Yang Dibahas: Menteri PPPA tekankan pentingnya peran perempuan cetak generasi unggul

Menteri PPPA tekankan pentingnya peran perempuan cetak generasi unggul

Yogyakarta – Perayaan Harlah ke-80 Muslimat NU

Di Yogyakarta, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Arifatul Choiri Fauzi menggarisbawahi peran penting perempuan dalam membentuk generasi penerus yang berkualitas dan hebat. Ia menyampaikan hal ini saat menghadiri perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU di UIN Sunan Kalijaga, Minggu.

“Karena sebetulnya perempuan mempunyai peran yang sangat penting dan strategis untuk melahirkan generasi unggul serta berkualitas,” ujar Menteri Arifatul.

Dalam wawancara, ia menegaskan bahwa perempuan Muslimat NU selama ini aktif dalam memberikan layanan terbaik untuk menangani masalah di tingkat masyarakat dasar. Menurutnya, perempuan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter anak-anak, termasuk menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah dan menciptakan generasi yang memiliki mental serta spiritual tangguh.

Tematik Harlah 2026

Ketua PP Muslimat NU tersebut menyoroti kecocokan tema perayaan Harlah tahun 2026, yakni “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban.”

“Ini maknanya luar biasa, karena sudah disiapkan diskusi sejak dua tahun lalu. Kondisi saat ini sangat tepat, dan upaya Muslimat NU dalam menguatkan tradisi melalui pengajian-pengajian yang berkelanjutan terbukti efektif,” tambahnya.

Dalam konteks ini, Menteri PPPA juga menyoroti peran luar biasa Muslimat NU di bidang pelayanan hukum masyarakat. Ia menyebut bahwa jumlah paralegal yang tergabung dalam organisasi ini hampir mencapai 2.500 orang, bahkan telah tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

Kemitraan menuju Indonesia Emas 2045

Lebih lanjut, ia mengajak perempuan untuk bersatu dalam komitmen kuat, agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mengembangkan Islam yang ramah inklusif dan solutif. “Saya mengajak semua, mari mulai dari keluarga, kita didik anak-anak kita menjadi generasi yang cinta damai, menghargai perbedaan, serta kuat secara akhlak, mental, dan spiritual,” katanya.

Lihat Juga :   Program Terbaru: Pemprov Kaltim salurkan Rp220 miliar untuk program Gratispol 2026

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA juga menyampaikan pesan agar Muslimat NU terus menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi, memperkuat kemandirian, dan mendorong peradaban. “Kami dari Kementerian PPPA siap bekerja sama dengan Muslimat NU di seluruh Indonesia, untuk membangun perempuan yang berdaya serta anak-anak yang terlindungi menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.