Main Agenda: Xi sebut Trump sepakat bangun hubungan China-AS yang stabil

Xi Jinping dan Trump Sepakat Bangun Hubungan China-AS yang Stabil

Main Agenda – Beijing, Antaranews — Dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Balai Besar Rakyat, Presiden China Xi Jinping mengungkapkan konsensus bersama dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai pentingnya memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. Menurut Xi, hubungan ini harus dijaga agar tetap stabil, strategis, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia. “Kami sepakat bahwa hubungan China-Amerika perlu dikembangkan dengan cara yang konstruktif, memiliki stabilitas strategis, serta mendorong kemajuan yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya dalam wawancara mendalam yang dilakukan pada hari itu.

“Kerja sama antara Tiongkok dan AS akan membawa manfaat besar bagi kedua bangsa serta masyarakat internasional. Dengan membangun hubungan yang stabil, kita dapat menciptakan perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan bersama,” kata Xi.

Sebelumnya, kedua pemimpin tersebut telah melakukan sejumlah aktivitas sejak pukul 10.00 waktu setempat, termasuk upacara kenegaraan, pertemuan bilateral yang berlangsung selama dua jam lima belas menit, serta kunjungan ke Kuil Langit. Pertemuan tersebut dianggap sebagai upaya untuk mempererat hubungan yang sudah terjalin selama puluhan tahun, meskipun masih terdapat tantangan dalam dinamika global saat ini. “Kunjungan ini mencerminkan komitmen yang kuat untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan, terutama dalam menghadapi tantangan era baru,” tambah Xi.

Perjalanan Hubungan Tiongkok-Amerika

Dalam sesi pembicaraan, Xi menyoroti sejarah hubungan antara kedua negara, terutama peran Presiden Richard Nixon yang 50 tahun lalu mengirimkan Menteri Luar Negeri Henry Kissinger untuk membuka akses ke Tiongkok. “Kunjungan Kissinger menjadi peristiwa penting yang memulai kembali dialog antara Tiongkok dan AS setelah periode isolasi,” ujarnya. Momen tersebut memicu ‘diplomasi pingpong’, yang menggambarkan kerja sama antara pemerintah dan rakyat kedua negara dalam menegosiasikan hubungan diplomatik. “Dengan dibukanya pintu komunikasi yang sempat tertutup selama lebih dari dua puluh tahun, hubungan antara Tiongkok dan AS mengalami perubahan mendasar yang memperkuat kemitraan,” jelas Xi.

Lihat Juga :   Ketua DPR AS sebut Paus Leo XIV seharusnya siap ditanggapi Trump

Xi juga mengungkapkan bahwa sejak saat itu, kedua negara telah melalui berbagai fase perkembangan, mulai dari kerja sama ekonomi hingga kemitraan politik yang saling menguntungkan. “Perjalanan ini menunjukkan bahwa Tiongkok dan AS memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan internasional sambil tetap mempertahankan inti dari hubungan yang saling menghormati,” tambahnya. Menurut Xi, hubungan yang stabil antara kedua negara tidak hanya penting bagi kepentingan masing-masing bangsa, tetapi juga berdampak besar pada masyarakat global yang mencakup lebih dari delapan miliar orang.

Peran Pemimpin Dunia dan Pertumbuhan Ekonomi

Pada kesempatan tersebut, Xi menjelaskan bahwa Tiongkok sedang memasuki Rencana Lima Tahun ke-15, yang menjadi momentum penting dalam mendorong pembangunan ekonomi secara berkualitas tinggi. “Rencana ini mencerminkan kebutuhan untuk memajukan modernisasi yang menyeluruh, berdasarkan kekayaan warisan peradaban Tiongkok yang telah berlangsung selama lebih dari lima ribu tahun,” katanya. Sementara itu, AS yang memperingati hari kemerdekaan ke-250 juga sedang berupaya mengembangkan semangat inovasi dan kewirausahaan yang menjadi fondasi pembangunan negara tersebut.

