PondokKebaikan
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Meninggal Dunia

Published Juli 13, 2026 · Updated Juli 13, 2026 · By Zahra Purnama

New Policy: Emir Qatar Sheikh Hamad Meninggal Dunia

New Policy - Pemerintah Kerajaan Qatar resmi mengumumkan kabar duka yang menyedihkan bagi seluruh rakyat. Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, mantan Emir yang dikenal luas sebagai Father Emir, telah menghembuskan napas terakhirnya pada hari Minggu, tanggal 12 Juli 2026. Beliau wafat dalam usia 74 tahun setelah menjalani kehidupan yang penuh dengan kontribusi bagi kemajuan negaranya. Pengumuman ini menjadi berita penting yang menandai berakhirnya satu era kepemimpinan di Qatar.

Pihak Istana Kerajaan atau Amiri Diwan menyampaikan pengumuman resmi mengenai kepergian tokoh penting Timur Tengah tersebut. Pernyataan resmi yang dirilis pada pagi hari waktu setempat menyebutkan bahwa keluarga kerajaan berduka cita atas kehilangan besar bagi bangsa. Amiri Diwan menyatakan bahwa Sheikh Hamad telah wafat dengan penuh keimanan terhadap takdir Allah, dan mereka memohon rahmat Tuhan untuk almarhum. Dalam konteks New Policy, pengumuman ini juga menandai transisi kepemimpinan yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Masa Berkabung Nasional

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, pemerintah Qatar menetapkan periode berkabung resmi selama empat hari berturut-turut. Masa berkabung ini akan dimulai pada hari Senin setelah pengumuman kematian. Selama periode tersebut, seluruh aktivitas operasional di instansi pemerintah dan lembaga publik akan ditangguhkan sementara waktu. Selain itu, bendera nasional Qatar juga diinstruksikan untuk dikibarkan setengah tiang di seluruh wilayah negara sebagai tanda duka cita. Langkah ini mencerminkan komitmen New Policy dalam menghormati tokoh-tokoh bersejarah.

"Dengan hati yang teguh dan penuh keimanan terhadap takdir serta ketetapan Allah, Amiri Diwan berduka atas kehilangan besar bagi bangsa dengan wafatnya Yang Mulia Father Emir Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani—semoga Allah merahmatinya—yang meninggal dunia pagi ini," demikian bunyi pernyataan resmi dari Amiri Diwan.

Warisan Kepemimpinan Visioner

Sheikh Hamad memegang tampuk kekuasaan di Qatar selama periode yang cukup panjang, yaitu dari tahun 1995 hingga 2013. Selama masa kepemimpinannya, beliau diakui secara luas sebagai arsitek utama di balik transformasi masif negara kaya energi tersebut. Di bawah arahan beliau, Qatar mengalami lompatan signifikan di berbagai sektor, termasuk ekonomi, sosial, dan budaya. Prestasi-prestasi ini berhasil mendongkrak posisi negara itu di panggung diplomasi internasional. Dalam kerangka New Policy, warisan beliau terus menjadi fondasi pembangunan modern Qatar.

Salah satu pencapaian terbesar Sheikh Hamad adalah keberhasilan mengoordinasi investasi ekonomi skala besar serta membangun kemitraan internasional yang luas. Strategi ini berhasil mengantarkan Qatar menjadi eksportir gas alam cair terbesar di dunia. Kini, pengaruh politik Doha telah meluas ke berbagai belahan dunia, mulai dari Afrika Utara, Timur Tengah, hingga Asia. Setiap langkah New Policy yang diambil saat ini masih berlandaskan visi beliau.

Momentum puncak dari visinya tercapai saat Qatar sukses menyelenggarakan Piala Dunia FIFA pada tahun 2022 lalu. Turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini menjadi bukti nyata kemampuan Qatar dalam mengorganisir acara internasional berskala besar. Pencapaian ini memperkuat posisi Qatar sebagai negara yang mampu menjalankan New Policy dengan efektif di kancah global.

"Kita sedang membicarakan sosok yang meninggalkan warisan besar di seluruh dunia, tidak hanya di Qatar. Beliau bekerja sangat keras untuk mengubah Qatar dari negara biasa menjadi negara yang menonjol dan luar biasa melalui investasi besar di sektor LNG," ujarnya kepada Al Jazeera.

Kebijakan-Kebijakan Visioner

Rekam jejak kepemimpinan Sheikh Hamad juga diwarnai dengan sejumlah kebijakan visioner yang berdampak jangka panjang. Dalam sektor media, beliau menginisiasi peluncuran Jaringan Berita Al Jazeera pada tahun 1996. Dalam hitungan tahun, jaringan berita ini tumbuh menjadi salah satu media paling berpengaruh di tingkat global. Dalam bidang reformasi hukum, Sheikh Hamad mengundangkan konstitusi permanen pertama bagi Qatar pada tahun 2004. Konstitusi ini menjadi landasan hukum yang kuat bagi perkembangan negara. Selain itu, beliau juga memperkenalkan pemilihan umum daerah atau munisipal, di mana kaum perempuan untuk pertama kalinya diberikan hak konstitusional untuk memilih dan mencalonkan diri sebagai kandidat.

Pada tahun 2013, Sheikh Hamad mengambil langkah politik yang langka di kawasan Teluk dengan melakukan abdikasi secara sukarela. Beliau menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada putranya yang saat itu berusia 33 tahun, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Kini, Sheikh Tamim memimpin Qatar dengan melanjutkan warisan ayahnya. Setiap kebijakan yang diterapkan Sheikh Tamim saat ini merupakan kelanjutan dari New Policy yang dirintis oleh sang ayah.

Gelombang Ucapan Duka Cita Internasional

Kepergian Sheikh Hamad memicu gelombang ucapan duka cita dari berbagai kepala negara di seluruh dunia. Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, menyampaikan rasa simpati terdalamnya melalui platform media sosial X. Beliau menulis bahwa belasungkawa dan simpati terdalamnya ditujukan kepada negara saudara Qatar, kepada Emir, pemerintah, serta rakyatnya. Pernyataan serupa disampaikan oleh Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari. Beliau memuji kepemimpinan visioner mendiang serta kontribusinya terhadap perdamaian dan kerja sama di kawasan regional. Dalam konteks New Policy, solidaritas internasional ini menunjukkan betapa dihormatinya Qatar di mata dunia.