Pertamina tambah 1,5 juta tabung LPG 3kg di Jatim saat libur Idul Adha

Pertamina Tambah 1,5 Juta Tabung LPG 3kg di Jatim Saat Libur Idul Adha

Pertamina tambah 1 5 juta tabung – Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) – Pada masa libur Idul Adha yang berlangsung 27 hingga 31 Mei 2026, Pertamina Patra Niaga meningkatkan pasokan tabung LPG 3 kilogram sebanyak 99 persen dari rata-rata penyaluran harian. Tindakan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jawa Timur selama masa perayaan. Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa persediaan energi, khususnya LPG, telah dipastikan aman dan mencukupi guna menunjang aktivitas warga sekitar.

Infrastruktur dan Tenaga Siaga Diperkuat

Sebagai bagian dari persiapan, Pertamina juga memperkuat kesiapan infrastruktur serta personel di berbagai titik distribusi. Ahad Rahedi menyatakan bahwa langkah ini bertujuan memastikan proses penyaluran bahan bakar berjalan lancar tanpa hambatan. “Kami melakukan peningkatan stok LPG 3kg agar masyarakat dapat mengaksesnya secara mudah,” tuturnya. Tidak hanya itu, perusahaan juga melakukan pemantauan intensif terhadap pasokan di seluruh wilayah Jatim, termasuk kota-kota besar seperti Surabaya, Malang, dan Kediri.

“Kami memastikan pasokan energi di wilayah Jatim LPG dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat,” kata Ahad Rahedi di Surabaya, Rabu.

Menurut Ahad, libur Idul Adha menjadi momen penting bagi Pertamina karena memicu peningkatan permintaan LPG. Banyak masyarakat menggunakan bahan bakar ini untuk keperluan memasak daging kurban, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari selama cuti. Ia menegaskan bahwa persediaan tabung LPG 3kg telah dihitung secara rinci untuk memastikan tidak ada kekurangan hingga akhir periode libur.

Lihat Juga :   New Policy: Kementerian ESDM dan BMKG integrasikan data perkuat ketahanan energi

Pengimbuan ke Masyarakat Disampaikan dengan Bijak

Dalam upaya menghindari kepanikan beli, Pertamina memberikan pesan agar warga tidak terlalu berlebihan dalam pembelian LPG. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan terutama LPG,” ujar Ahad. Ia menjelaskan bahwa stok energi dalam kondisi stabil, sehingga tidak perlu khawatir akan kehabisan selama libur. Selain itu, perusahaan juga menekankan pentingnya penggunaan LPG sesuai tujuan, seperti LPG 3kg untuk kalangan yang kurang mampu dan Brightgas untuk masyarakat dengan penghasilan lebih tinggi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan terutama LPG,” ujarnya.

Libur Idul Adha, yang berlangsung selama lima hari, memberikan dampak signifikan terhadap konsumsi energi di Jawa Timur. Jumlah penggunaan LPG meningkat drastis, terutama di kawasan pedesaan dan kota kecil, karena kebutuhan masak dan pemanasan saat pembagian daging kurban. Pertamina Patra Niaga mencatat bahwa peningkatan pasokan ini bertujuan memenuhi permintaan yang berlipat ganda dibandingkan hari biasa. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan berbagai strategi distribusi agar tidak ada penumpukan tabung di satu titik, sehingga menjaga ketersediaan produk di seluruh wilayah.

Sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan distribusi, Pertamina juga melakukan koordinasi dengan distributor dan agen lokal untuk memastikan jaringan distribusi tetap kuat. “Kami bekerja sama dengan mitra strategis agar semua kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tambah Ahad. Selama libur, juga diadakan pengecekan berkala terhadap ketersediaan stok di setiap pangkalan, serta pembersihan fasilitas penyaluran untuk menghindari antrian yang terlalu panjang.

Libur Idul Adha tidak hanya meningkatkan permintaan LPG, tetapi juga memperkuat peran Pertamina sebagai penyedia energi utama. Dalam beberapa tahun terakhir, pihak perusahaan terus meningkatkan kapasitas distribusi, terutama di daerah-daerah yang memiliki jumlah penduduk besar. Ahad menambahkan bahwa pihaknya telah memperhitungkan tingkat permintaan, baik dari segi jumlah maupun waktu, untuk menghindari kekacauan di pasar.

Lihat Juga :   New Policy: HKA percepat pemanfaatan aspal Buton untuk infrastruktur nasional

Menurut data terbaru, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan permintaan LPG tertinggi di Indonesia. Karena itu, Pertamina mengambil langkah-langkah khusus untuk memastikan pasokan stabil. Tidak hanya penambahan stok, tetapi juga peningkatan kecepatan pengiriman dan pengaturan harga yang kompetitif. “Kami menjaga keseimbangan antara harga dan ketersediaan produk,” ujar Ahad. Hal ini dilakukan guna memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh LPG dengan harga terjangkau meskipun ada peningkatan permintaan.

Dalam keseluruhan rencana, Pertamina juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya penggunaan bahan bakar yang tepat. “LPG 3kg merupakan bantuan sosial, sementara Brightgas lebih cocok untuk kebutuhan komersial atau pribadi,” jelasnya. Ia menekankan bahwa penambahan stok LPG 3kg tidak berarti penggunaan Brightgas harus dikurangi. Kedua produk ini saling melengkapi, dan Pertamina memastikan kedua jenisnya tersedia secara merata.

Kesiapan Pertamina selama libur Idul Adha menjadi contoh dalam pengelolaan energi yang efisien. Dengan menambah 1,5 juta tabung, perusahaan mencoba memenuhi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Tidak hanya itu, Pertamina juga melakukan edukasi melalui media sosial dan pelatihan bagi petugas lapangan guna memastikan proses penyaluran berjalan dengan baik. “Kami ingin masyarakat merasa nyaman dan terbantu selama libur,” pungkas Ahad.

Dengan peningkatan pasokan dan kesiapan infrastruktur, Pertamina berharap libur Idul Adha tidak mengganggu aktivitas sehari-hari warga Jawa Timur. Ia menambahkan bahwa ketersediaan LPG yang memadai akan memungkinkan masyarakat fokus pada perayaan, tanpa khawatir tentang kebutuhan energi. “Libur Idul Adha adalah momen berharga bagi masyarakat, dan kami ingin mereka dapat menikmatinya dengan tenang,” tuturnya.

Selain itu, Pertamina juga memperhatikan dampak lingkungan dari penggunaan LPG. Dengan mengedepankan penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan, perusahaan berupaya mengurangi emisi karbon selama masa libur. Ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menjamin keberlanjutan pasokan energi dan memenuhi kebutuhan warga tanpa merusak lingkungan. Ahad menyampaikan bahwa peningkatan stok LPG bukan hanya untuk kebutuhan segera, tetapi juga untuk memastikan sirkulasi energi tetap seimbang.

Lihat Juga :   Yang Dibahas: BPJPH-LPS perkuat sinergi pengembangan ekosistem jaminan produk halal

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, Pertamina berkomitmen untuk menjadi mitra utama dalam pemerataan energi. Penambahan 1,5 juta tabung LPG 3kg di Jawa Timur selama libur Idul Adha menjadi bukti bahwa perusahaan siap menghadapi permintaan yang tinggi. Tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjamin keamanan dan keberlanjutan pasokan bahan bakar. “Kami percaya bahwa ketersediaan energi yang memadai adalah kunci keberhasilan perayaan Idul Adha,” pungkas Ahad Rahedi.