PondokKebaikan
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

Published Juni 21, 2026 · Updated Juni 21, 2026 · By Hadi Permata

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

Key Discussion - Acara Open House Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 24 Kediri menawarkan wawasan baru tentang kehidupan para siswa di lingkungan pendidikan mereka. Tidak hanya menjadi sarana observasi langsung, kegiatan ini juga menjadi panggung untuk menampilkan kreativitas dan pencapaian siswa dalam berbagai bidang. Kehadiran masyarakat yang antusias mencerminkan minat terhadap inisiatif pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pameran Karya Siswa dan Prestasi yang Membanggakan

Dalam ruang terbuka, para siswa menunjukkan kemampuan mereka melalui beragam pertunjukan. Mulai dari pidato dalam empat bahasa, tarian tradisional Yakswa, hingga atraksi pencak silat yang dinamis, setiap bagian kegiatan memperlihatkan perpaduan antara keahlian akademik dan kebugaran fisik. Selain itu, para peserta juga memperlihatkan piala dan sertifikat yang mereka raih, termasuk juara baris berbaris, hadrah, dan pencak silat. Koleksi karya seni serta kegiatan pembatikan langsung menambah dimensi keunggulan program ini.

"Baru setahun, baru dua semester, kita sudah bisa buktikan bagaimana hasil kerja keras dari Kemensos dan seluruh jajaran yang bisa ditunjukkan hari ini," ujarnya dalam acara Open House Sekolah Rakyat dan Gelar Karya Siswa serta Prestasi Siswa Sekolah Rakyat selama Tahun Pelajaran 2025/2026 di SRMA 24 Kediri, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026).

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Mohamad Solikin, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyatakan bahwa program Sekolah Rakyat menunjukkan kemajuan signifikan dalam dua semester terakhir. Dukungan dari Kementerian Sosial dan komunitas sekitar menjadi fondasi utama untuk mencapai hasil yang menggembirakan. Kehadiran masyarakat yang beragam, dari orang tua siswa hingga perwakilan dinas pendidikan, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mendorong pendidikan inklusif.

Kolaborasi Lintas Instansi dan Masyarakat

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib dan Tenaga Ahli Menteri Sosial Fajar WH. Mereka bersama jajaran Forkopimda dan institusi terkait turut menyalurkan dukungan kepada para siswa. Interaksi antara orang tua dan guru menjadi momen penting, di mana mereka mendiskusikan strategi untuk memastikan keberlanjutan program. Anjungan baca digital dan pameran ketrampilan barbershop juga mencuri perhatian, menunjukkan kompetensi siswa di luar kurikulum standar.

Bupati menekankan bahwa Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata kehadiran negara yang memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu. "Hari ini kita semua menjadi saksi bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi lahirnya prestasi," tambahnya. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal dari perubahan yang lebih luas, di mana kemiskinan dapat diatasi melalui pendidikan berkualitas.

Dalam pandangan serupa, Ishaq Zubaedi Raqib menggarisbawahi tujuan utama program Sekolah Rakyat. "Kita lihat before dan after-nya, kita ingin putus mata rantai kemiskinan. Kalau akademiknya bagus itu bonus," ujarnya. Menurutnya, pembentukan karakter dan pemberdayaan diri menjadi kunci utama. Siswa tidak hanya diasah kemampuan akademik, tetapi juga diberikan keahlian praktis untuk mempersiapkan masa depan mereka.

Potensi dan Harapan di Tahun Depan

Kehadiran para orang tua siswa dan masyarakat sekitar menegaskan bahwa program ini mendapat dukungan luas. Bupati mengajak semua pihak untuk bersyukur dan terus berkontribusi. "Belum ada program dan lembaga pendidikan serupa di mana anaknya disekolahkan dan orangtuanya diberdayakan," tambahnya. Tahun ini menjadi bukti bahwa kerja sama antarlembaga dan partisipasi masyarakat berhasil menghasilkan prestasi yang luar biasa.

Menurut Wamensos, sekolah-sekolah seperti SRMA 24 Kediri menjadi harapan baru bagi anak-anak miskin. "Mas Bupati mendoakan kalian semua bisa menyelesaikan pendidikan ini, bisa meraih mimpi dan cita-cita. Semuanya akan sangat mungkin dengan semangat kuat dan doa orangtua. Kuncinya terus belajar, tidak mudah menyerah, dan harus berani bermimpi besar," pesannya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya menguntungkan siswa, tetapi juga memberikan peluang untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga mereka.

Program Sekolah Rakyat telah membuktikan bahwa pendidikan bisa menjadi alat perubahan sosial yang efektif. Kemitraan antara Kemensos, kampus, dan dunia usaha terus diperkuat untuk menjamin kelangsungan program. Selain itu, Sekolah Rakyat juga memperkenalkan inovasi pendidikan, seperti penerapan teknologi digital dalam pengajaran dan peningkatan keterampilan hidup. Dengan penyesuaian kurikulum, siswa diberikan bekal untuk bersaing di dunia kerja maupun pendidikan tinggi.

Salah satu upaya pemerintah adalah menjalin kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan. Hal ini memungkinkan para siswa memperoleh akses ke sumber daya yang lebih luas. Bupati menegaskan bahwa setelah lulus, siswa harus melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. "Kalau tidak kuliah, kerja. Keduanya sama-sama penting untuk membangun masa depan," jelasnya.

Open House SRMA 24 Kediri tidak hanya memperlihatkan keberhasilan akademik, tetapi juga keterlibatan masyarakat dalam membangun komunitas belajar. Siswa yang berlatih tarian Yakswa, membatik, dan menjalani kegiatan lainnya menunjukkan bahwa pendidikan bisa menciptakan harmoni antara seni dan ilmu pengetahuan. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain yang ingin menerapkan model serupa.

Menurut Ishaq Zubaedi Raqib, inisiatif Sekolah Rakyat sejalan dengan amanat konstitusi untuk memastikan kesetaraan pendidikan. "Program ini tidak hanya mengurangi kesenjangan,