Agenda Kunjungan: Ahok Saksi Sidang Korupsi Pertamina : Lapangan Golf Tempat Negosiasi Minyak Paling Murah

Ahok Menjadi Saksi dalam Persidangan Korupsi Pertamina: Lapangan Golf Sebagai Tempat Negosiasi Harga Minyak Terjangkau

Ahok, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019-2024, hadir sebagai saksi dalam persidangan korupsi yang menimpa perusahaan tersebut. Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan bahwa lapangan golf sering digunakan sebagai tempat untuk menegosiasikan harga minyak yang lebih rendah. Menurut Ahok, suasana di lapangan golf menciptakan lingkungan yang ideal untuk pembicaraan bisnis. “Golf adalah lokasi negosiasi yang sehat dan ekonomis,” kata Ahok dalam pemeriksaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 27 Januari.

“Saya kira golf adalah tempat negosiasi paling sehat dan paling murah. Jemur, jalan, murah, serta biaya anggota yang relatif rendah,” ujar Ahok.

Dalam kesempatan tersebut, Ahok juga menyebutkan bahwa klub malam lebih mahal untuk menjamu para pengusaha minyak. Ia menambahkan, bermain golf dirasa lebih bermanfaat karena memungkinkan para pengusaha minyak dari Amerika Serikat, seperti dari Exxon dan Chevron, berkumpul secara santai. Ahok menyatakan ia pernah menemani pengusaha-pengusaha tersebut untuk berdiskusi tentang harga minyak dan sekaligus belajar bermain golf.

Kasus korupsi Pertamina yang sedang dibahas melibatkan sembilan tersangka. Mereka terdiri dari Muhammad Kerry Adrianto, pemilik manfaat PT Navigator Khatulistiwa; Agus Purwono, Vice President Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) 2023-2024; Yoki Firnandi, Direktur Utama PT Pertamina International Shipping 2022-2024; Gading Ramadhan Juedo, Komisaris PT Pelayaran Mahameru Kencana Abadi (PMKA); dan Dimas Werhaspati, Komisaris PT Jenggala Maritim Nusantara (JMN). Tersangka lainnya adalah Riva Siahaan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga 2023; Maya Kusuma, Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga 2023; Edward Corne, Vice President Trading Produk Pertamina Patra Niaga 2023-2025; serta Sani Dinar Saifudin, Direktur Feedstock and Product Optimalization PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) 2022-2025.

Lihat Juga :   Momen Bersejarah: Soal Tuduhan Oplos BBM di Pertamina, Ahok Bingung Dasar Hitungan Kerugian Rp285 T

Dalam kasus ini, kerugian negara diduga mencapai Rp285,18 triliun. Ahok menyatakan bahwa negosiasi dengan perusahaan seperti Exxon melibatkan pembicaraan tentang pembagian saham, yang sering dilakukan di lapangan golf. Kasus korupsi terkait tata kelola minyak mentah dan produk kilang terjadi pada periode 2018-2023.