Momen Bersejarah: Kor’a Inasua, pesta prasmanan ala Teon Nila Serua

Kor’a Inasua, Pesta Rakyat dengan Warisan Kuliner Tradisional

Sabtu (11/4), masyarakat Waipia, Kecamatan Teon Nila Serua, Maluku Tengah, berkumpul untuk merayakan Festival Kor’a Inasua. Acara ini menjadi sorotan utama seiring pertunjukan prasmanan yang menampilkan aneka hidangan tradisional, termasuk inasua, sebagai pusat perhatian. Ribuan warga dari berbagai usia memadati lapangan utama untuk mencicipi makanan yang merupakan bagian dari kehidupan budaya setempat.

Warisan Nenek Moyang Pelaut Ulung

Inasua, hidangan utama acara, terbuat dari ikan yang diawetkan secara tradisional melalui proses fermentasi menggunakan garam. Teknik ini turun temurun dari nenek moyang masyarakat Teon Nila Serua, yang dikenal sebagai pelaut handal. Ikan yang telah diproses ini bisa bertahan hingga beberapa tahun dan tetap lezat saat disajikan.

Dari Tradisi ke Inovasi

Kepala daerah Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, membuka Festival Kor’a Inasua pertama. Ia menekankan pentingnya melestarikan warisan budaya daerah. “Inasua bukan hanya makanan, melainkan identitas dan kearifan lokal masyarakat TNS,” ujarnya, menyoroti peran pemerintah dalam mendukung acara budaya seperti ini.

“Inasua rasanya lebih dari ekspektasi,” tambah Zulkarnain setelah mencicipi berbagai kreasi dari ibu-ibu kreatif di daerah tersebut.

Kreasi Baru dengan Bahan Tradisional

Para ibu-ibu di kecamatan Teon Nila Serua menampilkan inovasi dalam memanfaatkan bahan-bahan tradisional. Inasua, yang sebelumnya hanya dihidangkan dengan air jeruk nipis, kemangi, dan bawang merah, kini bervariasi dari perkedel hingga rendang. Kombinasi ini mencerminkan adaptasi modern tanpa menghilangkan inti tradisi.

Lihat Juga :   Solusi untuk: BPOM perluas akses vaksin campak bagi dewasa guna lindungi nakes

Upaya Konservasi dan Promosi Budaya

Festival ini didukung oleh Yayasan Konservasi Alam Nasional (YKAN) sebagai langkah mengawetkan olahan pangan lokal yang sudah ada ratusan tahun. Tujuan utamanya adalah mempromosikan budaya yang biasanya hanya dilakukan secara terbatas. Selain itu, acara ini juga menyajikan gerai produk inasua, kuliner khas Maluku, serta wastra tradisional. Pesta rakyat dan tarian lokal menjadi penutup yang meriah, diperkuat oleh pertunjukan musisi Ambon.

Dalam rangkaian kegiatan, sejumlah lokakarya tentang konservasi lingkungan dan literasi keuangan juga diadakan. Tujuannya adalah mendorong perikanan berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah produk lokal, dan mengenalkan pentingnya menjaga ekosistem laut. Hasil kreasi ibu-ibu menjadi bahan diskusi dalam lomba cipta menu baru.