Rencana Khusus: PMI Aceh Tamiang Salurkan Bantuan Alat Kebersihan untuk Sekolah Terdampak Banjir, Percepat Pemulihan Belajar

PMI Aceh Tamiang Salurkan Bantuan Alat Kebersihan untuk Sekolah Terdampak Banjir, Percepat Pemulihan Belajar

Sebagai upaya mendukung pemulihan pasca-bencana, PMI Aceh Tamiang bergerak cepat dalam mendistribusikan bantuan alat kebersihan kepada sekolah-sekolah yang terkena dampak banjir di Kecamatan Seruway. Bantuan ini bertujuan mempercepat perbaikan kondisi lingkungan belajar dan menjamin kegiatan pendidikan dapat berjalan normal kembali.

Koordinator PMI Aceh Tamiang, Waly Umar, menyatakan bahwa donasi ini mencerminkan respons cepat organisasi terhadap kebutuhan masyarakat. “Bantuan ini merupakan bentuk perhatian nyata PMI dalam memulihkan fasilitas sekolah yang rusak akibat banjir,” ujarnya.

Bantuan yang disiapkan meliputi empat unit gerobak sorong, 40 sapu lidi, 40 sikat lantai, serta 40 kain pel. Selain itu, juga terdapat 10 cangkul, 40 serokan, 10 serokan air, dan 40 sekop yang didistribusikan secara merata. Alat-alat ini diharapkan mampu mempercepat proses pembersihan lingkungan sekolah yang masih tergenang lumpur tebal.

Distribusi ini menjangkui empat SD di Kecamatan Seruway, yaitu SDN Mabar, SDN Paya Udang, SDN Seruway, dan SDN Gelung. Kepala SDN Mabar, Suryani, mengungkapkan bahwa bantuan sangat membantu dalam menyelesaikan tugas bersih-bersih bersama masyarakat. “Kondisi sekolah sebelumnya sangat menyulitkan aktivitas belajar,” katanya.

Upaya pemulihan tidak hanya fokus pada pembersihan, tetapi juga melibatkan rehabilitasi fasilitas umum dan layanan kesehatan. Pemerintah Aceh bersama TNI mengerahkan alat berat dan ribuan relawan untuk mempercepat pemulihan. Selain itu, PMI Sumut juga aktif mengembalikan semangat belajar siswa di Tapanuli Tengah dengan menyalurkan bantuan pendidikan dan dukungan psikososial setelah bencana November 2025.

Di Sumatera Barat, pemerintah melalui TNI AD terus mengoptimalkan pembersihan sekolah dan pesantren yang terdampak banjir. Kebijakan akselerasi BOSP Aceh terbukti menjadi pilar penting dalam mempercepat pemulihan sarana prasarana pendidikan, sehingga kegiatan belajar-mengajar dapat kembali optimal.

“Lumpur yang mulai mengeras dikeruk dan dipindahkan ke luar area sekolah,” dengan alat sederhana seperti cangkul dan sekop. Kebiasaan ini membantu memulihkan rutinitas belajar anak-anak secara lebih efektif.

Bantuan dari PMI Aceh Tamiang menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendukung masyarakat dalam berbagai situasi darurat. Upaya ini menjadi contoh nyata bagaimana dukungan kemanusiaan berkelanjutan dapat mengembalikan fungsionalitas pendidikan di wilayah yang terkena bencana.

Lihat Juga :   Strategi Penting: Dewan Profesor Unpad Kecam Serangan Israel-AS ke Iran, Minta Pemerintah Bersikap Tegas