Program Terbaru: Syarat Pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Syarat Pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Jakarta, IDN Times – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026, yang bertujuan mengembangkan keterampilan kerja bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Inisiatif ini dirancang untuk memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Pemerintah telah memberikan arahan langsung kepada Kemnaker melalui Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

“Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 yang diinisiasi Kemnaker ini ditawarkan secara gratis oleh pemerintah. Tujuannya adalah memperkuat kemampuan kerja, produktivitas, disiplin, sikap, serta etos kerja bagi peserta, baik untuk bekerja maupun memulai usaha sendiri. Di masa depan, Kemnaker diharapkan terus meningkatkan jumlah kuota pelatihan,” jelas Airlangga, seperti dikutip Senin (2/3/2026).

Program ini diadakan dalam tiga gelombang, dengan setiap tahap menerima sekitar 20.000 peserta. Total peserta dalam setahun mencapai sekitar 70.000 orang. Peserta terpilih adalah lulusan SMA, SMK, atau Madrasah Aliyah (MA) selama tiga tahun terakhir.

“Batch pertama fokus pada lulusan SMA dan SMK tiga tahun belakangan. Saat ini, kita sedang membuka pendaftaran untuk Batch I. Peserta dapat mengecek informasi lebih lanjut melalui website resmi Kementerian Ketenagakerjaan,” ungkap Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli.

Dalam program ini, peserta akan mendapatkan berbagai manfaat, seperti bantuan transportasi sebesar Rp20.000 per hari sesuai durasi pelatihan. Selain itu, tersedia perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), serta sertifikat pelatihan dan kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Peserta dari luar kota juga bisa difasilitasi penginapan selama pelatihan tertentu.

Pendaftaran dibuka dengan syarat sebagai berikut:

Program Vokasi Nasional 2026 menerapkan prinsip link and match untuk memastikan kurikulum pelatihan selaras dengan kebutuhan dunia usaha. Pendekatan ini dirancang menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan sesuai dengan permintaan pasar kerja.