PondokKebaikan
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Issue: Menkes Budi dan Direksi BTN Jadi Guide Runner Pelari Disabilitas di 5K BTN JAKIM 2026

Published Juni 17, 2026 · Updated Juni 17, 2026 · By Fajar Wibowo

BTN JAKIM 2026 Sukses Digelar, Keterlibatan Pelari Disabilitas Dukung Inklusivitas Olahraga

Key Issue - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali mengukuhkan komitmennya untuk mendorong gerakan olahraga yang inklusif dan menyentuh berbagai kalangan masyarakat melalui penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026. Acara tahunan ini tidak hanya menampilkan prestasi para atlet, tetapi juga menjadi platform bagi peserta yang memiliki keterbatasan fisik untuk turut berpartisipasi dalam ajang lari 5K. Inisiatif ini menunjukkan upaya BTN untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan setara bagi semua individu, tanpa memandang kemampuan atau kondisi.

Komitmen Inklusivitas dan ESG

Kemitraan BTN dengan pelari disabilitas binaan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menjadi bagian dari visi perusahaan dalam memperkuat ekosistem olahraga yang inklusif. Dalam acara tersebut, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin turut serta sebagai guide runner, bersama empat direktur BTN, yaitu Setiyo Wibowo (Risk Management), Tan Jacky Chen (Information Technology), I Nyoman Sugiri Yasa (Operations), dan Helmy Afrisa Nugroho (Corporate Banking), serta 10 perwakilan nasabah setia. Kehadiran para guide runner ini tidak hanya mendukung perjuangan pelari disabilitas, tetapi juga menegaskan komitmen BTN terhadap prinsip ESG, terutama dalam aspek sosial.

Pendampingan yang dilakukan oleh para guide runner dianggap sebagai bentuk dorongan nyata bagi pelari disabilitas untuk mencapai garis finis. Melalui keikutsertaan ini, BTN ingin menegaskan bahwa ajang lari tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai wadah bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dan merasakan manfaat olahraga. Setiap langkah yang diambil oleh pelari disabilitas dijaga oleh dukungan dari pihak-pihak yang terlibat, sehingga menginspirasi peserta lain untuk memperkuat semangat berjuang.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, “Lari adalah olahraga yang inklusif, murah, dan sehat karena bisa dilakukan siapa saja. Teman-teman pelari disabilitas hari ini menunjukkan semangat luar biasa. Mereka membuktikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk bergerak, berjuang, dan mencapai garis finis,” ujar Budi usai menyelesaikan lari 5K di BTN JAKIM 2026, Jakarta, Sabtu (13/6).

Ajang BTN JAKIM 2026 menarik perhatian lebih dari 45.000 peserta, baik dari dalam maupun luar negeri. Angka ini mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan olahraga yang digagas perusahaan. Tidak hanya itu, acara ini juga menjadi momentum untuk memperkuat Jakarta sebagai destinasi sport tourism sekaligus membangun budaya hidup sehat yang inklusif.

Menteri Kesehatan Berikan Apresiasi

Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa keterlibatan pelari disabilitas dalam lomba menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi alat untuk menghadirkan kesetaraan. Menurutnya, BTN JAKIM 2026 berhasil menciptakan suasana yang menyemangati masyarakat agar lebih aktif bergerak. “Sekarang banyak orang mulai tertarik dengan lari, baik yang benar-benar serius latihan, maupun yang terdorong oleh tren atau rasa takut ketinggalan zaman (FOMO). Yang penting, masyarakat mulai bergerak. Dengan berolahraga secara rutin, kita bisa menjaga kebugaran tubuh dan menjaga kesehatan secara lebih baik,” imbuh Budi.

Keterlibatan pelari disabilitas di BTN JAKIM 2026 juga menjadi bentuk penghargaan terhadap inisiatif perusahaan dalam menciptakan ruang partisipasi yang lebih luas. Sebelumnya, BTN telah mengadakan kegiatan serupa di Solo, yaitu BTN Run for Disabilities, Run for Inclusivity, yang melibatkan atlet paralimpik. Kebanggaan ini berlanjut ke Jakarta, di mana perusahaan terus mengembangkan kebijakan inklusivitas dalam segala aspek kehidupan.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menuturkan, “Menjadi guide runner bagi pelari disabilitas memberikan pengalaman yang sangat bermakna. Kami tidak hanya berlari bersama, tetapi juga mendukung perjuangan dan semangat mereka di setiap langkah. Mereka menunjukkan bahwa keberanian, ketekunan, dan semangat pantang menyerah adalah nilai yang dapat menginspirasi kita semua,” kata Setiyo.

Setiyo menjelaskan bahwa BTN JAKIM 2026 adalah kelanjutan dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan olahraga yang bisa diakses oleh semua kalangan, termasuk pelari disabilitas. “BTN JAKIM kami hadirkan sebagai lomba lari yang inklusif dan ramah untuk siapa saja, baik pelari profesional, komunitas lari, pelari pemula, masyarakat umum, maupun pelari disabilitas. Semangat inilah yang sejalan dengan penerapan ESG BTN, khususnya pada aspek sosial, yaitu menghadirkan dampak positif dan kesempatan yang setara bagi masyarakat,” tambah Setiyo.

Kolaborasi BTN dengan NPC Indonesia dinilai sangat strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya inklusivitas. Menurut Ketua NPC Indonesia, dukungan BTN membuka ruang bagi pelari dan atlet disabilitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga nasional. Ajang seperti BTN JAKIM 2026 dianggap sebagai langkah penting dalam membangun ekosistem olahraga disabilitas yang berkelanjutan.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, BTN juga menyediakan sarana dan prasarana pendukung untuk atlet paralimpik, serta terus mendorong partisipasi pelari disabilitas dalam berbagai kegiatan olahraga. Inisiatif ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk menjadikan olahraga sebagai sarana pemersatu dan pembangkit semangat dalam masyarakat. Dengan keikutsertaan pelari disabilitas, BTN menegaskan bahwa olahraga adalah media yang mampu mengubah cara pandang terhadap keberagaman.

BTN JAKIM 2026 bukan hanya tentang mencapai garis finish, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai inklusif dalam kehidupan sehari-hari. Acara ini menjadi bukti bahwa ketika masyarakat menyatu dalam olahraga, perbedaan tidak lagi menjadi hambatan, melainkan menjadi keunikan yang bisa saling menginspirasi. Melalui upaya ini, BTN semakin mendekatkan diri dengan masyarakat dan menghadirkan perubahan positif melalui aktivitas yang menyenangkan.