Visit Agenda: Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak
Visit Agenda: Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek CSR untuk Mencegah Tawuran Tapi Renggut Nyawa Anak
Visit Agenda - Kelurahan Manggarai kembali menjadi sorotan publik setelah terjadi insiden kecelakaan fatal yang menewaskan seorang balita. Tragedi ini terjadi pada akhir pekan lalu di lokasi proyek pembangunan lapangan multifungsi yang diklaim sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mencegah tawuran antarpemuda. Ironi terjadi karena proyek yang seharusnya memberikan manfaat bagi warga, justru menimbulkan dampak serius.
Kebutuhan Fasilitas Olahraga dan Kesiapan Pengawasan
Lurah Manggarai, M Arafat Dinsirat, mengungkapkan bahwa proyek ini dimulai sejak 25 Juni 2026 dengan tujuan menyediakan fasilitas seperti lapangan futsal. "Kami ingin anak-anak memiliki tempat bermain yang aman, agar mereka tidak mudah terlibat tawuran," jelasnya. Namun, insiden korban meninggal memicu pertanyaan tentang kesiapan pengawasan selama konstruksi.
"Kami sudah memberi informasi ke warga sebelum proyek dimulai, tapi mungkin ada yang kurang disadari. Ini adalah kesalahan yang harus kami evaluasi," tambah Arafat.
Keselamatan dan Perubahan Fungsi Taman
Lubang galian konstruksi yang terbentuk selama pengerjaan proyek menjadi penyebab kematian balita. Meski proyek tersebut diproyeksikan selesai pada Agustus 2026, kini terdapat kekhawatiran besar terkait keselamatan di lokasi tersebut. "Lubang itu sejatinya untuk menopang struktur lapangan, tapi ternyata berbahaya bagi anak-anak yang bermain di sekitarnya," katanya.
Proyek ini sejatinya bertujuan memperbaiki kualitas hidup warga dengan menyediakan ruang rekreasi. Namun, taman yang sebelumnya menjadi tempat bermain anak-anak kini berubah menjadi lokasi duka. Banyak warga mengeluh bahwa proyek yang seharusnya menjadi solusi masalah sosial justru memicu kecemasan dan kebimbangan.
"Yang kami khawatirkan adalah, ada kekurangan dalam desain atau pengawasan proyek ini. Lubang yang ada sekarang bisa saja berbahaya jika tidak dijaga dengan baik," tambah Pramono, warga setempat.
Dalam upaya mempercepat pemrosesan administrasi, kelurahan menginisiasi kerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan keluarga korban mendapatkan dukungan. Arafat menjelaskan bahwa akta kematiannya telah selesai, dan surat keterangan kehilangan KK juga akan diterbitkan dalam waktu dekat. "Ini adalah bagian dari tugas kami, agar keluarga korban bisa berproses secara lancar," kata Arafat.
Insiden ini menimbulkan dampak psikologis yang dalam bagi masyarakat Manggarai. Anak-anak kini takut bermain di lokasi yang sebelumnya menjadi tempat kesenangan. "Anak-anak kita sudah takut lagi untuk bermain di sana," keluh seorang ibu yang tinggal di dekat kejadian.
Visit Agenda dan Reaksi Masyarakat
Kebutuhan untuk menghadirkan ruang olahraga bagi anak-anak menjadi fokus utama proyek ini. Namun, kejadian yang menimpa balita menggambarkan ironi dalam upaya Visit Agenda untuk meningkatkan kualitas hidup warga. Banyak warga merasa kecewa karena proyek yang seharusnya menjadi simbol perhatian sosial justru menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan dan efektivitas pengawasan.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak kelurahan juga mengunjungi rumah duka untuk memberikan bantuan sembako. Bantuan ini diharapkan bisa membantu proses tahlil dan kebutuhan sementara pasca insiden. "KTP dan KK korban tercatat jelas sebagai warga Manggarai, jadi kami bertanggung jawab untuk memastikan keluarga mereka mendapatkan dukungan," ujarnya.