Latest Program: YPMAK siap kirim mahasiswa Papua kuliah di UPN Veteran Yogyakarta

YPMAK Siap Kembangkan Program Beasiswa Mahasiswa Papua di UPN Veteran Yogyakarta

Latest Program – Kota Timika, Papua—Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), yang bertugas mengelola dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia, telah menyiapkan langkah strategis untuk memfasilitasi pendidikan mahasiswa asli Papua dari Suku Amungme dan Kamoro. Program ini bertujuan membuka akses bagi generasi muda dari wilayah Mimika, Papua Tengah, untuk menempuh studi di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualifikasi sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi dan sains, yang menjadi pilar utama dalam sektor pertambangan.

Kemitraan dengan UPN Veteran Yogyakarta

Dr. Leonardus Tumuka, Ketua Pengurus YPMAK, menjelaskan bahwa rencana pengiriman mahasiswa ke UPN Veteran Yogyakarta lahir dari kesepahaman yang telah terjalin dengan pihak kampus tersebut. “Kami menilai UPN Veteran Yogyakarta sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi negeri yang menawarkan jurusan-jurusan sains seperti teknik pertambangan, geologi, dan eksplorasi. Hal ini sangat relevan dengan kebutuhan industri di Papua,” ujarnya, Minggu (20 Mei 2025).

“Mengapa kami menjajaki kerja sama dengan UPN Veteran Yogyakarta, karena merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang memiliki banyak jurusan sains seperti teknik pertambangan, geologi, dan lain-lain. Kami berharap ke depan semakin banyak anak-anak Amungme-Kamoro dan Papua yang lain menekuni jurusan-jurusan itu yang sangat dibutuhkan di dunia pertambangan,” kata Leonardus.

Pelaksanaan program ini akan dimulai pada tahun 2025, dengan fokus pada mahasiswa yang berhasil memperoleh tempat di universitas negeri secara mandiri. Para peserta wajib memenuhi kriteria akademik tertentu, yaitu menjaga Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal antara 2,75 hingga 3,0 selama masa studi. “Program ini juga sekaligus sebagai bagian dari upaya kami untuk memperluas jaringan beasiswa yang melibatkan berbagai institusi pendidikan di Indonesia,” lanjut Leonardus.

Lihat Juga :   ASDP mengaku mewaspadaI cuaca ekstrem di Selat Bali

Pelaksanaan dan Tujuan Program Beasiswa

Dalam masa pengembangan program, YPMAK telah meneken kerja sama dengan beberapa universitas lain, seperti Uncen Jayapura, Unipa Manokwari, dan Unsrat Manado. “Kami berharap melalui pola baru beasiswa prestasi ini, akan ada lebih banyak anak-anak Amungme dan Kamoro yang dapat masuk ke UPN Yogyakarta,” imbuhnya.

Menurut Leonardus, pengiriman mahasiswa ke UPN Veteran Yogyakarta bukan hanya untuk mendukung pendidikan, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan SDM di bidang pertambangan. “Meskipun perusahaan tambang berada di Mimika, kita tetap memerlukan tenaga ahli yang terampil di sektor geologi, eksplorasi, dan teknik pertambangan,” jelasnya. Ia menekankan bahwa beasiswa ini merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.

“Saat ini kami sudah menjalin kemitraan dengan Uncen Jayapura, Unipa Manokwari, dan Unsrat Manado. Kami berharap melalui pola baru beasiswa prestasi ini akan ada anak-anak Amungme dan Kamoro yang bisa terseleksi masuk ke UPN Yogyakarta,” ujar Leonardus.

YPMAK telah mencatat sekitar 4.000 penerima bantuan pendidikan dari tingkat Sekolah Dasar hingga perguruan tinggi, tersebar di berbagai kota di Indonesia. Namun, hingga saat ini, hanya 31 mahasiswa asli Suku Amungme dan Kamoro yang berhasil memasuki jenjang perguruan tinggi melalui program beasiswa tahun 2025. “Meskipun jumlahnya terbatas, ini menjadi awal yang baik untuk program ini,” katanya.

