ASDP mengaku mewaspadaI cuaca ekstrem di Selat Bali

ASDP Mengungkapkan Persiapan Terhadap Cuaca Ekstrem di Selat Bali

ASDP mengaku mewaspadaI cuaca ekstrem di Selat –

Jembrana, Bali (ANTARA) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengungkapkan telah mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem di Selat Bali, yang menjadi jalur utama penghubung antara Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, dan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Kesiapan ini dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pada proses pelayaran, terutama dalam operasi manuver dan pembongkaran muatan. “Perubahan cuaca di Selat Bali memaksa kami melakukan penyesuaian prosedur operasional kapal, terutama saat pihak yang bertugas harus memperhatikan lebih ekstra dalam setiap langkah,” jelas Windy Andale, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Minggu.

Kendaraan Terjebak Antrean di Area Pelabuhan

Kondisi cuaca ekstrem, lanjut Windy, menyebabkan penumpukan kendaraan di beberapa titik di sekitar pelabuhan. “Penambahan waktu tunggu masuk kapal menjadi perhatian utama bagi para pengguna jasa, tetapi dalam situasi yang dinamis, keselamatan harus tetap menjadi prioritas,” tambahnya. Meski terjadi penantian lebih lama, pihak ASDP memastikan semua tindakan dilakukan secara terukur dan cepat agar arus kendaraan tetap lancar.

“Keselamatan tidak bisa dikompromikan, dan itu menjadi prinsip utama dalam setiap perjalanan penyeberangan,” kata Windy. Ia menegaskan, seluruh proses pengoperasian kapal diatur dengan hati-hati untuk menghindari risiko kecelakaan akibat cuaca buruk.

Sebagai langkah tambahan, ASDP telah meningkatkan kesiapsiagaan petugas lapangan di titik-titik strategis. “Kami menempatkan petugas khusus untuk memastikan mobilisasi kendaraan tidak mengalami stagnasi, terutama saat cuaca tidak menentu,” jelas Windy. Dengan adanya personel tambahan, pihaknya berharap mampu mengoptimalkan pengelolaan lalu lintas kendaraan di area pelabuhan, meski harus menghadapi tantangan cuaca yang tak terduga.

Lihat Juga :   Main Agenda: Pemkot Batam pertahankan kampung tua dalam revisi RTRW Kepri 2026

Evaluasi Operasional untuk Menghadapi Libur Idul Adha

Menyusul insiden dua kapal yang kandas di lintasan Ketapang–Gilimanuk beberapa waktu lalu, ASDP melakukan evaluasi menyeluruh bersama regulator dan semua pemangku kepentingan. Evaluasi tersebut mencakup penguatan prosedur keselamatan pelayaran, pengaturan ulang pola operasional kapal, hingga kesiapsiagaan tim di lapangan. “Tujuan utama dari evaluasi ini adalah mengurangi potensi hambatan operasional selama libur Hari Raya Idul Adha, yang diperkirakan akan meningkatkan volume kendaraan di Selat Bali,” tambah Windy.

Kesiapsiagaan untuk menyambut libur Idul Adha juga melibatkan penambahan armada kapal. Salah satu langkah konkret adalah memperkenalkan KMP Rodhita, kapal yang memiliki kapasitas angkut hingga 58 unit kendaraan kecil atau sekitar 30 unit kendaraan campuran. “Dengan penambahan armada, kami berupaya mempercepat penyeberangan dan memastikan kapasitas pengangkutan tetap memadai,” jelas Windy.

Di sisi lain, ASDP memaksimalkan kantong parkir di Bulusan, yang dapat menampung 400 unit truk. “Kantong parkir ini menjadi solusi sementara untuk mengatasi keterbatasan ruang di pelabuhan saat arus kendaraan meningkat,” tutur Windy. Dengan adanya area parkir tambahan, pihaknya berharap dapat mengurangi penumpukan kendaraan di jalur utama, terutama saat cuaca memburuk.

“Kami juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan proses pelayanan tetap terjaga meski dalam kondisi cuaca ekstrem,” kata Windy. Ia menambahkan, pengaturan armada dan kantong parkir dilakukan secara berkelanjutan untuk mengoptimalkan kapasitas pengangkutan di tengah peningkatan aktivitas transportasi selama libur besar.

Peran General Manager di Lapangan

Di samping langkah-langkah dari Corporate Secretary, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menekankan pentingnya fokus pada distribusi kendaraan secara bertahap. “Meski ada antrean, keberlangsungan pergerakan kendaraan tetap menjadi prioritas utama. Kami memastikan pengaturan arus kendaraan dilakukan secara terkoordinasi,” katanya.

Lihat Juga :   Topics Covered: PPIH Arab Saudi gelar rakor bahas persiapan puncak haji di Armuzna

Arief menambahkan, penyesuaian pola operasional kapal dilakukan guna mengurangi penumpukan di area pelabuhan. “Dengan pengaturan yang lebih rapi, kami berharap dapat menjaga kenyamanan pengguna jasa dan meminimalkan gangguan akibat cuaca,” jelasnya. Selain itu, pihaknya juga melakukan peninjauan terhadap kapasitas kapal untuk memastikan daya tampung tetap memadai selama libur Idul Adha.

“Kami menyadari bahwa antrean kendaraan bisa memengaruhi pengalaman pengguna, tetapi kecepatan dan kehati-hatian dalam operasional menjadi kunci untuk mengurangi risiko,” kata Arief. Ia menegaskan, seluruh rencana pengoperasian kapal telah diujicobakan untuk memastikan efektivitas dalam berbagai kondisi cuaca.

Kesiapan ASDP terhadap cuaca ekstrem di Selat Bali bukan hanya sekadar perubahan jadwal atau penambahan armada, tetapi juga melibatkan peningkatan kewaspadaan terhadap prosedur keselamatan. “Setiap perubahan operasional harus didasari pertimbangan risiko, terutama saat cuaca berubah drastis dalam waktu singkat,” kata Arief.

Meski cuaca ekstrem sering terjadi, ASDP tetap menjaga komunikasi terbuka dengan pelanggan dan stakeholder. “Kami memastikan informasi tentang keterlambatan atau perubahan pola operasional disampaikan secara transparan agar pengguna jasa dapat mempersiapkan diri sebelum berangkat,” jelasnya.

Dalam upaya meningkatkan keandalan layanan, ASDP juga melakukan simulasi untuk memperkirakan volume kendaraan selama libur Idul Adha. “Simulasi ini membantu kami menyesuaikan kapasitas pengangkutan dengan kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang sering terkena dampak cuaca buruk,” tutur Arief.

Dengan berbagai langkah yang telah diambil, ASDP berharap dapat memastikan bahwa Selat Bali tetap menjadi jalur penyeberangan yang aman dan efisien. “Kami yakin, dengan persiapan matang dan koordinasi yang baik, operasional selama libur besar tidak akan mengalami hambatan serius,” pungkas Windy.

Langkah-langkah ini juga menunjukkan komitmen ASDP untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di tengah tantangan cuaca

Lihat Juga :   Calon haji sakit saat transit di Kualanamu dipulangkan ke Solo