PondokKebaikan
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen di Sragen

Published Juli 16, 2026 · Updated Juli 16, 2026 · By Indah Wibowo

Gus Ipul Buka MPLS Perdana di Sekolah Rakyat Permanen Sragen

Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Sragen menjadi momen bersejarah bagi dunia pendidikan Indonesia. Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS untuk tahun ajaran 2026/2027 gelombang pertama resmi dimulai pada hari Selasa, tanggal 14 Juli 2026. Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul hadir langsung membuka acara di gedung permanen Sekolah Rakyat yang terletak di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Kehadiran beliau menjadi perhatian khusus bagi para siswa dan keluarga yang telah menanti kesempatan ini.

Saat tiba di lokasi acara, Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono serta rombongan disambut dengan antusiasme tinggi. Para siswa dari Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 78 Sragen menampilkan baris-berbaris yang rapi dan tertib. Calon siswa juga tidak ketinggalan menampilkan yel-yel penuh semangat yang menggema di seluruh area. Penampilan menarik lainnya datang dari Arya Purbaya, siswa SRMA 17 Surakarta yang memperagakan seni bela diri pencak silat dengan penuh percaya diri.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pidato dalam tiga bahasa berbeda, yaitu bahasa Jepang, Inggris, dan Arab. Paduan suara siswa-siswi Sekolah Rakyat memberikan penampilan istimewa yang menyentuh hati. Disusul dengan pembacaan puisi yang penuh makna. Salah satu momen menarik adalah demonstrasi sistem pembelajaran yang dilakukan oleh guru IPA bernama Aulia, menunjukkan kualitas pendidikan yang ditawarkan.

Dialog Interaktif dengan Calon Siswa

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul berkesempatan berdialog secara langsung dengan para calon siswa yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen. Beliau menanyakan kesiapan mereka untuk belajar di sekolah dengan konsep asrama ini. Interaksi yang hangat menciptakan suasana kekeluargaan yang kuat.

"Siap sekolah?" tanya Gus Ipul kepada para calon siswa.

"Siap!" jawab mereka kompak dan penuh semangat.

"Ada yang ingin mundur?" tanya Gus Ipul lagi.

"Tidak!" jawab para murid dengan tegas.

"Alhamdulillah semuanya sudah semangat sekolah," ujar Gus Ipul.

28 Ribu Siswa Baru Bergabung di Sekolah Rakyat

Gus Ipul menyampaikan bahwa terdapat sekitar 28 ribu siswa baru yang bergabung di Sekolah Rakyat pada tahun ajaran ini. Jumlah tersebut mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA yang tersebar di berbagai lokasi Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Beliau menambahkan bahwa angka ini masih akan terus bertambah seiring dengan perluasan program.

Menurut penjelasan Gus Ipul, tidak ada sistem pendaftaran formal bagi murid-murid yang akan bersekolah di Sekolah Rakyat. Yang ada hanyalah proses penjangkauan terhadap anak-anak dari keluarga prasejahtera. Beliau menjelaskan bahwa penjangkauan dilakukan oleh pendamping sosial Kementerian Sosial yang bekerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk tim bupati, wali kota, atau gubernur di tingkat provinsi. Kerjasama juga dilakukan dengan Dinas Pendidikan dan Dasar Menengah setempat serta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menjangkau keluarga-keluarga yang memenuhi kriteria agar dapat bersekolah di Sekolah Rakyat.

Murni, seorang ibu dari salah satu calon siswi Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen, menyampaikan rasa sukacitanya. Anaknya, Septiana Selfi Safira yang berusia 12 tahun, kini dapat melanjutkan pendidikan. Murni berharap anaknya kelak menjadi sosok yang pintar, sukses, dan bisa meraih cita-citanya sebagai guru matematika. Kehadiran Gus Ipul dalam acara ini semakin memperkuat komitmen pemerintah untuk pendidikan yang merata.

"Anak saya walaupun terlahir dari keluarga tidak mampu, Alhamdulillah mendapat peringkat 1 terus, makanya tadi menyukai matematika," ungkap Murni.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekjen Kemensos Robben Rico dan Bupati Sragen Sigit Pamungkas. Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar, turut hadir secara daring melalui platform zoom. ESQ memberikan dukungan dalam pemetaan talenta siswa untuk memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan potensi mereka. Dengan Gus Ipul Buka MPLS Perdana ini, Sekolah Rakyat semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Sekolah Rakyat terus menjalankan prinsip bahwa setiap siswa berharga. Dengan konsep asrama dan sistem penjangkauan yang efektif, sekolah ini berkomitmen untuk memberikan kesempatan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap pendidikan anak bangsa.