Program Terbaru: Kadin tekankan kehati-hatian sikapi dinamika harga komoditas energi

Kadin Ingatkan Pentingnya Sikap Hati-Hati dalam Menghadapi Perubahan Harga Energi

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan peringatan agar para pelaku usaha tetap berhati-hati dalam merespons fluktuasi harga energi global yang memengaruhi bahan baku industri, hingga dampaknya terhadap proses produksi dan pengiriman ke masyarakat. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menjelaskan bahwa perusahaan berusaha mengatur kehati-hatian dengan memperhatikan kemampuan beli masyarakat.

“Para pelaku usaha mengambil langkah hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat,” ujar Sarman saat dihubungi di Jakarta, Selasa. Ia menambahkan bahwa kenaikan harga komoditas energi seperti bahan bakar minyak (BBM) dan gas memengaruhi biaya produksi serta distribusi. Hal ini disebabkan oleh ketergantungan industri pada bahan baku impor, sehingga kenaikan BBM berdampak pada logistik dan transportasi.

Selman juga menyoroti pelemahan nilai rupiah yang berpotensi meningkatkan biaya bahan baku impor. Dengan demikian, kenaikan harga bahan baku menjadi hal yang sulit dihindari. “Perusahaan secara otomatis menyesuaikan harga produksi akibat kenaikan logistik dan transportasi,” katanya. “Kenaikan biaya produksi kemudian memengaruhi harga jual di tingkat konsumen, tetapi mereka masih berusaha menahannya dengan efisiensi dan margin yang terkendali,” imbuh Sarman.

Kadin Sarankan Strategi Mitigasi untuk Stabilkan Harga

Kadin mengusulkan beberapa langkah untuk mengurangi dampak fluktuasi harga energi. Beberapa rekomendasi termasuk inovasi dalam proses produksi, pengurangan ukuran produk, dan upaya menekan biaya untuk menjaga stabilitas harga di pasar. “Daya tahan perusahaan terbatas, sehingga jika situasi berlangsung lama, mereka tidak bisa lagi menghindari kenaikan harga,” ujar Sarman.

Lihat Juga :   Program Terbaru: Bukit Asam bidik produksi dan penjualan 49,5 juta ton pada 2026

Di sisi lain, ia menekankan peran pemerintah dalam menjaga ketersediaan BBM dan gas dalam negeri. Dengan kebijakan yang tepat, pemerintah bisa menghindari kenaikan harga serta memastikan rupiah tetap stabil. “Pemerintah perlu menjaga psikologi pasar dan masyarakat agar mampu merespons perubahan geopolitik yang tidak pasti, sehingga sektor ekonomi tetap berproduksi,” pungkas Sarman.