New Policy: Ajang Xiaohongshu Business x Singapore Outbound Tourism Forum Ubah Paradigma Perjalanan Wisata ke Luar Negeri

Ajang Xiaohongshu Business x Singapore Outbound Tourism Forum Ubah Paradigma Perjalanan Wisata ke Luar Negeri

New Policy – Singapura, (ANTARA/PRNewswire)—Pada akhir tahun 2025, Xiaohongshu Business mengadakan acara 2026 Xiaohongshu Business x Singapore Outbound Tourism Forum di Singapura. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk para pelaku industri dan ahli dari sektor budaya serta pariwisata global, serta perwakilan dari Singapore Tourism Board. Diskusi dalam forum tersebut berfokus pada pergeseran pola dalam industri perjalanan wisata, khususnya bagaimana keinginan pribadi mulai menjadi faktor utama dalam merancang rencana liburan.

Pergeseran Pola Pikir Wisatawan: Minat Pribadi Menentukan Rencana Liburan

Para peserta forum menyampaikan bahwa tren perjalanan wisata kini mengalami transformasi signifikan. Dalam era sebelumnya, wisatawan sering kali memilih destinasi berdasarkan rekomendasi umum atau promosi massal. Kini, mereka lebih cenderung mengejar pengalaman yang sesuai dengan preferensi individu. Hal ini diakui oleh Tim Zhang, General Manager dari divisi Commercial Cross-border & Internet Industry Group di Xiaohongshu, yang menjelaskan bahwa tren “travel blind box” semakin populer. Tren ini muncul karena tiga faktor utama: kebutuhan akan resonansi emosional, rasa ingin tahu terhadap pengalaman baru, dan minat pada gaya hidup lokal. Menurut Zhang, peningkatan motivasi tersebut membuka peluang bagi Singapura untuk menarik wisatawan Tiongkok dan mengembangkan pasar pariwisata internasional.

“Tren ‘blind box-style travel’ semakin berkembang karena didorong oleh tiga motivasi utama, yakni kebutuhan akan resonansi emosional, rasa ingin tahu terhadap pengalaman baru, serta ketertarikan pada gaya hidup lokal,”

data dari Xiaohongshu menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, jumlah pengguna aktif bulanan platform tersebut yang berminat berlibur ke luar negeri mencapai 130 juta orang. Dari angka tersebut, lebih dari 90% mencari informasi terkait perjalanan wisata. Faktor-faktor ini memberikan petunjuk bahwa Singapura harus menyesuaikan strategi promosi untuk memenuhi permintaan yang lebih spesifik dari wisatawan.

Lihat Juga :   Solution For: Dari Nuansa Pesisir Tropis hingga Arena Pantai: Sanya Perkuat Jembatan Persahabatan Asia melalui Asian Beach Games 2026

Tren Berbasiskan Gaya Hidup Sehari-hari Mendorong Transformasi Layanan Pariwisata Luar Negeri yang Lebih Personal

Kwong Dodo, Regional Head dari divisi Commercial Cross-border Asia & Middle East di Xiaohongshu, menyoroti perubahan penting dalam cara wisatawan mancanegara memandang destinasi. Singapura, sebagai salah satu destinasi utama di Asia Pasifik yang rutin menyelenggarakan acara olahraga kelas dunia dan hiburan berskala besar, tetap menjadi pilihan utama bagi banyak pengunjung. Selain itu, gaya hidup perkotaan yang santai serta layanan premium yang ditawarkan Singapura dinilai mampu menciptakan pengalaman liburan yang lebih bermakna. Hal ini juga membuka peluang besar dalam pengembangan pariwisata kesehatan premium.

“Gaya hidup khas Singapura kini menjadi pertimbangan penting yang menentukan keputusan wisatawan sebelum berlibur. Dengan demikian, Singapura semakin kuat sebagai pusat utama wisata eksploratif di dunia,”

Dalam konteks ini, Kwong menyebutkan empat kelompok konsumen dengan pertumbuhan tercepat di sektor wisata luar negeri. Pertama, generasi muda urban yang melakukan perjalanan bersama orang tua menunjukkan peningkatan signifikan. Kedua, pengguna usia 19–25 tahun yang sangat bergantung pada pencarian informasi perjalanan secara cepat, meski konten yang tersedia masih terbatas. Ketiga, kelompok kelas menengah dengan preferensi konsumsi malam hari berdasarkan gaya hidup berkembang pesat. Namun, kebutuhan mereka akan konten wisata yang lebih personal belum terpenuhi. Keempat, orang tua masa kini yang lebih memperhatikan pertumbuhan anak menjadi bagian dari 20 juta pengguna aktif bulanan platform, sementara konten perjalanan autentik dari perspektif ibu masih relatif minim.

Berdasarkan data analisis yang diberikan oleh Xiaohongshu Insight Search Index × Category Heat Base Table, keempat demografi tersebut menunjukkan kesimpulan yang sama: konten wisata saat ini tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Untuk mengatasi masalah ini, para pelaku industri harus menyusun strategi untuk menutup kesenjangan antara apa yang dicari wisatawan dan apa yang ditawarkan destinasi. Selain itu, mereka perlu meningkatkan kualitas layanan pariwisata yang lebih personal.

Lihat Juga :   Latest Program: Pegadaian dukung Kartini Race 2026 sebagai tonggak baru motorsport Indonesia

Strategi Pemasaran Tiga Tahap untuk Mendorong Pertumbuhan yang Saling Menguntungkan

Sebagai penutup, Lai Sisi, Strategy Head dari divisi Commercial Cross-border di Xiaohongshu, memberikan pandangan tentang strategi pemasaran tiga tahap untuk sektor pariwisata luar negeri Singapura pada 2026. Tahap pertama melibatkan penggunaan keunggulan Singapura sebagai pelopor industri. Dengan membangun matriks konten tersegmentasi, pihak penyelenggara bisa menjangkau audiens yang lebih tepat sasaran. Tahap kedua fokus pada pembentukan persepsi merek, yaitu dengan memperkuat identitas khas Singapura untuk menciptakan ekspektasi yang jelas bagi wisatawan. Tahap ketiga adalah pengembangan layanan berkualitas tinggi yang dapat menyesuaikan kebutuhan masing-masing pengguna.

Dengan tiga tahap tersebut, industri pariwisata Singapura diharapkan dapat memperkuat posisi sebagai pusat utama dalam industri eksploratif global. Strategi ini juga bertujuan menghadirkan nilai tambah untuk wisatawan Tiongkok, yang kini menjadi pasar utama dalam perjalanan internasional. Dalam era di mana kebutuhan pribadi menjadi penentu utama, kemampuan menyediakan pengalaman yang unik dan sesuai dengan preferensi individu menjadi kunci keberhasilan.