Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis di Pekanbaru – Belasan Motor dan Mobil Disita
Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis di Pekanbaru, Belasan Motor dan Mobil Disita
Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis di Pekanbaru - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, melalui Tim Resmob Jatanras, berhasil mengungkap tiga kasus kejahatan yang menimbulkan kekhawatiran di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar selama 10-11 Juni 2026. Operasi yang dijalankan selama dua hari tersebut mengakibatkan delapan tersangka ditahan, serta sejumlah kendaraan bermotor hasil kejahatan disita sebagai bukti untuk proses hukum lebih lanjut.
Dalam rangkaian penyelidikan yang intensif, penyidik mengungkap tiga jenis kejahatan yang berbeda. Kasus pertama terkait pencurian dengan kekerasan, kasus kedua berkaitan dengan jaringan pencurian sepeda motor lintas wilayah, dan kasus ketiga adalah tindak pidana pencurian kendaraan roda empat. Hasil operasi ini menunjukkan upaya serius polisi dalam mengamankan masyarakat dari ancaman kriminal yang meresahkan.
"Dalam satu operasi gabungan, kita mampu menangkap tiga kasus berbeda secara bersamaan. Ini bukti komitmen kita untuk menekan tindak pidana yang merugikan masyarakat," ujar Kombes Hasyim Risahondua, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Jumat (12/6/2026).
Kombes Hasyim menuturkan, keberhasilan ini berasal dari pengembangan informasi yang diperoleh melalui laporan polisi dan kerja sama dengan masyarakat. Dalam proses penyelidikan, tim Resmob Jatanras menyusun strategi untuk menangkap pelaku yang melakukan aksi begal di wilayah Kota Pekanbaru.
Kasus Pencurian dengan Kekerasan
Kasus pertama berupa pencurian dengan kekerasan terjadi di Jalan Datuk Wan Abdul Jamal, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, pada 3 Juni 2026. Dalam insiden tersebut, tiga pelaku berinisial MM alias UD, AH, dan RR alias Black, mengadang korban yang sedang berkendara. Saat korban berusaha mempertahankan motor, salah satu pelaku menggunakan parang untuk membacok korban hingga mengalami luka robek di lengan dan paha.
Kombes Hasyim menjelaskan, para pelaku kemudian membawa kabur kendaraan korban serta barang berharga yang terdapat di dalamnya. "Korban terjebak dalam aksi begal yang berlangsung di tengah malam. Polisi berhasil menangkap pelaku setelah mendapat laporan dan melakukan penyelidikan intensif," katanya.
Sindikat Pencurian Sepeda Motor
Di samping kasus begal, penyidik juga membongkar jaringan pencurian sepeda motor yang beroperasi di Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru. Empat tersangka, yakni MS, SH, P, dan TS, diketahui terlibat dalam aksi pencurian di berbagai area seperti permukiman, perkebunan, dan lokasi usaha.
Pengungkapan ini menunjukkan adanya kerja sama internal antar satuan polisi serta penggunaan teknik penyelidikan yang canggih. "Kelompok ini memiliki peran berbeda, mulai dari eksekutor, pengangkut, hingga penadah. Kita berhasil mengamankan beberapa unit sepeda motor hasil kejahatan, termasuk yang hilang dari rumah di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar," jelas AKBP Rooy Noor, Kabubdit Jatanras Polda Riau.
"Keterlibatan para tersangka dalam aksi pencurian sepeda motor yang terjadi di Gunung Sahilan, Air Tiris, Rimbo Panjang, dan area lainnya menunjukkan modus yang terstruktur dan berkelanjutan. Polisi telah memetakan jalur serta titik kumpul pelaku selama penyelidikan," ujar AKBP Rooy.
Menurut informasi yang dihimpun, jaringan pencurian motor ini telah melakukan aksi beberapa kali dalam rentang waktu beberapa bulan terakhir. Para pelaku menggunakan strategi yang terencana, seperti memantau korban dan merencanakan serangan pada jam-jam yang minim pengawasan. "Kita memeriksa sejumlah saksi serta menyita bukti-bukti digital untuk memperkuat proses penyidikan," tambahnya.
Kasus Pencurian Kendaraan Roda Empat
Selain kedua kasus di atas, polisi juga mengungkap tindak pidana pencurian kendaraan roda empat yang meresahkan warga. Kasus ini diduga melibatkan pelaku yang memanfaatkan situasi gelap untuk mengambil mobil milik korban. "Modus ini serupa dengan pencurian motor, hanya bedanya targetnya lebih besar dan sering terjadi di area terpencil," kata Kombes Hasyim.
Pengungkapan ini menjadi bukti bahwa jaringan kriminal yang beroperasi di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar tidak hanya terbatas pada satu jenis kejahatan. Para pelaku dianggap sadis karena beberapa aksi mereka menimbulkan korban luka berat hingga mengancam nyawa. "Kita berupaya menangkap semua pelaku dalam satu operasi untuk menghentikan aksi mereka secara menyeluruh," lanjut Kombes Hasyim.
Keberhasilan penangkapan tersebut juga berkat koordinasi dengan warga setempat yang menjadi mata pengawas. "Masyarakat berperan penting dalam memberikan informasi, baik melalui laporan maupun pengamatan. Kita berterima kasih atas partisipasi mereka dalam menekan kriminalitas," tambah Kombes Hasyim.
"Soal kekhawatiran masyarakat tentang keterlibatan tentara dalam aksi begal, kita yakin proses hukum tetap di tangan polisi. Tim Resmob Jatanras telah membuktikan kompetensinya dalam mengungkap dan menangani kasus-kasus kejahatan," ujar anggota DPR yang turut memberikan komentar dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menegaskan bahwa operasi ini adalah bagian dari upaya menyeluruh untuk menangani tindak pidana yang meresahkan warga. "Selama dua hari operasi, kita mengamankan total 15 unit kendaraan bermotor. Ini hasil dari kerja keras penyidik dan tim penindak lanjut," pungkas Kombes Hasyim.
Kasus-kasus yang diungkap ini juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. "Kita berharap pengungkapan ini menjadi contoh bagaimana polisi berupaya maksimal dalam melindungi kepentingan publik," tutupnya. Hasil dari operasi ini menunjukkan bahwa tindak pidana berkelompok di wilayah Pekanbaru bisa diungkap melalui strategi penyelidikan yang terarah dan disiplin.