New Policy: Fajar/Fikri bangkit dari tekanan demi capai 16 besar Singapore Open

New Policy: Fajar/Fikri Bangkit dari Tekanan untuk Capai 16 Besar Singapore Open

New Policy – Dengan menerapkan New Policy yang baru, pasangan ganda putra bulu tangkis Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, berhasil bangkit dari tekanan dan melangkah ke babak 16 besar Singapore Open 2026. Pertandingan di Singapore Indoor Stadium, Rabu, berjalan ketat ketika mereka menghadapi pasangan Taiwan Lee Fang-Chih Lee/Lee Fang-Jen, dengan skor akhir 15-21, 21-17, 21-15. Meski sempat kesulitan di awal laga akibat kesalahan teknik dan keputusan yang kurang tepat, pasangan ini menunjukkan ketangguhan dan konsistensi untuk menggeser posisi.

Babak penyisihan ini sangat menentukan, dan Fajar/Fikri menghadapi tantangan berat. Mereka sempat tertinggal jauh di awal pertandingan setelah lawan mencetak 10 poin beruntun. Namun, dengan New Policy yang diadopsi, mereka mampu menyesuaikan ritme permainan dan bangkit kembali. “Pertama-tama alhamdulillah mengucap syukur diberikan kemenangan dan kelancaran,” kata Fajar Alfian dalam keterangan resmi PBSI. Ia mengakui bahwa performa mereka pada hari itu tidak sepenuhnya optimal.

Kemajuan Berkat Penyesuaian Strategi

Pertandingan pertama memperlihatkan perubahan dramatis. Fajar/Fikri awalnya unggul 12-9, tetapi kehilangan momentum setelah kesalahan sendiri menghiasi permainan. Di babak kedua, mereka mengalami tekanan besar, tetapi dengan New Policy yang diterapkan, mereka kembali memperbaiki diri dan menciptakan momentum. “Di gim kedua awal, terutama saya terburu-buru, panik memikirkan strategi permainan apa yang harus diterapkan,” jelas Fajar Alfian. Meski awalnya terpuruk, pasangan ini berhasil membalikkan keadaan.

Strategi New Policy ini berfokus pada kecepatan dan penyesuaian taktik di tengah pertandingan. Pelatih terus memberikan instruksi untuk mempercepat tempo permainan agar mampu menghadapi gaya bertahan yang solid dari pasangan Taiwan. “Kami terus memaksa mereka bermain adu drive,” kata Fajar Alfian. Dengan penerapan ini, mereka meraih kemenangan dalam dua gim terakhir, menunjukkan kemajuan signifikan.

Lihat Juga :   Tiwi/Fadia perlebar keunggulan Indonesia atas Kanada 3-1

Penyesuaian Mental dan Kesiapan Berikutnya

Di sisi lain, Fikri menekankan bahwa kepercayaan diri menjadi kunci kebangkitan mereka. “Kunci kemenangan kami adalah kemampuan untuk tetap percaya diri meski tertinggal jauh,” kata Fikri. Ia menambahkan bahwa tim pelatih berusaha meyakinkan mereka tentang cara keluar dari tekanan. “New Policy juga membantu kami mengubah mental sebelum pertandingan,” imbuh Fajar Alfian.

Kemenangan ini membawa Fajar/Fikri ke posisi yang lebih kuat di babak selanjutnya. Meski berada dalam kondisi yang membara, mereka mampu mengendalikan permainan dan mengubah keadaan. Kemajuan ini menjadi bukti bahwa New Policy yang dijalani mereka mampu menghasilkan proses pembelajaran yang baik dan kesiapan menghadapi tantangan lebih besar.

Dalam laga ini, Fajar/Fikri menunjukkan adaptasi yang baik terhadap New Policy. Mereka tidak hanya fokus pada teknik, tetapi juga pada kemampuan mental. Kemenangan mereka berkat kerja keras, perbaikan di tengah pertandingan, dan dukungan dari tim pelatih. “Momentumnya itu balik yang bikin kami percaya diri lagi,” kata Fikri. Ini menjadi bukti bahwa New Policy tidak hanya sekadar kebijakan, tetapi juga pendekatan holistik dalam kompetisi.

Kemajuan Fajar/Fikri juga menjadi penyemangat bagi pasangan ganda putra Indonesia lainnya. Dengan menembus babak 16 besar, mereka menunjukkan siapnya untuk menghadapi tuntutan lebih tinggi. New Policy ini menjadi faktor penting dalam pengembangan performa mereka, baik secara teknik maupun mental. Harapan besar menghiasi langkah mereka ke babak berikutnya.