalam wawancara, Syarief Sulaeman Nahdi, Direktur Penyidik Jampidsus, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memperluas cakupan MBG, tetapi justru menjadi celah bagi praktik korupsi.
Kebijakan MBG dan Efeknya
Kasus Andrew menyoroti kelemahan dalam pengawasan pengadaan barang untuk MBG, program yang bertujuan menyediakan makanan bergizi kepada masyarakat. Key Strategy dalam program ini mengandalkan motor listrik sebagai alat transportasi ramah lingkungan, tetapi kebijakan tersebut disalahgunakan untuk meningkatkan nilai kontrak secara tidak wajar. Dugaan korupsi ini mengakibatkan kerugian keuangan negara hingga Rp1,035 triliun, menurut Syarief.
Sebelum Andrew, penyidik telah menetapkan empat tersangka lain, termasuk Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua mantan Wakil Kepala BGN. Tersangka-tersangka ini diduga berperan dalam kesepakatan untuk memperbesar biaya pengadaan melalui "mark up" harga. Penetapan Andrew sebagai tersangka kelima menunjukkan bahwa penyidik sedang memperluas investigasi untuk mengungkap seluruh komponen skema korupsi dalam MBG.
Proses penyidikan ini memperlihatkan bagaimana Key Strategy dalam MBG dapat terpengaruh oleh praktik korupsi. Dengan menyetujui kontrak yang tidak kompetitif, Andrew dan rekan-rekannya menyalahgunakan dana yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Motor listrik, yang menjadi bagian dari strategi distribusi, justru menjadi salah satu item yang dipertanyakan dalam kasus ini.
“Kasus korupsi MBG menunjukkan bagaimana Key Strategy dalam pengadaan barang bisa mengarah pada penyalahgunaan anggaran,” jelas Syarief, sebagaimana dilansir Antara. Pernyataan ini menekankan bahwa penggunaan motor listrik sebagai alat transportasi ramah lingkungan tidak cukup menjadi dasar untuk memastikan efisiensi program.
Kasus Andrew Mulyono tidak hanya menimpa PT YAT, tetapi juga mengungkap kelemahan sistem pengadaan di BGN. Key Strategy dalam MBG memang bertujuan untuk memastikan distribusi bahan makanan lebih efisien, tetapi kurangnya pengawasan mengizinkan praktik korupsi terjadi. Penetapan status tersangka pada Andrew menambah daftar pelaku yang dikriminalisasi, menunjukkan bahwa investigasi ini sedang berjalan intensif untuk menutup semua jalur penyalahgunaan dana.