Hasil Pertemuan: Pemprov DKI terus dorong perpustakaan jadi ruang tumbuhkan kreativitas
Pemprov DKI Terus Perkuat Peran Perpustakaan dalam Membangun Kreativitas
Jakarta – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta tetap berupaya mendorong perpustakaan menjadi tempat yang membentuk cara berpikir kritis, mendorong kreativitas, serta menciptakan kebijaksanaan. Dalam diskusi publik di Jakarta, Selasa, Kepala Dispusip DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono menjelaskan bahwa komitmen ini dilakukan melalui peningkatan kompetensi, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami berkomitmen terus mendorong perubahan ini dengan memperkuat kemampuan tenaga kerja, memanfaatkan teknologi digital, serta bekerja sama dengan berbagai pihak,” ujar Nasruddin Djoko Surjono, Kepala Dispusip DKI Jakarta, dalam diskusi publik di Jakarta, Selasa.
Pemprov DKI Jakarta meyakini bahwa perpustakaan yang berkualitas merupakan fondasi masyarakat yang berpengetahuan. Masyarakat yang cerdas dianggap sebagai kunci peradaban Indonesia maju. Oleh karena itu, pembangunan perpustakaan masa depan tidak lagi hanya tentang gedung atau koleksi, melainkan bagaimana membangun ekosistem pengetahuan yang cerdas, adaptif, dan inklusif.
Perpustakaan modern perlu berubah menjadi pusat pengetahuan yang menggabungkan informasi, teknologi, dan manusia. Perpustakaan tidak hanya menyimpan buku, tetapi juga menciptakan ruang yang menghubungkan data dengan makna, mengubah informasi menjadi pengetahuan, dan menumbuhkan kebijaksanaan dalam masyarakat.
Peran pustakawan semakin penting sebagai kurator makna di tengah informasi yang bertebaran. Mereka bertugas sebagai pengelola koleksi, fasilitator pembelajaran, penuntun literasi, serta pengelola pengetahuan. Kehadiran pustakawan yang paham buku-buku yang dikoleksi, data teknologi, dan perilaku informasi masyarakat menjadi faktor kunci dalam menentukan masa depan perpustakaan.
Indonesia memiliki lebih dari 219 ribu perpustakaan, yang merupakan kekuatan besar bagi bangsa. Namun, kualitas perpustakaan sangat bergantung pada SDM yang mengelolanya. Di sini, Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) berperan penting sebagai fondasi profesionalisme dan arah pembangunan.
“SKKNI memastikan bahwa tenaga perpustakaan memiliki kemampuan yang relevan, terukur, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” demikian Djoko.