Agenda Utama: Iran siapkan respons terhadap rencana gencatan senjata AS

Iran siapkan respons terhadap rencana gencatan senjata AS

Teheran – Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menyatakan bahwa negaranya telah merancang tanggapan terhadap usulan gencatan senjata dari Amerika Serikat (AS) yang mengandung 15 poin. Namun, dia menegaskan bahwa rincian rencana tersebut akan diungkapkan pada momen yang tepat.

Dalam wawancara pers mingguan di Teheran, Baghaei menjawab pertanyaan mengenai adanya upaya baru antara Iran dan AS untuk meredam konflik. Ia menjelaskan bahwa beberapa hari sebelumnya, AS telah menyampaikan rencana 15 poin kepada Iran melalui perantara, termasuk Pakistan dan sejumlah negara sahabat lainnya.

‘Pada saat itu, kami menyatakan bahwa usulan tersebut menyertakan tuntutan yang sangat berlebihan, tidak biasa, dan tidak masuk akal,’ ujarnya.

Baghaei menambahkan meskipun ada syarat yang bisa diterima, Iran telah mengembangkan serangkaian tuntutan berdasarkan kepentingannya sendiri.

‘Kami sudah mengetahui apa yang kami inginkan sejak awal dan garis merah mana yang tidak ingin kami lewati. Posisi kami sekarang sangat jelas. Kami telah menyusun respons sejak awal isu ini muncul dan akan memberikan informasi mengenai pengumuman serta cara pengumumannya kapan pun diperlukan,’ kata Baghaei.

Pada 28 Februari, serangan gabungan dari Israel dan AS dilancarkan terhadap Teheran serta kota-kota Iran lainnya, yang mengakibatkan kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama para komandan militer senior dan warga sipil. Sebagai balasan, Iran melakukan gelombang serangan rudal serta drone yang menargetkan Israel dan aset AS di wilayah Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan Wall Street Journal pada Minggu (5/4), Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan seluruh pembangkit listrik Iran jika para pemimpin negara tersebut tidak menyetujui kembali Selat Hormuz pada Selasa (7/4) malam waktu setempat.

Lihat Juga :   Solusi untuk: China desak penghentian segera operasi militer terkait konflik Iran

Selain itu, AS, Iran, dan pihak mediator regional tengah membahas potensi gencatan senjata selama 45 hari yang dapat berujung pada ‘penghentian perang secara permanen,’ menurut laporan Axios pada Minggu, mengutip sumber-sumber anonim dari AS, Israel, dan kawasan.