PondokKebaikan
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Published Juni 20, 2026 · Updated Juni 20, 2026 · By Lia Maulana

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga Ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Special Plan - Riyan Hidayat, anggota DPRD Banten yang berasal dari keluarga berlatar belakang sederhana, kini mengambil langkah penting dalam bidang politik dengan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum BM PAN. Perjalanan menuju posisi ini tidaklah mudah, mengingat ia harus melewati berbagai fase kehidupan yang menuntut ketekunan dan kemampuan adaptasi.

Masa Kecil dan Awal Perjalanan

Sejak kecil, Riyan Hidayat sudah terbiasa dengan kehidupan yang sederhana. Ia tumbuh di lingkungan permukiman yang dekat dengan hamparan kebun kopi di daerah perbatasan antara Provinsi Lampung dan Sumatra Selatan. Keadaan keluarga yang serba terbatas justru melatihnya untuk berpikir kritis dan memiliki semangat kerja keras. Karakter kemandirian serta daya juang yang ia bangun sejak dini menjadi fondasi awal dalam perjalanan karier dan kepemimpinannya.

Kepemimpinan tak lahir dari panggung megah, kata itu mungkin pantas untuk menggambarkan perjalanan panjang anggota DPR Provinsi Banten, Riyan Hidayat yang tengah andil dalam bursa kepemimpinan Barisan Muda Penegak Amanat Nasional atau BM PAN.

Riyan mengawali pendidikan sekolah dasar di wilayah pinggiran Kabupaten OKU Selatan. Saat itu, ia harus berjalan kaki melewati jalan setapak dan kawasan hutan untuk menempuh perjalanan ke sekolah. Setelah satu tahun, ia pindah ke Pekanbaru, Riau, bersama keluarga. Proses pindah ini membuatnya terbiasa dengan kehidupan yang dinamis dan tantangan baru setiap hari.

Masa kecilnya berjalan tanpa kemewahan, tetapi melalui pengalaman ini, Riyan mengasah kemampuan dalam mengatur waktu dan menghadapi situasi tidak terduga. Pindah beberapa kali sekolah dasar akhirnya mengantarkannya menamatkan pendidikan SD di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Dari sini, ia melangkah ke tahap selanjutnya, yakni pendidikan pesantren yang menjadi pintu gerbang menuju dunia keagamaan dan kepemimpinan.

Pendidikan Pesantren dan Awal Kepemimpinan

Riyan Hidayat memulai pendidikan menengah di Pondok Pesantren Darussalam Lampung. Selama masa ini, ia tidak hanya memperdalam ilmu agama tetapi juga mengembangkan kemampuan organisasi melalui berbagai kegiatan di lingkungan pesantren. Program Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) yang ia ikuti menjadi pengalaman penting dalam membentuk kepribadiannya sebagai seorang pemimpin.

Dalam pesantren, Riyan aktif dalam organisasi santri, bahkan pernah menjabat sebagai Ketua Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Darussalam. Kegiatan ini menanamkan rasa tanggung jawab dan kemampuan kepemimpinan sejak usia muda. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia menjalani masa pengabdian sebagai ustaz dan guru di pesantren selama setahun. Tugas ini tidak hanya sebagai bentuk penghargaan terhadap ilmu yang ia terima, tetapi juga sebagai komitmen terhadap pendidikan dan pembentukan generasi muda.

Transisi ke Dunia Kampus dan Profesional

Pada 2013, Riyan melanjutkan studi ke Jurusan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Lingkungan kampus membuka wawasan baru tentang isu kebangsaan, filosofi demokrasi, serta peran gerakan sosial mahasiswa. Selama masa kuliah, ia menghadapi tantangan finansial karena harus menopang biaya hidup dan pendidikan. Untuk mengatasi ini, ia bekerja paruh waktu di beberapa perusahaan perbankan swasta sebagai direct sales marketing.

Di samping itu, Riyan juga aktif menjadi guru mengaji privat dari rumah ke rumah. Usaha ini menunjukkan semangat kewirausahaan yang ia miliki, yang terus berkembang melalui bisnis percetakan, konveksi, serta penjualan sepatu dan sandal. Ia bahkan pernah menjadi pemasok bahan baku makanan dan sayuran, menggabungkan minatnya terhadap ekonomi lokal dengan pengalaman praktis dalam usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sejumlah pengalaman ini memperkaya perspektifnya tentang dunia bisnis dan tantangan yang dihadapi masyarakat ekonomi rakyat. Keberhasilan usaha yang ia bangun bukan hanya sebagai penghasil pendapatan, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Organisasi dan Posisi Struktural

Riyan Hidayat tak hanya fokus pada studi, tetapi juga aktif dalam berbagai organisasi kampus. Ia tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang menjadi wadah penting untuk pengembangan kader kepemimpinan. Dalam HMI, Riyan dipercaya mengemban amanah strategis, hingga akhirnya terpilih sebagai Presiden Mahasiswa UIN Jakarta.

Kepemimpinan dalam organisasi kampus membawanya ke tingkat lebih tinggi. Riyan juga pernah menjabat sebagai Ketua DPP KNPI, Wakil Ketua Kadin Kabupaten Tangerang, serta Sekretaris Jenderal Perkumpulan Gerakan Kebangsaan. Organisasi ini dipimpin oleh Bursah Zarnubi, tokoh aktivis nasional yang kini menjabat sebagai Bupati Lahat dan Ketua Umum APKASI. Kehadiran Riyan dalam struktur organisasi ini menunjukkan komitmennya terhadap isu-isu nasional dan pembangunan daerah.

Perjalanan Riyan Hidayat dari kebun kopi hingga ke panggung kepemimpinan nasional adalah cerminan dari semangat perjuangan yang ia tanam sejak masa kecil. Dari tantangan sederhana di lingkungan keluarga hingga menghadapi kompleksitas dunia politik, ia terus berkembang dengan cara yang konsisten dan penuh dedikasi.

Sebagai anggota DPRD Banten, Riyan telah menunjukkan tanggung jawabnya terhadap kepentingan masyarakat. Kini, dengan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum BM PAN, ia berusaha melangkah lebih jauh. Kepemimpinan yang ia embarkasikan tidak hanya berasal dari pengalaman luar biasa, tetapi juga dari pengorbanan dan upaya menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Dari sisi sejarah, perjalanan Riyan Hidayat mencerminkan bagaimana seseorang dari latar belakang masyarakat biasa bisa menembus hierarki politik dengan kemampuan kepemimpinan yang terbukti. Ia membuktikan bahwa jalan menuju keberhasilan bisa dimulai dari tempat terpandang, bahkan dari kehidupan sehari-hari yang sederhana.