PondokKebaikan
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: Duet ‘Indonesia Emas 2045’ dan ‘India Maju 2047’, PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

Published Juli 8, 2026 · Updated Juli 8, 2026 · By Indah Wibowo

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

Key Discussion - Pada Selasa, 7 Juli 2026, di Komplek Parlemen Jakarta, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menyatakan dukungan penuh terhadap visi Indonesia untuk menjadi negara maju pada tahun 2045. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam pertemuan dengan para anggota legislatif, menegaskan hubungan strategis antara dua negara yang semakin berkembang.

Pernyataan di Komplek Parlemen

Modi menggarisbawahi peran India sebagai mitra yang berkomitmen dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Indonesia. Ia menekankan bahwa kemitraan ini bukan sekadar aliansi politik, melainkan kesepahaman bersama untuk mewujudkan aspirasi masa depan kedua bangsa. Pertemuan di Kompleks Parlemen dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral.

Visi dan Paralelisme

Kedua negara sepakat mempererat kerja sama dalam bidang ekonomi dan maritim, mengacu pada kesamaan visi pembangunan. Indonesia menargetkan mencapai status negara maju pada 2045, sementara India berupaya mewujudkan ambisi "Viksit Bharat 2047" sebagai visi kebanggaan bangsa. Modi mengatakan bahwa kedua negara memiliki "paralelisme visi" yang saling melengkapi, dengan keinginan bersama untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Kita dapat menjadi mitra dalam mewujudkan aspirasi-aspirasi ini. Kita termasuk dalam jajaran masyarakat termuda di dunia. Kita di antara ekonomi utama dengan pertumbuhan tercepat. Kedua negara adalah kekuatan maritim utama. Keduanya adalah suara-suara kuat dari Global South atau negara selatan, dan kita adalah peradaban kuno, sekaligus mitra alami untuk masa depan," tuturnya.

Kemitraan antara Indonesia dan India dianggap sebagai fondasi kuat untuk mempererat hubungan bilateral. Modi mengidentifikasi berbagai kesamaan, termasuk demografi penduduk yang muda dan posisi strategis di peta ekonomi global. Ia menekankan bahwa kekayaan sumber daya manusia yang melimpah serta keberhasilan di bidang perdagangan dan teknologi menjadi dasar untuk kolaborasi yang lebih produktif.

Kedekatan Sejarah

Dalam pidatonya, Modi mengawali dengan menyoroti hubungan historis yang telah menciptakan ikatan kepercayaan antara kedua bangsa. Kedua negara memiliki garis waktu perjuangan kemerdekaan yang hampir serupa, dengan kisah perjuangan yang saling terkait. Ia mengatakan bahwa kebersamaan dalam perjalanan menuju kemerdekaan 100 tahun akan menjadi fondasi untuk kerja sama yang lebih luas.

"Sebagai bangsa yang baru merdeka, perjalanan yang kita mulai bersama di waktu yang sama, akan segera membawa kita pada 100 tahun kebebasan kemerdekaan kita bersama," ujarnya.

Pertemuan ini menandai komitmen kedua negara untuk mengejar tujuan yang serupa, yaitu membangun ekonomi yang kuat dan inklusif. Modi menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 dan Viksit Bharat 2047 adalah dua jalur yang selaras, dengan harapan menghasilkan dampak positif bagi kedua masyarakat. Ia juga menyebutkan bahwa sejarah perjuangan kemerdekaan dan komitmen politik menjadi alasan kuat untuk bekerja sama di berbagai sektor.

Kolaborasi Masa Depan

Kerja sama yang dicanangkan antara Indonesia dan India diharapkan dapat menjadi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi dan penguatan posisi maritim kedua negara. Modi menyatakan bahwa India dan Indonesia memiliki peluang besar untuk bermitra dalam industri pangan, energi, dan teknologi, yang menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi global. Ia juga menyoroti potensi kerja sama di bidang pendidikan dan inovasi, dengan keyakinan bahwa dua bangsa dapat saling memperkaya pengalaman.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah momentum penting dalam hubungan antara dua negara. Dalam diskusi, Modi menekankan bahwa visi pembangunan Indonesia dan India tidak hanya berfokus pada kebutuhan nasional, tetapi juga pada kontribusi global yang lebih besar. Ia berharap kerja sama ini akan memperkuat kepercayaan antara kedua masyarakat, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi rakyat kedua negara.

Puan Ajak Satukan Kekuatan

Dalam upaya memperkuat kemitraan, Puan Maharani, ketua DPR RI, mengajak Modi untuk menjaga hubungan yang berkelanjutan. Kisah Ramayana, yang menjadi simbol persatuan antara Indonesia dan India, dianggap sebagai pengingat akan kebersamaan dalam sejarah. Puan menyatakan bahwa kerja sama ini harus dijaga sebagai bagian dari upaya membangun dunia yang lebih harmonis.

Modi juga menekankan bahwa diskusi mendalam dengan Presiden Prabowo Subianto telah menghasilkan rencana kerja yang konkret. Ia mengatakan bahwa niat baik dan kepercayaan antara India dan Indonesia perlu diubah menjadi peluang nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Berdasarkan visi inilah, Presiden Prabowo dan saya telah melakukan diskusi mendalam. Tujuan kita sangat jelas," tambahnya.

Kemitraan yang dibangun antara Indonesia dan India dianggap sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan global. Modi menyoroti bahwa kedua negara memiliki kekuatan bersama sebagai negara-negara berkembang, dengan kemampuan untuk menjadi pilar ekonomi dunia. Ia berharap keberhasilan visi 2045 dan 2047 dapat menjadi contoh bagus bagi negara-negara lain dalam menggandakan upaya pembangunan.

Dengan kesamaan visi dan kerja sama yang terjalin, Modi yakin bahwa Indonesia dan India akan mampu mengejar tujuan bersama. Ia menegaskan bahwa keberadaan kedua bangsa sebagai "peradaban kuno" memberikan kekuatan tambahan untuk menciptakan keunggulan di masa depan. Pertemuan di Jakarta ini menjadi titik awal dari upaya bersama untuk membangun dunia yang lebih baik melalui kerja sama yang saling menguntungkan.