Tiga nutrisi esensial yang baik untuk janin menurut ahli

Empat Nutrisi Penting untuk Kesehatan Janin Menurut Ahli

Jakarta – Jessie Inchauspé, seorang ahli biokimia Prancis dan penulis buku terkenal, menyoroti tiga nutrisi kritis yang mendukung perkembangan janin secara optimal. Menurutnya, kecukupan nutrisi tertentu tidak hanya memperbaiki pertumbuhan organ bayi, tetapi juga menjaga kesejahteraan ibu selama kehamilan. Nutrisi tersebut mencakup kolin, protein, dan asam lemak Omega-3, khususnya DHA.

Kolin: Penunjang Perkembangan Otak Janin

Jessie menekankan bahwa kolin adalah nutrisi utama yang perlu dikonsumsi sehari-hari, dengan dosis sekitar 450 miligram. Sumber alami kolin meliputi telur, yang satu butir mengandung sekitar 125 miligram. Ia merekomendasikan mengonsumsi empat butir setiap hari. Alternatif lain adalah daging ayam, sapi, atau ikan (75–80 miligram per 100 gram), keju cottage (20 miligram per 100 gram), serta yoghurt (16 miligram per 100 gram). Bagi yang menghindari makanan hewani, kedelai menjadi sumber nabati yang kaya kolin (48 miligram per 100 gram).

“Jika Anda tidak mengonsumsi makanan hewani, kedelai adalah sumber kolin nabati terkaya (48 mg per 100 g), dan Anda dapat mengonsumsi suplemen kolin bitartrat,” ujar Jessie.

Protein: Penguat Organ Bayi

Protein juga menjadi prioritas, dengan rekomendasi minimal 1,5 gram per kilogram berat badan ibu setiap hari selama trimester kedua dan ketiga. Konsumsi protein ini penting untuk memastikan perkembangan janin yang sehat. Sumber protein yang baik termasuk telur, daging, serta produk susu, yang semuanya berkontribusi pada pertumbuhan tubuh dan fungsi organ bayi.

Lihat Juga :   7 Kesalahan yang Bikin Kue Sagu Keju Hancur - Ini Cara Mengatasinya!

Omega-3 (DHA): Penjaga Pertumbuhan Otak dan Pencegah Kelahiran Prematur

Asam lemak Omega-3, terutama DHA, berperan penting dalam pertumbuhan otak bayi dan mencegah kelahiran dini. Jessie menyarankan konsumsi ikan berlemak tiga kali seminggu, seperti sarden, makarel, teri, atau haring. Suplemen makanan yang mengandung DHA juga bisa dipertimbangkan sebagai alternatif.

Peringatan: Batasi Asupan Gula

Dalam kesempatan tersebut, Jessie juga memberi peringatan terhadap konsumsi gula. Ia menganjurkan mengurangi intake gula tambahan hingga di bawah 25 gram per hari. “Glukosa yang masuk melalui plasenta dapat memengaruhi pemrograman metabolisme janin dan kesehatan tubuh mereka di masa depan,” jelasnya. Menurut Jessie, pengurangan gula juga membantu mengurangi inflamasi dan mencegah respons insulin yang berlebihan, sehingga menurunkan risiko diabetes serta obesitas di kemudian hari.