BPBD Cianjur masih melakukan pendataan terkait banjir

BPBD Cianjur masih melakukan pendataan terkait banjir

Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tengah berupaya mengumpulkan data akibat bencana alam banjir dan longsor yang terjadi di beberapa kecamatan akhir pekan lalu. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Sudrajat, menyebutkan bahwa hujan deras yang mengguyur daerah tersebut selama lebih dari dua jam, Minggu malam, menyebabkan beberapa jalur utama tergenang air.

“Kami masih menunggu laporan dari petugas dan relawan yang berada di lokasi bencana, termasuk daerah yang mengalami longsor di Kecamatan Gekbrong,” ujar Asep Sudrajat.

Berdasarkan informasi sementara, air banjir telah menggenangi permukiman di Kecamatan Cilaku dan Cibeber. Menurutnya, ketinggian air di beberapa titik mencapai beberapa sentimeter hingga satu meter, sehingga menyebabkan gangguan pada arus lalulintas. Banjir juga terjadi di Kecamatan Bojongpicung dan Gekbrong, meski pihaknya belum menerima laporan lengkap.

Menurut Asep, hujan yang terus mengguyur sejak sore hari memicu saluran air tersumbat, membuat genangan air meluas. Di Kecamatan Cibeber dan Cilaku, rel kereta api yang melewati dua wilayah tersebut juga terendam. Meski begitu, tidak ada korban jiwa atau warga yang harus mengungsi, dengan sebagian besar penduduk tetap berada di rumah mereka.

Sementara itu, kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung di wilayah Cianjur memerlukan kewaspadaan lebih tinggi. Asep mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di daerah yang berdekatan dengan sungai atau tebing rentan longsor. “Data sementara menunjukkan tidak ada warga yang mengungsi, kami akan terus memperbarui informasi,” tambahnya.

Bencana alam banjir memang menimpa sejumlah area di Kabupaten Cianjur. Hujan deras selama lebih dari dua jam berdampak pada sejumlah kecamatan seperti Cilaku dan Cibeber, dengan ratusan rumah tergenang. Pemutusan perjalanan Kereta Api Siliwangi rute Cipatat-Cianjur-Sukabumi juga terjadi karena jalur rel ikut terendam air.