PondokKebaikan
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Announced: Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,7, Empat Desa Laporkan Kerusakan Bangunan

Published Juni 17, 2026 · Updated Juni 17, 2026 · By Nadia Rahman

Gempa Parigi Moutong: 15 Rumah Rusak di Empat Desa, BPBD Terus Perbarui Informasi

Announced - Pada hari Selasa, 16 Juni 2026, sebuah gempa dengan magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kekuatan guncangan ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan warga, terutama di empat desa yang terdampak. Gempa tersebut terjadi di tengah kehidupan sehari-hari masyarakat, memicu kekhawatiran akan dampak lebih lanjut. Meski tidak ada laporan korban jiwa, BPBD Parigi Moutong menegaskan bahwa kondisi masih dalam pemantauan ketat.

BPBD: Data Kerusakan Sementara, Tim Terus Pendataan

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Moh Rivai, peristiwa gempa tidak menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum. Namun, jumlah rumah warga yang rusak terus diperbarui. "Data ini masih bersifat sementara karena Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan di lapangan," jelas Rivai, seperti dikutip dari Antara.

"Belum ada laporan korban jiwa, termasuk kerusakan fasilitas umum dari peristiwa itu. Kami terus melakukan pembaruan informasi kepada masyarakat, terkait penanganan pascagempa," ujarnya.

Kerusakan di Empat Desa: Detail Lokasi dan Jumlah Warga Terdampak

Secara lebih rinci, kerusakan terjadi di empat desa berbeda. Di Desa Torue, Kecamatan Parigi Selatan, terdapat empat rumah yang mengalami kerusakan, dengan jumlah warga terdampak mencapai empat Kepala Keluarga (KK). Selanjutnya, satu rumah rusak di Desa Tolai, dengan satu KK yang terkena dampak. Desa Torue, Kecamatan Torue, melaporkan sembilan rumah rusak, yang melibatkan 15 KK atau 36 jiwa. Di Desa Sausu Trans, Kecamatan Sausu, hanya satu rumah yang terkena kerusakan, dengan satu KK terdampak.

Rivai menambahkan bahwa meski jumlah rumah yang rusak terbatas, pihaknya mengimbau warga untuk tetap waspada dan memantau informasi terkini. "Meski peristiwa ini tidak menyebabkan kerusakan besar, kami memastikan semua kondisi bangunan dan infrastruktur telah diperiksa secara menyeluruh," terangnya.

RS Anuntaloko: Evakuasi Pasien, Kembali ke Ruang Perawatan

Sementara itu, di bidang kesehatan, Pasien di Rumah Sakit Anuntaloko sempat dievakuasi ke luar ruangan akibat guncangan gempa. Namun, sebagian besar pasien kini telah kembali ke ruang rawat inap. Plt Kepala Rumah Sakit Anuntaloko, Irwan, menjelaskan bahwa kegiatan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) kini telah berjalan normal di dalam ruangan.

"Sempat pasien dievakuasi ke luar ruangan, sekarang sebagian besar sudah kami kebalikan ke ruang perawatan. Meski begitu kami tetap bersiaga, khawatir terjadi gempa susulan," ucap Irwan.

Irwan juga mengimbau warga sekitar serta pasien untuk tetap tenang dan tidak panik. "Kami terus memperbarui informasi mengenai perkembangan pascagempa, termasuk kondisi bangunan rumah sakit dan peralatan medis," lanjutnya. Langkah evakuasi ini dilakukan sebagai langkah pencegahan, mengingat kemungkinan gempa susulan yang masih terbuka.

Kesiapan Rumah Sakit: Kembali Normal, Tapi Siaga

Setelah gempa, seluruh pasien di RS Anuntaloko kembali ke ruangan perawatan. Pihak rumah sakit juga memastikan bahwa semua fasilitas kesehatan berjalan lancar, meskipun sedang melakukan pemeriksaan terhadap bangunan dan peralatan medis. "Kami sedang memeriksa kondisi gedung dan alat kesehatan, sehingga bisa memberikan informasi lebih lengkap kepada masyarakat," jelas Irwan.

Kesiapan rumah sakit menjadi fokus utama dalam menangani kondisi darurat. Meski tidak ada laporan korban jiwa, RS Anuntaloko tetap berupaya memastikan layanan kesehatan tetap beroperasi maksimal. Selain itu, otoritas rumah sakit juga memberikan petunjuk kepada warga untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh pihak berwenang.

Respons Pemkab: Siaga untuk Gempa Susulan dan Persiapan Pengungsian

Gempa yang mengguncang Parigi Moutong juga memicu respons dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Pemkab berupaya memastikan kebutuhan warga terpenuhi, terutama dalam hal penanggulangan darurat. "Kami juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan RS dan peralatan medis lainnya. Perkembangan informasi akan kami sampaikan selanjutnya," kata Irwan.

Sejalan dengan itu, Gubernur Sulawesi Tengah yang berada di Palu, mencatatkan peristiwa ini sebagai kejadian penting yang memerlukan penanganan khusus. Pemimpin daerah menegaskan bahwa rumah sakit tetap dijaga siaga hingga kondisi stabil. Selain itu, persiapan tempat pengungsian juga dilakukan sebagai antisipasi jika terjadi gempa susulan yang lebih kuat.

Kondisi Pasca-Gempa: Pemantauan Terus Dilakukan

Pemkab Parigi Moutong, bersama dengan BPBD dan tim terkait, melakukan pemantauan terhadap seluruh wilayah yang terdampak. Upaya ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko lebih lanjut dan memastikan kebutuhan warga terpenuhi. "Kami mengirimkan tim untuk mengecek kondisi infrastruktur, termasuk jalan raya dan jembatan," tambah Rivai.

Kerugian yang terjadi meski terbatas, tetapi masih memerlukan penanganan yang cepat. BPBD juga meminta bantuan dari masyarakat sekitar untuk ikut mengawasi kondisi setelah gempa. "Masyarakat dihimbau untuk memperhatikan tanda-tanda peringatan dini dan segera melaporkan kondisi rumah serta bangunan di sekitar mereka," ujarnya.

Di sisi lain, warga setempat mengungkapkan kecemasan mereka terhadap dampak gempa. Beberapa warga mengatakan mereka berusaha menjaga keamanan di sekitar rumah mereka, terutama di area yang rawan retakan tanah. "Saya takut bangunan miring, jadi kami mengecek ulang setiap hari," ungkap salah satu warga Desa Torue.

Kesiapan Terus Diperkuat: Antisipasi Risiko Gempa Susulan

Dengan tingkat kekuatan gempa yang mencapai 6,7, risiko terjadinya gempa susulan masih menjadi ancaman. BPBD bersama dinas terkait berupaya meningkatkan kesiapan darurat, termasuk menyiapkan alat-alat pemadam kebakaran dan kesehatan di area rawan. "Kami memastikan semua titik kritis dianggap sebagai prioritas, termasuk titik-titik yang kemungkinan menjadi sumber getaran," tambah Rivai.

Sebagai langkah tambahan, otoritas setempat juga memperkuat koordinasi dengan pusat pemantauan bencana nasional. Upaya ini bertujuan untuk mengumpulkan data lebih lengkap dan memastikan tanggap darurat tetap terkoordinasi. "Pemkab Parigi Moutong berkomitmen untuk memberikan perlindungan maksimal kepada warga, termasuk melalui peningkatan kesadaran masyarakat tentang bencana