Hasil Pertemuan: Kementan perkuat pengaturan produksi ayam demi lindungi peternak

Kementan perkuat pengaturan produksi ayam demi lindungi peternak

Jakarta, Kamis – Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah strategis untuk mengelola produksi dan pasokan ayam ras secara lebih terukur. Tujuan utamanya adalah menjaga stabilitas harga serta memastikan kelangsungan usaha peternakan. Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Hary Suhada, menjelaskan bahwa kebijakan ini dirancang agar selaras dengan permintaan pasar.

Kebijakan tersebut diperlukan karena memengaruhi langsung keberlanjutan industri perunggasan. Produksi yang terkontrol diharapkan dapat mempertahankan pasokan dan harga, sehingga peternak mendapatkan kepastian pendapatan. Langkah ini dibahas dalam Rapat Evaluasi Triwulan Pemasukan bibit ayam ras Grand Parent Stock (GPS), yang diadakan secara virtual.

“Langkah ini dilakukan melalui penataan pemasukan bibit secara terukur dan adaptif agar selaras dengan kebutuhan pasar,” kata Hary Suhada.

Evaluasi fokus pada optimalisasi realisasi triwulan pertama serta penguatan strategi pengaturan produksi di masa depan. Menurut Hary, data pelaporan menunjukkan realisasi pemasukan GPS broiler mencapai 87.150 ekor Day Old Chick (DOC) dan GPS layer sebanyak 2.995 ekor dalam periode tersebut.

Berdasarkan angka tersebut, pemerintah menggunakannya sebagai acuan untuk meningkatkan kepastian pengaturan produksi secara berkelanjutan. Hary menyampaikan bahwa tata kelola pemasukan bibit terus diperbaiki agar lebih presisi dan sesuai dengan kebutuhan nasional.

“Perencanaan dan realisasi pemasukan GPS terus kami sinkronkan dengan kebutuhan nasional, sehingga pengaturan produksi dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Implementasi National Stock Replacement (NSR), yang dimulai awal 2026, menjadi alat utama dalam menjaga keseimbangan produksi. Pemasukan dan distribusi bibit dilakukan secara terukur agar pasokan tetap stabil dalam setiap siklus. Menurut Hary, NSR memberikan kepastian produksi yang stabil, sehingga harga di tingkat kandang dapat terjaga.

Lihat Juga :   Hasil Pertemuan: Menaker bidik perluasan cakupan daerah dan bidang pada Magang Nasional

Dalam hal pasokan, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas bibit melalui peningkatan mutu genetik dan performa produksi. Langkah ini diharapkan meningkatkan produktivitas peternak sekaligus memperkuat daya saing subsektor perunggasan nasional.

Berikutnya, kemitraan dengan Australia dan United Kingdom semakin memperluas akses sumber GPS. Kedua negara tersebut telah menandatangani kesepakatan harmonisasi dengan Indonesia, sehingga memperkuat ketersediaan GPS sebagai sumber utama bibit ayam ras.

Pakar Tim Analisa Penyediaan dan Kebutuhan Ayam Ras dan Telur Konsumsi, Trioso Purnawarman, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan produksi. Ia menyampaikan bahwa sebaran NSR harus tetap proporsional untuk menjaga kelangsungan pasokan serta stabilitas pasar.

Kementerian Pertanian menegaskan bahwa penguatan tata kelola produksi ayam ras adalah bagian dari tanggung jawab negara untuk melindungi peternak sekaligus menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat. Dengan pengaturan produksi yang lebih presisi, pemerintah optimis sektor perunggasan nasional akan lebih stabil, peternak terlindungi, dan kebutuhan protein hewani masyarakat tetap terpenuhi.

Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Dawami, menilai stabilitas harga sangat bergantung pada pengelolaan produksi yang tepat. Ia menjelaskan bahwa pengaturan produksi yang baik dapat mempertahankan harga yang stabil, memberikan kepastian bagi peternak dan konsumen.