New Policy: PAC jadikan Jakarta Athletics League ajang tambah jam terbang
Jakarta Athletics League 2026: Torehan Medali untuk Regenerasi Atletik Papua
New Policy – Jakarta menjadi panggung utama bagi kejuaraan atletik yang menjadi sarana pengembangan potensi atlet muda Papua. Dalam ajang Jakarta Athletics League 2026, Papua Athletics Center (PAC) berhasil menorehkan tiga medali, terdiri atas satu emas dan dua perak, menunjukkan komitmen dalam membangun talenta pelari dari daerah. Ajang ini diadakan di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta Timur, pada 22 hingga 24 Mei, dan menjadi bagian dari rangkaian kompetisi atletik pelajar di kota tersebut.
Pemusatan Latihan di Mimika Berhasil Membuktikan Efektivitas
Sekretaris Umum PB PASI Jodi Mahardi menilai kegiatan ini bukan sekadar pertandingan, tetapi juga bentuk latihan yang memberi pengalaman berlomba bagi atlet muda. Ia menekankan bahwa program pembinaan desentralisasi di Mimika sudah terbukti berjalan terstruktur dan memberi hasil nyata. “Kemampuan mereka bertanding di level nasional menunjukkan bahwa sistem yang diterapkan PAC mulai menunjukkan dampak,” jelas Jodi, yang memberikan pernyataan resmi di Jakarta, Rabu.
“Pencapaian atlet muda PAC seperti Yusuf Manakopeyau menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya tergantung pada kualitas teknik, tetapi juga pada konsistensi latihan dan pendampingan yang baik,” ujar Jodi Mahardi.
Menurut Jodi, keberhasilan para pelari PAC menambah kredibilitas pembinaan olahraga di daerah. Dengan perolehan medali, tim tersebut membuktikan bahwa atlet muda Papua bisa bersaing di tingkat nasional. Kinerja yang baik juga memperkuat visi PAC untuk membangun regenerasi atletik yang berkelanjutan, tidak hanya di Papua, tetapi juga secara nasional.
Kisah Yusuf Manakopeyau: Perjalanan dari Pra-Lagaan ke Final
Dari tiga medali yang diraih PAC, satu di antaranya merupakan penghargaan tertinggi, yaitu medali emas. Medali ini dipersembahkan oleh Demianus Yenjau, pelari asal Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, yang tampil dalam nomor lari 2.000 meter putra U-16. Dengan catatan waktu 6 menit 12,37 detik, Yenjau mampu mengalahkan lawan-lawan dari berbagai daerah di Jakarta.
Sementara itu, dua medali perak diperoleh Yusuf Manakopeyau dan Imanuel Yewen. Yusuf, yang berasal dari Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memperoleh medali dari nomor lompat jauh putra U-18 dengan lompatan sejauh 6,14 meter. Ia juga mencatatkan prestasi di nomor tolak peluru putra U-18, di mana Yusuf berada di peringkat kelima dengan hasil 10,84 meter. Imanuel Yewen, asal Sorong, Papua Barat Daya, sukses meraih medali perak di nomor lari 3.000 meter putra U-18 dengan catatan waktu 9 menit 42,40 detik.
“Pengalaman bertanding di level nasional menjadi pengalaman berharga bagi Yusuf, yang baru bergabung dengan PAC pada 5 Januari 2026,” tambah Jodi Mahardi.
Menurut Jodi, kejuaraan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi para atlet. Para peserta tidak hanya menunjukkan kemampuan teknik, tetapi juga belajar menghadapi tekanan kompetisi. Dengan berbagai tantangan selama laga, atlet muda diharapkan bisa memperkaya mental bertanding, menjadi fondasi untuk meraih hasil lebih baik di masa depan.
Penilaian dari Direktur PT Freeport Indonesia: Proses Pembinaan Berdampak Nyata
Direktur & EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia Claus Wamafma mengapresiasi hasil yang diraih PAC. Ia menilai penampilan atlet seperti Yusuf Manakopeyau memberi gambaran bahwa program pembinaan di PAC mulai efektif. “Yusuf mampu tampil kompetitif di nomor barunya, menunjukkan kesinambungan pelatihan yang baik,” komentar Claus, yang menekankan pentingnya pengembangan atlet muda.
“Melalui kejuaraan rutin, kemampuan teknik dan mental para atlet akan terus meningkat, sehingga mampu bersaing di tingkat internasional,” kata Claus.
Claus juga menegaskan bahwa PT Freeport Indonesia dan PB PASI akan terus berkolaborasi dalam membina atlet muda. PAC, sebagai pusat pelatihan atletik desentralisasi di Mimika, diharapkan bisa menjadi wadah utama untuk memperkaya pengalaman berlomba. Dengan fasilitas berkualitas, pelatihan intensif, dan pendampingan berkelanjutan, program ini dirancang untuk menciptakan sistem pembinaan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Rencana Seri Berikutnya: Konsistensi dalam Pengembangan Atlet
Jakarta Athletics League 2026 adalah seri pertama dari rangkaian kompetisi atletik pelajar yang diadakan di Jakarta. PAC akan kembali berlaga pada seri kedua di bulan Juli 2026 dan seri ketiga pada November 2026. Ajang ini dirancang untuk memperkuat pengalaman para atlet di level nasional sebelum tampil di tingkat internasional.
Program PAC sejalan dengan visi PB PASI dan PT Freeport Indonesia dalam menciptakan regenerasi olahraga yang kuat. Dengan membangun kebugaran fisik, teknik spesifik, dan mental bertanding, para pelari dari Mimika diharapkan bisa bersinar di berbagai ajang. Selain itu, kejuaraan ini menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara lembaga nasional dan perusahaan tambang terkemuka.
Masa Depan Atletik Papua: Kompetisi sebagai Pendorong Pengembangan
Menurut Claus Wamafma, kolaborasi antara PB PASI dan PT Freeport Indonesia tidak hanya meningkatkan kualitas pelatihan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan atlet. Dengan pendekatan desentralisasi, atlet dari berbagai daerah tidak hanya berlatih di pusat pelatihan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di kompetisi besar.
Dari hasil Jakarta Athletics League 2026, PAC berhasil menempatkan diri di peringkat kedelapan klasemen akhir. Meski belum menorehkan prestasi terbaik, pencapaian ini menjadi dasar untuk meningkatkan kinerja di seri berikutnya. Dengan keberlanjutan program, atlet muda Papua diharapkan bisa menjadi tulang punggung olahraga nasional dalam waktu dekat.
Kemajuan yang diraih PAC bukan hanya hasil dari latihan intensif, tetapi juga dari keseriusan pemantauan dan evaluasi. Setiap medali dan peringkat yang dicatatkan menjadi indikator bahwa pembinaan yang dilakukan secara terstruktur sudah memberikan hasil optimal. Dengan membangun suasana kompetitif sejak dini, para atlet dijaga agar tetap berkembang