Latest Program: Dony Tri tak khawatir Super League musim depan tanpa regulasi U23

Dony Tri Pamungkas Tak Khawatir Liga Super Tanpa Regulasi U23

Latest Program – Jakarta, Minggu – Pemain muda Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas, menyampaikan perasaannya terkait persiapan menghadapi musim depan Liga Super, yang tidak lagi memiliki aturan wajib mengangkat pemain berusia di bawah 23 tahun (U23) seperti dirinya. Meski aturan tersebut ditiadakan, Dony tidak merasa cemas. Ia percaya bahwa kemampuan dirinya akan tetap teruji melalui performa di lapangan.

“Regulasi itu sudah menjadi bagian dari sejarah, dan saya akan terus berusaha keras agar bisa mendapat kesempatan bermain,” ujar Dony dalam keterangan yang diwartakan dari Jakarta, Minggu.

Menurut Dony, regulasi yang sebelumnya mewajibkan setiap klub menurunkan minimal satu pemain U23 dalam susunan pemain inti adalah langkah yang bertujuan memberikan ruang bagi pemain muda. Namun, pada musim kompetisi 2026/2027, aturan tersebut dihapus. Dony menyambut perubahan ini dengan sikap optimis, karena menurutnya, ini menjadi ujian baru untuk menunjukkan kualitas.

Regulasi U23 yang diterapkan dalam musim 2025/2026 oleh operator Liga Super, I.League, memang sempat memberikan keuntungan besar bagi pemain muda. Dony, sebagai salah satu pemain yang memenuhi kriteria tersebut, mengaku senang bisa mendapatkan banyak menit bermain bersama tim utama. Pemain berusia 21 tahun ini menganggap pengalaman di level kompetisi tertinggi sebagai peluang untuk berkembang secara komprehensif.

Kepada pers, Dony mengungkapkan bahwa musim lalu menjadi momen berharga untuk memperkuat kemampuan teknik, taktik, dan mental. “Saya belajar banyak dari setiap pertandingan, termasuk bagaimana menghadapi tekanan dalam kondisi sulit,” katanya. Ia menambahkan, kesempatan bermain secara teratur selama dua musim terakhir memperkaya pengalamannya, dan hal ini menjadi dasar untuk terus meningkatkan diri.

Lihat Juga :   Facing Challenges: Potensi penyebab mobil listrik bisa mati saat lintasi rel KA

Regulasi U23 Ditiadakan, Persaingan Murni Tunggu Pemain Muda

Keputusan untuk menghilangkan regulasi U23 di Liga Super 2026/2027 memicu perubahan dalam cara pemain muda bersaing. Tanpa aturan wajib, klub harus memilih pemain yang memiliki kualitas terbaik, baik dari segi kemampuan maupun mental. Dony merasa ini sebagai tantangan yang baik untuk menunjukkan nilai tawar dirinya sebagai pemain muda.

Dony mengakui bahwa musim depan menjadi ujian tersendiri. “Saya ingin membuktikan bahwa pemain muda bisa bersaing tanpa hanya didasarkan pada aturan,” katanya. Ia berharap, selama musim kompetisi, kehadirannya di lapangan bisa diakui oleh pelatih dan penggemar. Dony yakin, kompetisi yang lebih ketat akan melatihnya agar lebih matang.

Sebagai kapten Persija Jakarta pada laga pamungkas melawan Semen Padang, Dony menunjukkan tanggung jawabnya sebagai pemain muda. Kemenangan telak 3-0 yang diraih Macan Kemayoran pada pertandingan tersebut menjadi penutup yang memuaskan bagi dirinya. Meski regulasi U23 sudah berakhir, Dony tetap menjadi bagian penting dari tim.

Keberhasilan Dony di musim 2025/2026 juga berkontribusi besar dalam peringkat ketiga klasemen akhir Liga Super. Ia mendorong para pemain muda lainnya untuk tetap fokus dan berlatih keras, agar bisa menghadapi tantangan di musim depan dengan persiapan matang. “Saya berharap, semua pemain muda bisa menunjukkan kemampuan mereka secara maksimal, tanpa tergantung pada aturan,” ujarnya.

Dony memahami bahwa penghilangan regulasi U23 akan memaksa para pemain muda seperti dirinya berjuang lebih keras untuk menempati posisi di starting lineup. Ia menganggap ini sebagai langkah positif yang mendorong keterlibatan aktif pemain generasi muda dalam kompetisi. “Tanpa aturan, pemain harus bekerja lebih keras untuk menunjukkan apa yang mereka punya,” kata Dony.

Lihat Juga :   PSIM naik peringkat setelah atasi Malut United 2-0

Sebagai Pemain Muda Terbaik di Liga Super 2025/2026, Dony tidak ingin hanya dianggap sebagai bagian dari kebijakan yang mewajibkan. Ia ingin menjadi contoh bahwa pemain muda bisa bersaing secara adil di level tertinggi. “Saya berusaha memperbaiki diri setiap hari, agar bisa dipilih pelatih dalam setiap pertandingan,” katanya.

Kehadiran Dony di tim utama juga memberikan dampak positif bagi Persija Jakarta. Pemain muda yang dianggap andalan ini menjadi simbol harapan untuk masa depan klub. Meski regulasi U23 tidak lagi berlaku, Dony tetap yakin bahwa kontribusinya di musim depan akan terus dihargai. “Saya berharap, keberhasilan musim lalu bisa menjadi fondasi untuk bermain lebih baik lagi,” ujarnya.

Keputusan penghilangan regulasi U23 juga diharapkan mendorong persaingan yang lebih sehat antar pemain. Dony percaya, ketika aturan dihapus, pemain muda akan lebih terbiasa dengan tekanan kompetisi dan keberhasilan mereka akan teruji secara nyata. “Saya bersiap untuk menghadapi semua tantangan dengan semangat yang sama seperti musim lalu,” tutur Dony.

Kemajuan Dony selama dua musim terakhir membuktikan bahwa ia mampu beradaptasi dengan baik. Ia memahami bahwa peran sebagai pemain muda tidak hanya tentang usia, tetapi juga tentang kemampuan dan dedikasi. Dengan persiapan yang matang, Dony optimis bisa menjaga performa terbaiknya di musim depan, meski tidak ada jaminan menit bermain yang pasti.

Persaingan di Liga Super 2026/2027 akan semakin ketat, tetapi Dony yakin ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bakatnya. Ia berharap, keberadaannya di tim utama tetap diakui, dan langkah ini akan menjadi pengalaman berharga bagi pemain muda lainnya. “Saya bersyukur bisa bermain di level yang lebih tinggi, dan ini hanya awal dari perjalanan saya,” pungkas Dony.

Lihat Juga :   Key Strategy: Jacksen siapkan latihan intensif bagi pemain jebolan MLSC Samarinda