Jumlah penumpang angkutan umum di Jakarta meningkat pada Maret 2026

Jumlah Penumpang Angkutan Umum di Jakarta Meningkat Pada Maret 2026

Jumlah penumpang angkutan umum di Jakarta – Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang angkutan umum di Ibu Kota, khususnya pada bulan Maret 2026. Angka ini mencerminkan perbaikan tren transportasi yang terjadi selama setahun terakhir, seiring dengan berbagai upaya pemerintah untuk memperkuat sistem angkutan massal sebagai solusi pengurangan kemacetan dan mendukung mobilitas warga. Peningkatan tersebut mencakup tiga moda utama, yaitu MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta, masing-masing menunjukkan pertumbuhan yang berbeda namun positif.

Kinerja MRT Jakarta: Peningkatan Konsisten

MRT Jakarta menjadi salah satu angkutan umum yang mencatat kenaikan signifikan dalam jumlah penumpang. Menurut BPS DKI Jakarta, pada Maret 2026, jumlah penumpang mencapai 3,49 juta orang, naik sebesar 9,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini juga menunjukkan penurunan sebesar 3,45 persen dibandingkan bulan Februari 2026. Meski ada penurunan bulanan, pertumbuhan tahunan menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan MRT yang terus ditingkatkan.

“Pada bulan Maret 2026, moda transportasi MRT Jakarta dan Transjakarta secara tahunan tumbuh positif,” kata Kadarmanto, Kepala BPS DKI Jakarta, dalam wawancara di Jakarta, Senin.

Dalam analisisnya, Kadarmanto menyebut bahwa kenaikan tahunan pada MRT Jakarta berdampak pada peningkatan volume penggunaan jalan raya, terutama di sekitar stasiun. Selain itu, jumlah perjalanan MRT pada Maret 2026 mencapai 7.911 perjalanan, naik 9,73 persen dibandingkan Februari tahun 2026. Namun, angka ini turun 1,89 persen dibandingkan Maret 2025, yang menunjukkan variasi fluktuasi berdasarkan keadaan ekonomi dan kebijakan pemerintah.

Lihat Juga :   Topics Covered: DKI sepekan, kecelakaan KRL hingga pengajuan pergantian Ketua DPRD

LRT Jakarta: Peningkatan Terbesar Dalam Tahun Ini

Moda transportasi lainnya yang menunjukkan peningkatan luar biasa adalah LRT Jakarta. BPS DKI Jakarta mencatat bahwa jumlah penumpang pada Maret 2026 mencapai 114.67 ribu orang, meningkat 27,10 persen secara tahunan. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan layanan LRT dalam menjangkau lebih banyak wilayah, terutama daerah yang sebelumnya dianggap sulit diakses oleh angkutan umum. Tren positif ini juga diimbangi dengan kenaikan 11,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Sementara jumlah perjalanan LRT Jakarta mencapai 6.324 perjalanan yang meningkat secara bulanan sebesar 10,71 persen dan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan bulan Maret 2025,” tambah Kadarmanto.

Kenaikan bulanan LRT Jakarta dinilai sebagai indikator kuat bahwa kehadiran moda ini memberikan dampak positif terhadap kepadatan lalu lintas dan pengurangan emisi karbon. Kadarmanto menekankan bahwa perluasan jaringan LRT, termasuk keterhubungan dengan sistem transportasi lainnya, menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan penumpang. Namun, keberhasilan ini juga didukung oleh kampanye sosialisasi dan pengurangan biaya perjalanan, yang membuat masyarakat lebih tertarik untuk menggunakan layanan ini.

Transjakarta: Stabil Namun Memperlihatkan Tren Positif

Transjakarta, sistem busway yang menghubungkan berbagai wilayah Jakarta, juga mencatat peningkatan jumlah penumpang. Dalam bulan Maret 2026, data menunjukkan bahwa penumpang Transjakarta mencapai 32,13 juta orang, naik 7,67 persen dibandingkan Maret 2025. Meski begitu, angka ini turun 2,27 persen dibandingkan Februari 2026, yang mengindikasikan adanya variasi berdasarkan kebutuhan keberangkatan warga. Hal ini bisa disebabkan oleh perubahan kebiasaan masyarakat, seperti peningkatan penggunaan kendaraan pribadi pada akhir bulan.

Di sisi lain, jumlah bus Transjakarta yang beroperasi pada Maret 2026 mencapai 4.792 unit, naik 4,22 persen dibandingkan Februari tahun 2026. Meski ada peningkatan bulanan, jumlah ini turun 2,82 persen dibandingkan Maret 2025, yang menunjukkan tekanan pada sumber daya operasional. Kadarmanto menilai bahwa peningkatan kapasitas armada busway menjadi salah satu strategi untuk menjawab permintaan yang semakin meningkat, meski masih ada tantangan dalam mengatur jadwal dan rute secara optimal.

Lihat Juga :   BMKG prakirakan Jakarta diselimuti awan tebal pada Minggu pagi

Analisis Kenaikan Penumpang: Dampak pada Kota Jakarta

Kenaikan jumlah penumpang di ketiga moda angkutan umum tersebut memperlihatkan upaya pemerintah dalam mendorong penggunaan transportasi massal sebagai pilihan utama. Selain itu, pertumbuhan ini juga mencerminkan perbaikan infrastruktur dan layanan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Misalnya, perluasan jaringan MRT dan LRT, serta peningkatan frekuensi Transjakarta, menjadi faktor utama yang meningkatkan daya tarik bagi warga.

Kadarmanto menambahkan bahwa kenaikan penumpang terutama terjadi di area-area yang memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi, seperti kawasan business district dan pusat perbelanjaan. Ini menunjukkan bahwa warga lebih memilih angkutan umum untuk kebutuhan sehari-hari, seperti bekerja, berbelanja, dan menghadiri acara. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan ini harus diimbangi dengan perbaikan kualitas pelayanan, agar masyarakat tetap merasa nyaman dan terdorong untuk menggunakan angkutan umum secara rutin.

Perbandingan Moda Transportasi: Kinerja yang Berbeda

Ketiga moda transportasi umum tersebut menunjukkan kinerja yang beragam. MRT Jakarta mengalami peningkatan moderat, tetapi tetap menjadi pilihan utama bagi warga yang membutuhkan akses cepat dan nyaman. LRT Jakarta, di sisi lain, mencatatkan kenaikan paling tinggi dalam satu tahun, yang menunjukkan bahwa strategi pemerintah untuk mengembangkan jalur ini berdampak langsung pada peningkatan penggunaan. Transjakarta, meski memiliki pertumbuhan yang lebih kecil, tetap menjadi pilihan favorit bagi warga yang menginginkan aksesibilitas dan biaya perjalanan yang terjangkau.

Peningkatan penumpang ini juga berdampak pada kinerja operasional perusahaan pengelola angkutan umum. Misalnya, Transjakarta harus meningkatkan kapasitas armada dan frekuensi layanan untuk menampung perm