PondokKebaikan
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Strategy: ‘Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril’, Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai

Published Juni 30, 2026 · Updated Juni 30, 2026 · By Nadia Rahman

Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril", Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai

Ironi Galian Maut: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak

Key Strategy - Seorang anak balita tewas setelah jatuh ke dalam lubang proyek di Manggarai, Jakarta, akhir pekan lalu. Kejadian tragis ini terjadi di area yang sebelumnya menjadi taman milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut), sebelum dimodifikasi menjadi lokasi konstruksi lapangan multifungsi. Proyek ini dibiayai melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) Pemprov DKI Jakarta, yang semula diharapkan meringankan beban warga sekitar.

Lurah Manggarai, M. Arafat Dinsirat, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menetapkan langkah pencegahan sebelum pekerjaan dimulai. "Saya sudah mengirimkan surat imbauan kepada warga agar tidak mendekati area proyek, bermain di sekitar lokasi, atau membantu kegiatan konstruksi," kata Arafat saat diwawancarai, Selasa (30/6/2026). Ia menekankan bahwa tindakan ini dilakukan untuk mengurangi risiko cedera atau kecelakaan yang bisa terjadi selama pengerjaan.

Kontraktor yang membangun proyek tersebut telah memasang pagar seng sebagai upaya mitigasi. Namun, kejadian itu terjadi setelah pagar fisik tersebut retak pada malam hari. "Ketika pekerjaan dimulai, mereka sudah melakukan sterilisasi dengan membuat pagar seng keliling. Area itu memang hanya aman untuk pekerja proyek," tambah Arafat. Menurutnya, pagar seng adalah bagian dari upaya memastikan keselamatan di sekitar lokasi kerja.

"Ya nanti jika akan dilanjutkan kembali, saya akan panggil kontraktornya juga untuk kami sama-sama memastikan bahwa jika diteruskan, pastikan ada komitmen yang kuat. Bukan berarti kemarin tidak ada komitmen, tapi komitmennya akan lebih kuat lagi untuk jangan sampai warga bisa masuk ke daerah steril yang proyek itu," jelas Arafat.

Kejadian mematikan itu terjadi tak lama setelah konstruksi dimulai pada 25 Juni 2026. Lubang yang menjadi penyebab kematian balita tersebut merupakan bagian dari struktur utama proyek, bukan lubang sementara. "Lubang itu dipersiapkan sebagai pondasi tiang penyangga bangunan mirip hangar yang akan menaungi lapangan futsal mini," terang Arafat. Ia menambahkan bahwa tiang-tiang tersebut akan menghadirkan fasilitas komunal bagi warga Manggarai.

Kondisi pagar seng yang rusak hingga kini belum bisa diperbaiki karena lokasi proyek telah dinyatakan sebagai garis polisi. Pihak kepolisian sedang menyelidiki insiden tersebut, sehingga pengerjaan proyek sementara dihentikan. "Kami memang belum bisa memperbaiki pagar karena area itu sedang dalam investigasi," katanya. Perbaikan struktur fisik akan ditunda hingga penyelidikan selesai.

Proyek lapangan multifungsi yang berlokasi di Kelurahan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, diharapkan selesai pada Agustus 2026. Namun, kelanjutan pengerjaan kini bergantung pada hasil penyelidikan pihak berwenang. Lurah Manggarai menyatakan bahwa tim proyek akan mengevaluasi kembali protokol keselamatan jika memutuskan melanjutkan pengerjaan.

Kebutuhan akan infrastruktur yang lebih baik mendorong pembangunan proyek ini. Lapangan multifungsi nantinya akan menjadi tempat rekreasi dan olahraga bagi warga sekitar, terutama anak-anak. Dalam skema CSR, Pemprov DKI Jakarta menyasar pengembangan ruang publik yang bisa dimanfaatkan secara kolektif. Namun, kejadian ini mengingatkan kembali pentingnya pengawasan ketat dan komunikasi yang jelas kepada masyarakat.

"Pada saat mereka mau bekerja, mereka sudah melakukan sterilisasi proyek dengan membuat pagar seng keliling. Jadi memang area itu sudah disteril untuk pekerja proyek saja," papar Arafat lagi.

Kebutuhan akan pembangunan yang cepat sering kali memicu kebutuhan akan perubahan struktur fisik yang tidak sepenuhnya memadai. Dalam kasus ini, pagar seng yang menjadi penghalang utama justru retak, menyebabkan akses warga ke dalam area kerja. Menurut Arafat, pengawasan selama pengerjaan harus lebih ketat lagi agar tidak terjadi ulang insiden serupa.

Lurah Manggarai menyebut bahwa proyek ini memiliki tujuan yang baik, yaitu memberikan ruang publik yang lebih nyaman. Namun, kecelakaan yang terjadi menggambarkan celah dalam kepatuhan terhadap protokol keselamatan. "Kami sudah memberi peringatan, tapi mungkin ada warga yang kurang memahami risiko dari area proyek," tuturnya. Ia menyarankan agar tim kontraktor memberikan penjelasan yang lebih jelas kepada warga sekitar.

Proyek ini awalnya dirancang untuk mencegah konflik antarwarga, seperti tawuran, melalui penggunaan lahan yang lebih efisien. Lapangan multifungsi yang dibangun melalui CSR itu seharusnya menjadi tempat kegiatan sosial dan olahraga. Sayangnya, kejadian yang terjadi mengubah harapan tersebut menjadi kekecewaan. Warga yang awalnya antusias kini terkejut karena ancaman bahaya yang muncul dari proyek tersebut.

Kejadian tersebut juga memicu pembicaraan lebih lanjut tentang tanggung jawab pihak kontraktor dan peran lurah dalam pengawasan proyek. Arafat menegaskan bahwa surat imbauan dan pagar seng adalah langkah awal, tetapi komitmen keselamatan harus terus diperkuat. "Kami akan mengevaluasi ulang bersama kontraktor agar bisa memastikan keamanan untuk semua pihak," tuturnya. Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya mencegah kecelakaan serupa di masa depan.

Insiden ini juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap area konstruksi. Meski proyek tersebut diharapkan memberikan manfaat, risiko yang muncul bisa sangat serius jika tidak dikelola dengan baik. Lurah Manggarai berharap warga dan pekerja proyek saling berkoordinasi untuk menjaga keselamatan bersama.

Keselamatan di lokasi proyek adalah prioritas utama. Meski sudah ada langkah mitigasi, seperti surat imbauan dan pagar seng, kejadian ini menunjukkan bahwa upaya tersebut belum cukup sempurna. Arafat berharap bahwa evaluasi yang dilakukan akan menjadi dasar untuk perbaikan sistem pengawasan dan komunikasi di proyek-proyek serupa. "Jika proyek dilanjutkan, kita harus pastikan warga tidak masuk ke area steril," pungkasnya.