Harapan dan Tantangan

UPN Veteran Yogyakarta memberikan tanggapan positif atas tawaran kerja sama dari YPMAK. “Kami menyambut baik upaya ini, karena dapat mendorong partisipasi lebih besar dari generasi muda Papua dalam pendidikan tinggi,” tambah Leonardus. Ia menambahkan, meskipun sumber dana terbatas, YPMAK tetap berkomitmen untuk memperluas jangkauan beasiswa.

“Pihak UPN Veteran Yogyakarta menyambut positif tawaran kerja sama dari YPMAK. Mudah-mudahan anak-anak kita bisa ada yang diterima masuk UPN Yogyakarta. Meskipun perusahaan tambang ada di Mimika, tapi kalau kita tidak memiliki SDM yang berkualifikasi di bidang pertambangan, geologi, eksplorasi dan lain-lain maka akan sulit untuk bersaing,” ujar Leonardus yang menyelesaikan pendidikan doktoralnya tahun 2015 di University of the Philippine Los Banos, Laguna, Filipina.

Leonardus menegaskan bahwa program beasiswa ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada lulusan luar daerah dan membangun ekosistem pendidikan yang lebih mandiri. “Dengan memiliki SDM lokal yang berkualifikasi, kita bisa memastikan pengembangan industri pertambangan di Papua tidak hanya bergantung pada tenaga dari luar,” paparnya.

Lihat Juga :   New Policy: Legislator Jabar dorong kelanjutan rumah Panggung anti banjir Bekasi

Strategi Jangka Panjang

Dalam jangka panjang, YPMAK berharap program ini bisa berdampak signifikan pada pengembangan ekonomi dan sumber daya manusia di wilayah Mimika. “Kami ingin memberikan peluang yang lebih luas bagi mahasiswa Papua, terutama dari Suku Amungme dan Kamoro, untuk menekuni bidang-bidang yang relevan dengan kebutuhan daerah,” lanjut Leonardus.

Program beasiswa prestasi ini juga merupakan langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Papua. “Dengan adanya beasiswa, kita bisa membuka akses pendidikan tinggi bagi calon SDM yang berpotensi, sekaligus mengurangi kesenjangan antara wilayah perbatasan dan daerah perkotaan,” ujarnya. Ia menambahkan, YPMAK akan terus memantau kinerja mahasiswa penerima beasiswa dan memastikan mereka mampu berkontribusi secara maksimal.

Peran YPMAK dalam Pendidikan

YPMAK telah berperan aktif dalam memberikan pelatihan dan pendidikan bagi masyarakat Papua selama bertahun-tahun. Dengan pendekatan yang lebih terstruktur, organisasi ini ingin mengarahkan mahasiswa ke jurusan-jurusan yang memiliki nilai tambah bagi kemajuan wilayah. “Kami juga berharap program ini bisa menjadi contoh bagi institusi lain dalam mengembangkan pendidikan di daerah terpencil,” kata Leonardus.

Menurut Leonardus, pengiriman mahasiswa ke UPN Veteran Yogyakarta merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif. “Selama ini, banyak mahasiswa Papua yang terjebak dalam jurusan-jurusan umum, tetapi kami ingin memberikan kesempatan mereka untuk berjuang di bidang sains dan teknologi,” ujarnya. Hal ini sejalan dengan visi YPMAK untuk menjadi mitra yang mampu membangun sumber daya manusia berkualitas.

Program beasiswa ini juga diharapkan mendorong kolaborasi antara lembaga pendidikan dan industri. “Kami berharap upaya ini bisa memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan sektor pertambangan, sehingga lulusan dapat langsung berkontribusi pada kebutuhan industri,” jelas Leonardus. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada keberlanjutan dana dan partisipasi mahasiswa yang konsisten.

Lihat Juga :   New Policy: BPOM: e-MESO 2.0 kuatkan peran warga dalam pelaporan efek samping obat

Kemajuan dan Tantangan di Depan

K