Polisi Buru Pelaku Utama Pendorong Pria hingga Tewas dari Lantai Dua Tempat Biliar
Pelaku Utama Pengeroyokan yang Menewaskan Pria di Tempat Bermain Biliar Masih Buron
Polisi Buru Pelaku Utama Pendorong Pria - Korban meninggal dunia setelah mengalami serangkaian pengeroyokan dan dilempar dari lantai dua bangunan Weston Billiard, Jakarta Barat, pada Mei 2026. Peristiwa tersebut terjadi saat Dico Milandika (29), yang sedang bermain biliar bersama kekasihnya, terlibat dalam konflik antara pacarnya dengan seorang pengunjung perempuan. Berdasarkan informasi terkini, polisi masih berusaha menemukan lima pelaku lain yang terlibat dalam aksi maut tersebut, sementara tiga dari total delapan orang telah ditangkap.
AkP Alexander Tengbunan, Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, mengungkapkan bahwa pelaku utama yang diduga mendorong korban dari lantai dua masih menjadi target utama pencarian. Menurut keterangan polisi, sebelumnya telah berhasil mengantongi identitas semua pelaku terlibat dalam kasus ini. Meski belum ditangkap, Alex menyatakan bahwa tim penyidik sedang bergerak cepat untuk memburu mereka.
"Tiga pelaku yang sudah kita amankan merupakan orang-orang yang memukul korban secara terus-menerus. Namun, mereka bukan yang bertanggung jawab atas tindakan mendorong korban hingga jatuh ke lantai dua. Saat ini, kami sedang mencari pelaku utama tersebut," ujar Alex kepada wartawan di kantornya, Kamis (11/6/2026).
Menurut sumber, korban Dico Milandika mengalami luka-luka parah setelah terlibat cekcok dengan pacarnya. Konflik ini memicu aksi pengeroyokan yang berlangsung cukup lama, bahkan sampai korban sempat dilempar dari lantai dua. Setelah itu, para pelaku terus menyerang korban hingga nyawanya tak tertolong.
Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Sebagai bagian dari proses investigasi, pihak berwenang juga meminta pelaku yang masih buron untuk menyerahkan diri. "Kami membuka kesempatan bagi pelaku yang belum ditangkap untuk segera menyerah. Seperti yang terjadi sebelumnya, satu pelaku sudah diserahkan oleh keluarganya secara kooperatif," lanjut Alex.
Proses Penyelidikan
Proses penyelidikan terus berjalan intensif, dengan polisi melakukan rekonstruksi peristiwa dan memeriksa saksi mata. Saat ini, penyidik berupaya mempercepat penuntutan untuk mengungkap motif serta alur kejadian. "Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk memastikan setiap pelaku terlibat langsung dalam aksi tersebut," tambah Alex.
Dalam beberapa hari setelah kejadian, korban Dico Milandika sempat menjalani perawatan di rumah sakit dalam kondisi kritis. Namun, kondisinya tidak membaik hingga akhirnya ia menghembuskan napas terakhir. Peristiwa ini memicu kekecewaan dan kesedihan di tengah masyarakat, terutama di sekitar area Weston Billiard yang menjadi tempat kejadian.
Alex menjelaskan bahwa aksi pengeroyokan dimulai saat korban berusaha melerai pertengkaran antara kekasihnya dengan seorang pengunjuk perempuan. "Korban sedang berusaha mengendalikan situasi, tapi tiba-tiba saja dia digebukin oleh lebih dari 15 orang," kata Mita, kakak korban, saat dihubungi wartawan, Jumat (15/5/2026).
Mita juga menyebutkan bahwa korban tidak hanya diperlakukan dengan kasar, tetapi juga dilempar dari lantai dua setelah dikeroyok. "Setelah dia jatuh, para pelaku masih terus menyerangnya dengan pukulan dan injeksi. Bahkan, dia masih hidup saat jatuh, tapi kondisinya semakin memburuk," ungkap Mita.
Detail Peristiwa
Korban Dico Milandika meninggal pada Mei 2026 setelah mengalami serangan yang berlangsung cukup brutal di Weston Billiard, Grogol Petamburan. Lokasi ini merupakan tempat favorit warga sekitar untuk bersantai dan bermain biliar, tetapi menjadi saksi bisu kejadian tragis yang terjadi. Dico dan kekasihnya sedang berada di lantai dua ketika peristiwa ini terjadi.
Konflik dimulai saat pacarnya terlibat cekcok dengan seorang pengunjuk perempuan. Menurut pengakuan Mita, kejadian ini terjadi pada Sabtu (9/5/2026), tepat di saat korban mencoba melerai kekerasan. "Dia memang sedang melerai, tapi tiba-tiba dia digebukin dan dikeroyok oleh sejumlah pria. Aksi ini terjadi tanpa peringatan, bahkan korban sempat mencoba membangun jembatan komunikasi," katanya.
Menurut laporan, aksi pengeroyokan terhadap Dico Milandika memakan korban setelah ia mencegah perkelahian antara dua pihak. Setelah korban jatuh, para pelaku melanjutkan serangan dengan pukulan dan bahkan injeksi. Proses ini berlangsung cukup lama, hingga korban akhirnya kehilangan kesadaran dan meninggal di rumah sakit.
Alex menjelaskan bahwa polisi tengah memperkuat investigasi dengan mengumpulkan bukti, termasuk video rekaman dari kamera pengamat di lokasi. " Kami sudah mengantongi alur kejadian berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh. Pihak keluarga korban juga sudah memberikan keterangan tentang kondisi saat kejadian," tambahnya.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena kejadian yang berlangsung di tempat umum dengan korban yang meninggal setelah mendapat perlakuan kasar. Polisi berharap para pelaku yang masih buron segera menyerahkan diri untuk mempercepat proses hukum. " Kami sudah menyiapkan perangkap untuk mengungkap siapa saja yang terlibat. Semua bukti akan digunakan untuk memperkuat tuntutan," kata Alex.
Selain itu, polisi juga sedang memeriksa kemungkinan adanya keterlibatan tiga orang lain yang belum ditemukan. " Kami masih mencari tiga pelaku lain yang diduga ikut serta dalam serangan tersebut. Mereka mungkin juga bertindak bersama-sama atau memperkuat aksi dari pelaku utama," lanjut Alex.
Dengan adanya bukti yang telah dikumpulkan, polisi yakin bahwa pelaku utama yang mendorong korban dari lantai dua merupakan bagian dari kejadian ini. " Kami sudah memiliki identitasnya, jadi tidak sulit untuk menangkap pelaku utama tersebut. Hanya saja, ia masih bersembunyi di suatu tempat yang belum diketahui," pungkas Alex.
Keterangan Korban
Menurut keterangan Mita, kejadian yang menyebabkan kematian adiknya terjadi pada Sabtu (9/5/2026). Saat itu, korban sedang bermain biliar dengan kekasihnya, dan konflik muncul saat pacarnya berselisih dengan pengunjuk perempuan lain. " Saat itu korban sedang berusaha mengendalikan suasana, tapi tiba-tiba saja dia digebukin. Aksi pengeroyokan terjadi sangat cepat, bahkan korban tidak sempat menghindar," katanya.
Korban Dico Milandika meninggal dunia setelah menerima luka-luka yang parah akibat pengeroyokan. Jasadnya ditemukan di lantai dua bangunan Weston Billiard, setelah dipukuli oleh sejumlah orang hingga tak bisa berdiri lagi. " Setelah dia jatuh, para pelaku masih menyerangnya. Bahkan, korban masih sadar saat terjatuh, tapi tidak mampu bergerak lagi," ujar Mita.