Program Terbaru: 23.927 orang telah memanfaatkan CKG di Puskesmas Cilandak
23.927 orang telah memanfaatkan CKG di Puskesmas Cilandak
Jakarta – Pada pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, tercatat 23.927 warga yang telah mengikuti layanan ini. Angka tersebut berdasarkan data yang dikumpulkan sejak Januari hingga April tahun ini, di mana jumlah peserta mencapai sekitar 10 persen dari target tahunan 46 persen. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Puskesmas Kecamatan Cilandak, Sunersi Handayani, saat diwawancara di lokasi pelayanan, Rabu.
“Data tersebut mencakup periode Januari hingga April tahun ini, adapun jumlah orang yang melakukan CKG hingga saat ini telah mencakup sekitar 10 persen dari target tahunan sebesar 46 persen,” ujar Sunersi Handayani.
Program CKG disebut sebagai upaya skrining kesehatan untuk mengidentifikasi kondisi tubuh masyarakat sejak dini. Tujuannya adalah mempercepat deteksi masalah kesehatan, sehingga tindakan penanganan bisa dilakukan secara tepat. Menurut Sunersi, layanan ini telah berubah dari awalnya hanya sebagai hadiah ulang tahun Presiden menjadi aksesibilitas yang lebih luas.
Di tengah perubahan tersebut, warga tidak lagi terbatas menunggu hari spesifik untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Saat ini, CKG tersedia bagi siapa pun, dibagi dalam dua jenis: CKG paket cepat dan CKG paket lengkap. Paket pertama dilakukan di lingkungan komunitas seperti posyandu, majelis taklim, atau RW, dengan durasi kurang dari satu jam, mencakup pengecekan gula darah, berat badan, serta tinggi badan.
Untuk CKG paket lengkap, pemeriksaan diadakan di puskesmas dengan skala lebih menyeluruh, termasuk tes laboratorium dan pemeriksaan gigi. Prosesnya memakan waktu sekitar setengah hari. “Warga yang sudah mengikuti CKG paket cepat akan mendapat undangan via WhatsApp untuk mengikuti paket lengkap,” tambah Sunersi.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan target cakupan CKG mencapai 46 persen pada 2026. Target ini mengevaluasi hasil pelaksanaan serupa tahun 2025, di mana program tersebut diikuti 70,8 juta orang atau 24,9 persen dari populasi Indonesia.