PondokKebaikan
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Main Agenda: Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek

Published Juli 5, 2026 · Updated Juli 5, 2026 · By Fajar Wibowo

Pemkot Depok Ajukan Lima Rute Baru Transjabodetabek untuk Percepat Mobilitas Penduduk

Main Agenda - Sejak April 2026, Pemerintah Kota Depok telah mengirimkan usulan lima jalur baru layanan Transjabodetabek ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan aksesibilitas dan mempercepat perpindahan warga Depok ke pusat kota Jakarta, sekaligus mengurangi beban lalu lintas di sepanjang jalur transportasi umum. Pengusulan tersebut sekarang menjadi fokus pembahasan antara pihak Kota Depok dan provinsi, dengan harapan dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Pernyataan Gubernur DKI Jakarta

Pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menunjukkan respons positif terhadap usulan dari Pemkot Depok. Ia menyatakan bahwa keberadaan Transjabodetabek saat ini telah menjadi bagian penting dari kebutuhan masyarakat yang aktif di daerah-daerah terpadu. Dalam sebuah pertemuan di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2026), Pramono menjelaskan bahwa usulan ini akan didiskusikan secara intens dengan Dishub Kota Depok untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Saya telah menerima usulan tersebut. Kami akan mengupasnya bersama pihak Depok untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat," kata Pramono, seperti yang diwartakan dalam jumpa pers resmi.

Koordinasi Intensif Dinas Perhubungan Kota Depok

Menurut Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Depok, Aan Syurahman, pihaknya telah melakukan komunikasi yang sangat aktif dengan berbagai instansi terkait. Koordinasi ini bertujuan memperkuat proposal rute Transjabodetabek agar lebih strategis dalam melayani kebutuhan transportasi warga Depok. Aan mengatakan bahwa diskusi dengan TransJakarta dan Dishub DKI Jakarta telah dilakukan secara terus-menerus sejak awal proses usulan.

"Kami telah berdiskusi dengan TransJakarta dan Dishub DKI Jakarta. Proses ini bertujuan memperjelas alur transportasi agar bisa diintegrasikan dengan sistem angkutan Jabodetabek secara optimal," jelas Aan, Selasa (30/6/2026).

Detail Rute yang Diusulkan

Beberapa dari lima usulan rute tersebut merupakan jalur baru yang menargetkan area dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi. Aan menyebutkan empat dari lima jalur ini akan menjadi trayek tambahan, antara lain Shila at Sawangan–Lebak Bulus, Terminal Sawangan–Kuningan, Terminal Depok–Cinere–Blok M, serta Terminal Jatijajar–Terminal Kampung Rambutan. Selain itu, satu usulan lainnya berupa penyesuaian jalur, yakni rerouting dari trayek Universitas Indonesia–Manggarai (D21) yang sebelumnya melewati Terminal Jatijajar.

Keberagaman rute ini dirancang untuk memastikan ketersediaan layanan transportasi yang lebih merata. Dengan adanya trayek baru, warga Depok yang bekerja di Jakarta atau beraktivitas di berbagai kawasan sekitar akan memiliki opsi lebih banyak dalam memilih moda transportasi. Aan menegaskan bahwa usulan ini didasari pertumbuhan mobilitas penduduk yang signifikan, terutama di pagi hari dan sore hari.

Target Tarif dan Harapan Pemkot Depok

Dalam rangka mengoptimalkan penggunaan Transjabodetabek, Pemkot Depok juga mengusulkan tarif untuk layanan ini. Berdasarkan informasi terkini, tarif TransJakarta ditetapkan sebesar Rp 5.000 per perjalanan, sedangkan Transjabodetabek akan diberi tarif sekitar Rp 10.000. Tujuannya adalah agar tarif yang diusulkan bisa menjadi penggerak bagi lebih banyak masyarakat untuk beralih dari transportasi pribadi ke sistem angkutan umum.

Angka tarif ini menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan jaringan. Dengan penyesuaian harga, diharapkan masyarakat bisa lebih mudah menyesuaikan pengeluaran sehari-hari tanpa mengorbankan kenyamanan dalam perjalanan. Aan menjelaskan bahwa penambahan halte serta sarana pendukung lainnya akan dipersiapkan setelah usulan ini disetujui.

Peran Transjakarta dalam Proses Ini

Di sisi lain, Direktur Utama TransJakarta, Welfizon Yuza, mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu instruksi resmi dari Pemprov DKI Jakarta terkait rencana kerja sama antardaerah. Ia menjelaskan bahwa penyesuaian trayek akan diputuskan setelah ada penugasan dari provinsi.

"Setelah ada arahan dari Pemprov DKI, kami akan fokus pada implementasi. Tapi sekarang, kami menunggu penugasan secara resmi untuk mewujudkan kerja sama ini," ujar Welfizon, Jumat (3/7/2026).

Manfaat Rute Baru untuk Masyarakat

Pemkot Depok bersikeras bahwa penambahan jalur ini bisa menjadi solusi efektif dalam mengurangi penumpukan kendaraan pribadi di sepanjang jalan utama. Dengan adanya pilihan transportasi massal yang lebih lengkap, diharapkan warga bisa menghindari kepadatan lalu lintas saat pagi dan sore hari. Aan menjelaskan bahwa frekuensi perjalanan warga Depok ke Jakarta setiap hari memerlukan sistem yang lebih efisien.

"Karena banyak penduduk Depok yang bekerja di Jakarta, penambahan trayek akan membantu mengurangi antrian di jam sibuk. Selain itu, ini bisa memperkuat sistem transportasi Jabodetabek secara keseluruhan," tambahnya.

Persiapan Sebelum Realisasi

Sebelum kebijakan ini benar-benar diterapkan, Dishub Kota Depok masih menunggu persetujuan dari Pemprov DKI Jakarta. Menurut Aan, sektor ini membutuhkan konsensus antar daerah untuk menjaga keharmonisan operasional. "Kami belum melakukan penambahan halte secara massal, tapi saat ini sedang fokus pada pemetaan dan penyesuaian rute untuk memastikan keberlanjutan," jelas Aan.

Langkah-langkah persiapan ini termasuk analisis kepadatan penggunaan, pemetaan titik-titik keberangkatan, serta penyesuaian jadwal operasional. Dengan memperhatikan aspek ini, Pemkot Depok berharap bisa menyediakan layanan yang lebih baik tanpa mengganggu kenyamanan pengguna Transjabodetabek yang sudah ada.

Tantangan dan Peluang di Depan

Menurut Pramono, selain rute baru, pengembangan Transjabodetabek juga perlu mendapatkan dukungan dari seluruh pihak terkait. Ia menekankan bahwa pemerintah provinsi akan menjadi penentu utama dalam menetapkan kebijakan ini. "Kami membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Kota Depok dan DKI Jakarta untuk menjadikan Transjabodetabek menjadi opsi utama dalam perjalanan sehari-hari," tambah Pramono.

Dengan rute baru yang diusulkan, diharapkan kemacetan di sekitar area Depok dan Jakarta bisa ditekan secara signifikan. Selain itu, layanan ini juga bisa mendorong penggunaan angkutan umum secara lebih masif, terutama di tengah meningkatnya kepadatan penduduk di kawasan Jabodetabek. "Transjabodetabek bisa menjadi solusi berkelanjutan untuk mob