PondokKebaikan
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Jejak Angelo Pandeli: Pentolan Hells Angels yang Diburu Dunia Ditangkap di Bali

Published Juni 12, 2026 · Updated Juni 12, 2026 · By Fajar Wibowo

Penangkapan Angelo Pandeli: Buronan Narkoba Internasional dari Hells Angels Dibekuk di Bali

Kasus Penyelundupan Narkotika yang Terungkap

Jejak Angelo Pandeli - Pada 7 Juni 2026, aparat penegak hukum berhasil menangkap Angelo Pandeli, seorang buronan narkotika internasional, di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Penangkapan ini menjadi momen penting dalam upaya membongkar jaringan kriminal terorganisasi yang telah lama mengemuka dalam berbagai investigasi global. Sebelumnya, Angelo telah menjadi target pencarian lintas negara karena perannya dalam kegiatan penyelundupan narkotika berskala besar.

Anggota Penting Geng Motor Terlarang

Angelo Pandeli dianggap sebagai tokoh utama dalam geng motor Hells Angels, yang dikenal sebagai organisasi outlaw terbesar di dunia. Ia merupakan bagian dari jaringan kejahatan lintas negara yang terus beroperasi secara tersembunyi. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menegaskan bahwa ia bukan hanya terlibat dalam kasus narkotika internasional, tetapi juga memiliki peran kunci dalam menggerakkan operasi kriminal yang melibatkan beberapa negara.

“Angelo Pandeli adalah tokoh Tindak Pidana Terorganisasi Lintas Negara yang sangat berpengaruh dan anggota penting dari Geng Sepeda Motor Terlarang ‘Hells Angels’,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, Jumat (12/6/2026).

Operasi Gabungan yang Membawa Kemenangan

Penangkapan Angelo dilakukan dalam kerjasama antara Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Imigrasi, dan Bea Cukai. Operasi ini dipimpin oleh Kasubdit IV Dittipidnarkoba Kombes Handik Zusen bersama tim gabungan dari lembaga-lembaga tersebut. Aparat mengetahui keberadaan Angelo berdasarkan informasi yang diberikan oleh Australian Federal Police (AFP) dan Drug Enforcement Administration (DEA), yang mengungkap rencananya untuk melarikan diri ke Mozambik menggunakan jet pribadi CAPA JET bernomor penerbangan N917CJ.

Hells Angels, yang berdiri di California, Amerika Serikat, pada 1948, dikenal sebagai salah satu organisasi geng motor paling berpengaruh di dunia. Selama bertahun-tahun, mereka terus terlibat dalam berbagai aktivitas kejahatan terorganisasi, termasuk pengiriman narkotika dari satu negara ke negara lain. Angelo, sebagai salah satu anggota penting, turut andil dalam menjaga keterlibatan organisasi ini di skala internasional.

Mengungkap Identitas Palsu dan Aktivitas Tersembunyi

Ketika ditangkap, Angelo menunjukkan identitas palsu berupa nama George Anderson Mota Correia, yang terdaftar sebagai warga negara Brasil. Namun, hasil pengecekan melalui jaringan kerja sama internasional membuktikan bahwa identitasnya secara mutlak sesuai dengan data yang dimiliki oleh Interpol. Polri juga menyita perangkat komunikasi serta dokumen palsu yang digunakan Angelo untuk menjalankan operasi kriminalnya.

Pasca penangkapan, terungkap bahwa Angelo berusaha melarikan diri ke Kamboja atau Vietnam menggunakan paspor yang diduga diperoleh secara tidak sah. Aparat Australia telah mendapatkan informasi bahwa ia terakhir terlihat di Manly, Australia, pada 9 Oktober 2025, dengan upaya konsisten untuk menghindari penegak hukum. Informasi ini menjadi dasar bagi operasi penangkapan yang akhirnya dilakukan di Bali.

Peran Strategis dalam Jaringan Penyelundupan

Menurut laporan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Angelo memiliki peran strategis dalam mengendalikan pengiriman bahan baku narkotika ke Australia. Ia diduga berperan aktif dalam beberapa operasi besar yang mengirimkan narkotika dari luar negeri ke dalam wilayah Indonesia. Jaringan ini terbukti sangat kompleks, melibatkan aktor-aktor lintas negara yang saling berhubungan secara tersembunyi.

Dengan penangkapan Angelo, terbukalah wajah seluruh jaringan kejahatan yang selama ini dianggap menjadi ancaman global terhadap pengamanan narkotika. Ini bukan hanya sekadar penangkapan individu, tetapi juga membawa dampak signifikan dalam mematahkan operasi internasional yang terus berjalan. Aparat menyatakan bahwa data dari Interpol Blue Notice memberikan gambaran jelas tentang kemungkinan aktivitas Angelo sebelumnya.

Kelanjutan dari Upaya Penegakan Hukum

Operasi penangkapan Angelo Pandeli menggambarkan upaya internasional dalam menegakkan hukum terhadap penyelundupan narkotika. Proses investigasi telah berlangsung selama beberapa bulan, dengan petugas menemukan bukti-bukti bahwa ia selalu bergerak dengan hati-hati untuk menghindari pemantauan. Saat diperiksa, ia mengungkapkan bahwa dirinya menggunakan identitas palsu untuk menjalankan kegiatan yang dianggap ilegal.

Sebagai bagian dari Hells Angels, Angelo dianggap sebagai figur yang sangat dihormati dalam jaringan kriminal. Tidak hanya sebagai pengusaha narkoba, ia juga terlibat dalam pengorganisasian operasi besar yang menjangkau beberapa negara. Penangkapan ini menunjukkan bahwa meskipun ia berusaha menghindari pengawasan, pihak berwajib tetap berhasil menem