Program Terbaru: Bukit Asam bidik produksi dan penjualan 49,5 juta ton pada 2026

PT Bukit Asam Targetkan Produksi dan Penjualan 49,5 Juta Ton Tahun 2026

Jakarta – Perusahaan tambang PT Bukit Asam Tbk (PTBA) telah memperoleh persetujuan untuk rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) tanpa pengurangan volume. Direktur Utama perusahaan, Arsal Ismail, menyatakan bahwa persetujuan ini menjadi dasar untuk mempertahankan performa tahun ini. “RKAB kami telah disetujui pada 6 Maret lalu tanpa ada pengurangan dari rencana awal,” ujar Arsal dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Menurut Arsal, target produksi dan penjualan tahun 2026 berada di sekitar 49,5 juta ton. Ia menargetkan angka tersebut, meskipun berharap bisa mencapai 50 juta ton. “Kami optimistis memasuki 2026, tetapi tetap berhati-hati dalam menjalankan operasional pertambangan,” tambahnya. Perusahaan juga menekankan komitmen terhadap praktik pertambangan yang baik.

“Kami menetapkan volume produksi serta penjualan sekitar 49,5 juta ton, namun berharap bisa meningkat menjadi 50 juta ton,” ungkap Arsal.

Seiring dengan peningkatan harga batu bara sejak awal tahun 2026, Arsal memperkirakan tren tersebut akan terus berlanjut. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa volatilitas harga masih perlu diawasi. Indeks batu bara Indonesia (ICI) 1 kini mendekati 140, sementara ICI 3 berada di level 73. Hal ini memberikan ruang untuk peningkatan pendapatan jual dalam waktu dekat.

Lihat Juga :   Agenda Utama: BPJS Ketenagakerjaan dan DJP Jakarta Barat Perkuat Kolaborasi Pengawasan Pajak dan Iuran Perusahaan