Xi menekankan bahwa rakyat Tiongkok dan AS sama-sama memiliki keinginan untuk mewujudkan kemajuan bersama. “Dengan perspektif yang sama, kedua negara mampu menjaga hubungan yang dinamis, baik dalam menghadapi isu global maupun ketegangan regional,” tambahnya. Ia juga menggarisbawahi bahwa hubungan antara Tiongkok dan AS harus menjadi kunci dalam menciptakan perdamaian dan kemakmuran yang berkelanjutan. “Kedua bangsa ini memiliki peran penting dalam membentuk arah dunia, dan harus terus bekerja sama untuk mengatasi tantangan bersama,” kata Xi.

Menurut Xi, keberhasilan pembangunan Tiongkok dan AS tidak bisa dipisahkan. “Kedua negara saling mendukung untuk mencapai tujuan yang lebih besar, seperti pengembangan ekonomi, kesejahteraan global, serta keberlanjutan lingkungan hidup,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa hubungan yang stabil tidak hanya mencegah konflik, tetapi juga mendorong kerja sama yang produktif dalam berbagai bidang, termasuk teknologi, perdagangan, dan keamanan internasional.

Lihat Juga :   Situasi di Selat Hormuz kembali normal usai baku tembak AS-Iran

Kehadiran Tokoh Penting dalam Pertemuan

Pertemuan yang berlangsung di Beijing dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari kedua negara, termasuk para pemimpin perusahaan besar. Dari Amerika Serikat, hadir Menteri Perdagangan Tim Cook (CEO Apple), Dina Powell McCormick (Presiden dan Wakil Ketua Meta), Jensen Huang (CEO NVidia), Brian Sikes (CEO Cargill), Elon Musk (CEO Tesla), Kelly Ortberg (CEO Boeing), Jane Fraser (CEO Citigroup), David Solomon (CEO Goldman Sachs), Larry Culp (CEO GE Aerospace), Cristiano Amon (CEO Qualcomm), Ryan McInerney (CEO Visa), Sanjay Mehrotra (CEO Micron Technology), Michael Miebach (CEO Mastercard), Larry Fink (CEO dan pendiri BlackRock), Stephen Schwarzman (CEO dan pendiri Blackstone), Jim Anderson (CEO Coherent), serta Jacob Thaysen (CEO Illumina). Tidak ketinggalan, pimpinan Bursa Efek New York juga turut hadir dalam acara tersebut.

Dari Tiongkok, hadir sejumlah perwakilan pemerintah dan tokoh industri. Selain itu, anak Presiden Trump, Eric Trump, beserta istrinya juga hadir dalam acara tersebut. “Kehadiran tokoh-tokoh ini menunjukkan bahwa hubungan Tiongkok-Amerika tidak hanya melibatkan pemimpin negara, tetapi juga sektor swasta yang berperan aktif dalam pembangunan bilateral,” kata Xi. Ia menambahkan bahwa diskusi dalam pertemuan tersebut mencakup berbagai isu strategis, termasuk langkah-langkah untuk meningkatkan investasi, memperkuat kerja sama dalam teknologi, serta memastikan stabilitas ekonomi global.

Xi juga menyoroti peran pendidikan dan kebudayaan dalam mempererat hubungan antara kedua negara. “Kerja sama dalam pendidikan dan kebudayaan akan memberikan fondasi yang kuat bagi generasi mendatang, sehingga mereka mampu memahami nilai-nilai saling menghormati dan kerja sama yang berkelanjutan,” ujarnya. Selain itu, Xi menegaskan bahwa pengembangan hubungan Tiongkok-Amerika harus didasarkan pada kepentingan bersama, bukan hanya kepentingan individual.

Lihat Juga :   Latest Program: AS ingin China dan Rusia jadi bagian perjanjian nuklir baru

Dalam rangkaian diskusi, Xi berharap pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun masa depan yang lebih baik. “Kedua negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan hubungan yang stabil, karena memengaruhi kehidupan lebih dari satu miliar rakyat Tiongkok dan 300 juta penduduk AS,” katanya. Ia menekankan bahwa keberhasilan hubungan Tiongkok-Amerika akan menjadi ‘tonggak sejarah’ dalam membangun perdamaian global dan kemakmuran bersama.