Kebijakan Baru: Balas Kematian Pemimpin, Iran Bakal Serang Kantor Apple, Tesla hingga Google
Balas Kematian Pemimpin, Iran Berancana Menyerang Kantor Perusahaan Teknologi AS
Revolusi Iran mengancam akan melakukan serangan terhadap sejumlah perusahaan teknologi besar Amerika Serikat (AS) sebagai bentuk pembalasan atas kematian tokoh-tokoh Iran yang gugur dalam operasi gabungan AS dan Israel. Ancaman ini muncul setelah serangan militer yang dimulai pada 28 Februari 2026.
Dilansir AFP dan The Times of Israel, Selasa (31/3/2026), daftar perusahaan target mencakup 18 nama, termasuk Microsoft, Google, Apple, Intel, IBM, Tesla, dan Boeing. Perusahaan-perusahaan ini disebut sebagai target berikutnya karena keterlibatan mereka dalam operasi yang mengarah pada kematian pejabat tinggi Iran.
“Unit-unit dari perusahaan-perusahaan ini akan mengalami penghancuran, mulai pukul 20.00 waktu Teheran, hari Rabu, 1 April, sebagai balas dendam atas setiap pembunuhan di Iran,” terang Garda Revolusi dalam pernyataan resmi.
Kepala keamanan Republik Islam, Ali Larijani, serta beberapa tokoh penting lainnya juga tewas dalam serangan tersebut. Pernyataan organisasi militer Iran menegaskan bahwa raksasa teknologi dan pemerintah AS dianggap sebagai penyebab utama kerusakan yang terjadi.
Presiden Donald Trump, dalam upaya diplomasi, menyatakan bahwa ia sedang berusaha mengakhiri konflik. Namun, ancaman terhadap perusahaan-perusahaan teknologi AS menunjukkan bahwa Iran masih mempertahankan kemarahan terhadap serangan tersebut.
Serangan AS dan Israel terhadap wilayah Iran berlangsung sejak 28 Februari 2026. Pemimpin tertinggi Ali Khamenei dan komandan Garda Revolusi Mohammad Pakpour gugur pada hari pertama operasi. Meski mengalami kerugian besar, Republik Islam dianggap mampu bangkit dari kemunduran tersebut, menurut analis internasional.