Kebijakan Baru: Mendikdasmen semangati peserta TKA SMP dan beri strategi kerjakan soal

Mendikdasmen semangati peserta TKA SMP dan beri strategi kerjakan soal

Jakarta – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Abdul Mu’ti melakukan inspeksi langsung terhadap penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk tingkat SMP pada hari pertama tes, sekaligus menyampaikan strategi efektif bagi peserta dalam mengerjakan soal. Mendikbudristek mengatakan, kemampuan menyelesaikan soal dalam waktu terbatas sangat penting, baik untuk hari pertama maupun kedua.

“Strateginya bagaimana mengerjakan soal itu? Kita mengerjakan tes itu selain soal kemampuan, juga soal strategi mengerjakan. Ada strateginya, karena kan ada batas waktu, bagaimana caranya supaya waktu yang tersedia itu cukup,”

kata Mendikbudristek Abdul Mu’ti kepada peserta TKA di SMP Negeri 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten pada Senin.

Kata Mendikbudristek, salah satu cara mengoptimalkan hasil adalah dengan memahami pertanyaan secara menyeluruh sebelum memulai. Ini menghindari kehabisan waktu karena berusaha menyelesaikan soal sulit terlebih dahulu. “Jadi, kerjakan soal yang bisa dulu. Ya, kerjakan yang bisa dulu, tidak harus urut. Yang bisa dulu anda kerjakan, begitu anda sudah kerjakan yang bisa, baru yang kurang bisa,” ucap Mendikbudristek.

Selain itu, Mendikbudristek mengingatkan peserta untuk mengatur durasi pengerjaan soal agar tidak ada yang terlewat. “Itu prinsip, jadi ada usaha intelektual dengan anda belajar, ada usaha spiritual, dan ada usaha praktikal, usaha praktis bagaimana mengerjakan dengan efektif,” ujar Mendikbudristek Abdul Mu’ti.

Sebagai informasi, hari pertama TKA tingkat SMP menguji dua bidang: matematika dan numerasi, dengan total 30 soal yang harus diselesaikan dalam 75 menit. Setelah selesai dengan subjek tersebut, peserta akan menghadapi survei karakter selama 20 menit. Pendekatan yang disampaikan Mendikbudristek bertujuan memastikan peserta mampu mengatur waktu secara optimal dan memaksimalkan potensi mereka dalam ujian.

Lihat Juga :   Program Terbaru: Komisi IX: Tak boleh ada toleransi bagi SPPG lalai jaga higienitas