Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
Terkuak Ini Pemicu Longsor Petamburan - Sebuah kejadian alam berupa longsor menghancurkan dua unit rumah di kawasan Pasar Pintu Air, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat, 26 Juni 2026. Bencana tersebut terjadi sekitar pukul 05.48 WIB dan menimbulkan dampak yang signifikan terhadap lingkungan sekitar. Menurut informasi yang diterima, material tanah dan batuan yang terangkut oleh aliran Kali Ciliwung tiba-tiba ambrol, menimpa dinding pembatas serta struktur bangunan di sebelahnya.
Penyebab Utama Longsor Terungkap
Dugaan penyebab utama bencana alam ini terkait dengan fenomena abrasi yang terjadi di bantaran Kali Banjir Kanal Barat (BKB) dan keberadaan bangunan yang berdiri di wilayah sempadan sungai. Menurut pernyataan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, abrasi di sepanjang BKB menjadi faktor utama yang memicu longsor tersebut. "Kami memperkirakan abrasi di bantaran Kali BKB sebagai penyebab utama kejadian ini," ujarnya saat diwawancara.
"Dugaan penyebab, abrasi di bantaran Kali Banjir Kanal Barat (BKB)," ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat saat dikonfirmasi.
Adrian Mara Maulana, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Pusat, menegaskan bahwa abrasi tersebut bukan satu-satunya faktor yang berkontribusi. Ia menyebutkan, bangunan yang terletak di area sempadan sungai juga menjadi penyumbang risiko terhadap kestabilan tanah. "Bangunan yang amblas berada di zona sempadan, sehingga rentan terhadap bahaya longsor," jelas Adrian.
Langkah Pemulihan Sementara Dilakukan
Sebagai upaya mencegah meluasnya dampak longsor, Suku Dinas SDA Jakarta Pusat telah memasang bronjong di lokasi kejadian. Bronjong, yang merupakan bangunan penahan tanah dari bahan beton atau logam, ditempatkan untuk memperkuat struktur tanah dan mencegah terjadinya geseran lebih lanjut. "Bronjong dipasang agar longsor tidak berdampak ke area lain," kata Adrian.
Pemangkasan bronjong menjadi salah satu langkah penanganan darurat yang dilakukan setelah kejadian tersebut. Selain itu, tim penanggulangan bencana juga melakukan inspeksi terhadap infrastruktur sekitar untuk memastikan tidak ada ancaman berikutnya. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material terus ditelusuri oleh petugas di lapangan.
Testimoni Warga Lokal
Ali Noegroho, warga setempat, menjelaskan bahwa tanda-tanda pergerakan tanah sudah terasa sejak malam hari Kamis (18/6/2026). Ia mengatakan bahwa pergerakan tanah mulai terlihat pada hari Senin, 19 Juni, pagi hari. "Di hari itu, eksekusi proyek normalisasi kali sedang berlangsung, dan kami mengungsi," kenang Ali.
Menurut Ali, faktor kombinasi antara proyek normalisasi kali dan beban sampah yang diangkut truk setiap hari berkontribusi pada kejadian longsor. Ia menyebutkan bahwa tumpukan material di Dipo Sampah Pasar Pintu Air menjadi titik rawan akibat penumpukan yang berlebihan. "Kami menduga, longsor disebabkan oleh interaksi antara abrasi dan penumpukan sampah di wilayah tersebut," tambah Ali.
Kawasan BKB: Lokasi dengan Risiko Tinggi
Kali Banjir Kanal Barat (BKB) yang berada di wilayah Jakarta Pusat memang dikenal sebagai salah satu sungai yang rawan erosi. Proyek normalisasi kali ini dilakukan untuk mengatasi banjir di sekitar kota, namun ada dugaan bahwa penggunaan lahan sempadan yang tidak terencana juga memperparah situasi. Abrasi di bantaran BKB dianggap sebagai akar masalah karena penebangan pohon dan pembangunan permanen di sepanjang alur sungai mengurangi daya dukung tanah.
Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah BKB sering menjadi tempat konflik antara kebutuhan infrastruktur dan lingkungan. Ali menyoroti bahwa proyek normalisasi kali, meski bermanfaat, bisa berdampak negatif jika tidak diimbangi dengan manajemen material yang tepat. "Kami selama ini menyadari bahwa tanah di sekitar BKB sudah longgar, tapi belum cukup diwaspadai," katanya.
Disney Timezone: Ternyata Sarang Judi Beromzet Rp2,1 Miliar Sebulan
Sebuah temuan mengejutkan terungkap terkait keberadaan Disney Timezone di Jakarta. Sebagai pusat hiburan yang digunakan untuk berbagai kegiatan keluarga, tempat tersebut justru menjadi lokasi penyelundupan taruhan dan aktivitas judi. Menurut data terkini, Disney Timezone mencatatkan omzet hingga Rp2,1 miliar per bulan dari berbagai jenis permainan judi yang diselenggarakan di dalamnya. Keberadaan tempat ini dianggap sebagai bagian dari kehidupan masyarakat perkotaan yang kompleks, di mana fasilitas hiburan juga berperan sebagai titik kumpul aktivitas ekonomi yang tidak selalu terbuka.
Temuan ini mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap tempat-tempat hiburan di wilayah bantaran kali. Meski Disney Timezone dikenal sebagai tempat rekreasi, pihak pengelola tetap diwajibkan