Mengatasi Masalah: 4 Kesaksian Aksi Gila-gilaan Pengemudi Mobil Lawan Arah Kayak Film

Empat Saksi Cerita Aksi Gila-gilaan Pengemudi Mobil Melawan Arah seperti Layar Kaca

Kecelakaan yang melibatkan seorang pengemudi mobil bergerak melawan arah di Jalan Gunung Sahari, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat (Jakpus), mencuri perhatian warga. Aksi tersebut sempat menjadi trending di media sosial. Berdasarkan laporan, insiden terjadi pada Rabu sore (25/2) lalu. Video yang beredar menunjukkan kendaraan menabrak sejumlah motor dan berusaha menghindari kerumunan massa. Sejumlah warga pun mengejar mobil dengan memecahkan kaca. Meski terus melaju maju dan mundur, mobil akhirnya terjepit hingga menabrak mobil polisi.

Penjelasan dari Petugas

Dalam wawancara, Ps Kasat Lantas Polres Metro Jakpus Kompol Arry Utomo menyebut peristiwa terjadi sekitar pukul 17.20 WIB. “Mobil itu melaju dari arah utara ke selatan, lalu di Halte Lapangan Banteng hendak dihentikan petugas, tapi tetap bergerak ke arah selatan,” ujarnya. Setelah tiba di Jalan Gunung Sahari IV, kendaraan berbelok ke arah berlawanan. Lanjut ke Jalan Bungur Besar Raya, kemudian ke Jalan Gunung Sahari V hingga Simpang MBAL. Di sana, mobil bergerak ke arah timur hingga akhirnya berputar ke barat di sekitar Hotel Bintang Baru, kembali ke Simpang MBAL, lalu berbelok ke utara.

Insiden dan Tersangka

Pengemudi pria berinisial HM (25) kini telah diamankan. HM ditetapkan sebagai tersangka atas Pasal 311 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Warga yang melihat kejadian mengungkap bahwa HM terlihat bingung dan tidak responsif saat ditangkap. “Dia nggak ada perlawanan, bahkan ngomong pun sekali. Tampak kayak orang syok, bengong,” kata Wawa (53), warga Pasar Baru.

“Sopir tetap duduk di kemudi, nggak bergerak. Perempuan di depan santai main HP, bahkan di mobil patroli pun masih menggenggam ponsel. Mereka nggak ada rasa takut, kelihatan tenang saja,” ujarnya.

Sementara itu, Frangky (58) menyaksikan langsung aksi tersebut. Saat santai di pos pinggir Kali Ciliwung, ia terkejut mendengar tembakan peringatan polisi. “Tiba-tiba ada keramaian, terus polisi buang tembakan. Wah, ini ada apa nih? Kita langsung lari ke sana,” katanya. Di lokasi, massa sudah melempari dan memukuli mobil hitam. Frangky ikut menahan kerumunan agar pengemudi tidak ditarik keluar.

Lihat Juga :   Agenda Utama: Berakhir Aksi Pria Pakai Lanyard Kerap Maling di Hotel Mewah Jakarta

Dilaporkan, HM terjebak di jalan hingga tidak bisa bergerak lagi. “Ke kanan kejepit mobil Avanza, ke kiri kejepit busway. Di situ banyak orang yang sudah mukulin. Mobil akhirnya tak berkutik lagi,” tambah Wawa. Dalam kejadian ini, terdapat empat plat nomor berbeda pada kendaraan, yang menjadi pertanyaan warga: mengapa ada empat plat nomor berbeda pada kendaraan tersebut?